@tribuntimur.com: Duka mendalam menyelimuti keluarga Aris Sanda, sopir lajuran atau travel asal Toraja yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata di jalur Wamena-Mbua, Papua Pegunungan. Aris Sanda tewas dalam perjalanan pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 06.00 WIT. Saat itu, ia sedang membawa penumpang sebelum kendaraan yang dikemudikannya dicegat kelompok bersenjata. Para penumpang kemudian diperintahkan turun dan kembali menuju Wamena. Sementara Aris dibawa oleh pelaku ke arah kawasan Danau Habema. Sehari kemudian, aparat menemukan kendaraan Aris dalam kondisi terbakar di sekitar Danau Habema, Jayawijaya. Di dalam kendaraan tersebut ditemukan jenazah Aris yang kemudian dievakuasi oleh aparat. Di saat jenazah Aris ditemukan, sang istri, Sinta Bilolo, masih berada jauh di pedalaman Papua Pegunungan. Sinta diketahui berprofesi sebagai guru yang bertugas di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga. Kabar kematian suaminya membuat Sinta harus meninggalkan tempat tugasnya. Namun perjalanan menuju Wamena tidak mudah. Karena kondisi keamanan membuat perjalanan darat berisiko, evakuasi Sinta dilakukan melalui jalur udara. Atas dasar kemanusiaan dan demi keselamatan, Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, memerintahkan pelaksanaan evakuasi udara untuk menjemput Sinta. Kamis, 17 September 2026, aparat TNI datang menjemputnya dari Distrik Mbua. Sinta tidak berangkat seorang diri. la didampingi dua rekannya sesama guru, Haryati dan Murni. Mereka kemudian diterbanakan secara estafet menggunakan helikopter. Mereka kemudian diterbangkan secara estafet menggunakan helikopter Bell dan Fennec milik TNI dari Mbua menuju Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga. Setelah tiba dengan selamat di Kenyam, perjalanan Sinta belum berakhir. la bersama kedua rekannya kemudian melanjutkan penerbangan menggunakan pesawat Caravan menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Setibanya di Wamena, Sinta akhirnya dapat berkumpul dengan keluarga yang sedang mengurus jenazah suaminya. Perjalanan yang dilaluinya bukan sekadar perjalanan pulang dari tempat tugas. Sinta harus meninggalkan pedalaman dalam keadaan berduka, menempuh perjalanan udara dari Mbua, berpindah di Kenyam, kemudian melanjutkan penerbangan menuju Wamena. Tujuannya hanya satu: berkumpul dengan keluarga dan mengurus jenazah suaminya sebelum dibawa pulang ke kampung halaman di Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Di tengah suasana duka yang mendalam, Sinta kini mendapat pendampingan keluarga dan aparat. Rara
tribuntimurdotcom
Region: ID
Friday 18 September 2026 01:51:24 GMT
Music
Download
Comments
Zahra purnita 🇮🇩🇹🇼 :
Yg punya kluarga jangan boleh lagi di urus ksana plis mending di rumah aja usaha apa aja asal jangan pergi ksana ikut sedih smoga almarhum husnul khotimah amin
2026-09-18 05:07:01
0
beyourfavs :
dikkana.....😢😢
2026-09-18 04:15:21
0
Cowok ML dan FF1 :
nggak paham
2026-09-18 02:01:41
0
BLACK⚫ 🎩🕶 :
😳😳😳
2026-09-18 03:12:14
0
To see more videos from user @tribuntimur.com, please go to the Tikwm
homepage.