@dhzbjk2892: #virgenmariaenticonfio🙏#Capcut

dhzbjk2892
dhzbjk2892
Open In TikTok:
Region: US
Friday 18 September 2026 09:13:24 GMT
280
44
6
0

Music

Download

Comments

guadalupe.corona857
guadalupecorona741 :
Amen
2026-09-18 11:17:03
0
clara.andraca
Luz :
Amén
2026-09-18 11:12:28
0
accurateplumbing
SOY TULEÑO KASHU :
Amen
2026-09-18 11:22:35
0
user8844177083153
user8844177083153 :
Amen Amen Amen Amen
2026-09-18 09:24:40
0
ellierod587
Elirod333 :
Amen
2026-09-18 09:22:53
0
cristinaperez1964
Cristina Perez8042 :
amén
2026-09-18 10:55:17
0
To see more videos from user @dhzbjk2892, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Warga Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, hingga kini masih melestarikan budaya Caci. Caci merupakan seni pertunjukan tradisional masyarakat Manggarai yang bukan sekadar pertarungan menggunakan cambuk, tetapi juga mengandung nilai budaya, persaudaraan, dan penghormatan kepada leluhur. Pertunjukan Caci dimainkan oleh dua laki-laki yang bergantian menjadi penyerang dan penangkis. Peralatan utama yang digunakan meliputi cambuk yang terbuat dari kulit kerbau atau larik, perisai atau nggiling, serta pelindung kepala tradisional yang disebut panggal. Caci biasanya dipentaskan dalam berbagai upacara adat, seperti pesta panen atau Penti, peresmian rumah adat, penyambutan tamu penting, maupun perayaan budaya. Tua Teno Kampung Mbata, Frans Rapas, menjelaskan bahwa pertunjukan Caci digelar untuk memeriahkan ritual Barong Wae. Barong Wae merupakan salah satu ritual adat penting masyarakat Manggarai, termasuk di Kabupaten Manggarai Timur, yang berpusat pada penghormatan terhadap sumber mata air sebagai sumber kehidupan sekaligus ungkapan syukur kepada Tuhan, leluhur, dan penjaga mata air.
Warga Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, hingga kini masih melestarikan budaya Caci. Caci merupakan seni pertunjukan tradisional masyarakat Manggarai yang bukan sekadar pertarungan menggunakan cambuk, tetapi juga mengandung nilai budaya, persaudaraan, dan penghormatan kepada leluhur. Pertunjukan Caci dimainkan oleh dua laki-laki yang bergantian menjadi penyerang dan penangkis. Peralatan utama yang digunakan meliputi cambuk yang terbuat dari kulit kerbau atau larik, perisai atau nggiling, serta pelindung kepala tradisional yang disebut panggal. Caci biasanya dipentaskan dalam berbagai upacara adat, seperti pesta panen atau Penti, peresmian rumah adat, penyambutan tamu penting, maupun perayaan budaya. Tua Teno Kampung Mbata, Frans Rapas, menjelaskan bahwa pertunjukan Caci digelar untuk memeriahkan ritual Barong Wae. Barong Wae merupakan salah satu ritual adat penting masyarakat Manggarai, termasuk di Kabupaten Manggarai Timur, yang berpusat pada penghormatan terhadap sumber mata air sebagai sumber kehidupan sekaligus ungkapan syukur kepada Tuhan, leluhur, dan penjaga mata air. "Ini adalah ritual Barong Wae yang dilanjutkan dengan Hgan Woza atau Penti, yaitu makan padi baru. Untuk memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut, kami menggelar pertunjukan Caci. Nilai utama yang dijunjung adalah keberanian, sportivitas, penghormatan kepada lawan, dan perdamaian. Setelah pertandingan selesai, para peserta saling berjabat tangan sebagai tanda tidak ada dendam," ujar Frans Rapas kepada TRIBUNFLORES.COM, Minggu (12/7/2026). Menurut Frans, selain adu ketangkasan, para pemain juga menyanyikan syair adat atau lomes yang berisi nasihat, ungkapan syukur, dan pesan moral dalam bahasa Manggarai. Caci telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2013 sebagai bentuk pengakuan atas nilai budaya dan tradisi masyarakat Manggarai. Sementara itu, tokoh perempuan Desa Rana Mbata, Maria Melon (74), mengatakan bahwa pertunjukan Caci dalam rangka ritual Barong Wae biasanya berlangsung selama sekitar tiga hari. Menurut Maria, setelah pertunjukan Caci yang digelar dari siang hingga sore hari, pada malam harinya seharusnya dilaksanakan Danding. Danding merupakan nyanyian adat yang dibawakan secara berkelompok dan dipadukan dengan gerakan melingkar, hentakan kaki, serta syair-syair yang dilantunkan secara bergantian. Maria menyoroti maraknya hiburan modern, seperti goyang, disko, dan dansa. Menurutnya, generasi muda kini lebih terpengaruh budaya dari luar, padahal tradisi warisan leluhur sangat baik dan wajib dilestarikan. "Anak muda sekarang lebih memilih dansa daripada Danding. Menurut saya, hal itu tidak baik. Kami sebagai orang tua merasa sedih karena generasi muda mulai meninggalkan tradisi leluhur yang telah diwariskan sejak dahulu," ujarnya. #ManggaraiTimur #Flores #NusaTenggaraTimur #BarongWae

About