@chuycln2: dando una vuelta en el Lamborghini en Culiacán

Chuy CLN
Chuy CLN
Open In TikTok:
Region: MX
Friday 18 September 2026 04:07:04 GMT
31157
3416
7
445

Music

Download

Comments

efranf_08
efranf_08 :
Que rico suena🤤
2026-09-18 14:24:59
16
oliver.m7_
OM. :
2026-09-18 22:08:06
5
caram_boss
Caram_Boss :
2026-09-18 16:21:40
6
magoneada
Gansitoo :
aya vrg
2026-09-19 02:03:34
0
adeat.5078
!Emma_⚡️🍁 :
2026-09-18 19:53:29
2
To see more videos from user @chuycln2, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bandar Lampung – Polda Lampung menyebutkan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis subsidi Bio Solar dan Pertalite, dalam kondisi mencukupi meski terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Lampung, Kombes Pol Heri Rusyaman mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terkait kondisi kelangkaan BBM yang terjadi belakangan ini. Ia menyebut antrean panjang bukan disebabkan stok BBM kosong, melainkan adanya peningkatan jumlah konsumen akibat peralihan penggunaan BBM. “Setelah kita cross check kondisi yang ada di lapangan, bahwa memang saat ini kondisi untuk stok sebenarnya sudah ada, sudah lengkap, sudah mencukupi. Tetapi, karena dengan konsumen yang banyak, ada fenomena peralihan yang harusnya mungkin mobil pribadi ini melihat gap harga yang dari BBM solar itu dengan Rp6.700 atau Rp6.800 dengan Rp23.000 sangat jauh, sehingga banyak yang beralih ke Bio Solar,” kata dia. Menurutnya, salah satu faktor lain yang menyebabkan antrean panjang yakni waktu pengisian BBM menggunakan sistem barcode yang membutuhkan waktu cukup lama. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, satu kendaraan membutuhkan waktu sekitar 12 hingga 15 menit untuk proses pengisian. “Yang kedua juga hasil pemeriksaan di lapangan terkait rentang waktu satu barcode itu rata-rata kurang lebih sekitar 12 sampai 15 menit untuk pengisian satu mobil,” katanya. Selain itu, kepanikan masyarakat terhadap isu kekosongan BBM juga turut memperpanjang antrean. Sebagian warga disebut memarkirkan kendaraan sejak malam hari untuk mendapatkan BBM. “Nah, inilah kita mitigasi permasalahan yang ada di lapangan dan mencari solusi seperti apa,” jelasnya. Ia mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari solusi, termasuk kemungkinan penerapan sistem ganjil-genap maupun pengaturan penggunaan barcode agar antrean dapat terurai. “Kita akan coba untuk mengurai kemacetan yang sangat luar biasa ini,” pungkasnya. (Yul)
Bandar Lampung – Polda Lampung menyebutkan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis subsidi Bio Solar dan Pertalite, dalam kondisi mencukupi meski terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Lampung, Kombes Pol Heri Rusyaman mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terkait kondisi kelangkaan BBM yang terjadi belakangan ini. Ia menyebut antrean panjang bukan disebabkan stok BBM kosong, melainkan adanya peningkatan jumlah konsumen akibat peralihan penggunaan BBM. “Setelah kita cross check kondisi yang ada di lapangan, bahwa memang saat ini kondisi untuk stok sebenarnya sudah ada, sudah lengkap, sudah mencukupi. Tetapi, karena dengan konsumen yang banyak, ada fenomena peralihan yang harusnya mungkin mobil pribadi ini melihat gap harga yang dari BBM solar itu dengan Rp6.700 atau Rp6.800 dengan Rp23.000 sangat jauh, sehingga banyak yang beralih ke Bio Solar,” kata dia. Menurutnya, salah satu faktor lain yang menyebabkan antrean panjang yakni waktu pengisian BBM menggunakan sistem barcode yang membutuhkan waktu cukup lama. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, satu kendaraan membutuhkan waktu sekitar 12 hingga 15 menit untuk proses pengisian. “Yang kedua juga hasil pemeriksaan di lapangan terkait rentang waktu satu barcode itu rata-rata kurang lebih sekitar 12 sampai 15 menit untuk pengisian satu mobil,” katanya. Selain itu, kepanikan masyarakat terhadap isu kekosongan BBM juga turut memperpanjang antrean. Sebagian warga disebut memarkirkan kendaraan sejak malam hari untuk mendapatkan BBM. “Nah, inilah kita mitigasi permasalahan yang ada di lapangan dan mencari solusi seperti apa,” jelasnya. Ia mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari solusi, termasuk kemungkinan penerapan sistem ganjil-genap maupun pengaturan penggunaan barcode agar antrean dapat terurai. “Kita akan coba untuk mengurai kemacetan yang sangat luar biasa ini,” pungkasnya. (Yul)

About