@lynhlynh141: #xuhuong #quanjean

Lynhlynh
Lynhlynh
Open In TikTok:
Region: VN
Saturday 19 September 2026 05:20:00 GMT
173
0
0
3

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @lynhlynh141, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#KISAHTRAGIS Cinta Novita Sari :  Karung Putih di Pinggir Jalan: Tragedi CNS dan Dendam atas >> Akar Dendam: Dari Prank hingga Ancaman Kematian Pelaku utama adalah Noval Julianto (22), seorang warga Salimpaung yang sudah lama mengenal CNS. Motifnya terdengar absurd bagi akal sehat: rasa sakit hati karena merasa dipermainkan. Menurut pengakuan Noval, CNS pernah menghubungi nomor lain dan berpura-pura menjadi wanita berbeda. Noval, yang tertarik, berniat menemui "wanita misterius" tersebut di Lubuk Buaya, Kota Padang. Namun, saat ia hendak berangkat, CNS mengaku bahwa itu hanyalah dirinya sendiri yang sedang bercanda. Bagi Noval, ini bukan candaan, melainkan penghinaan. Egonya terluka. Puncaknya terjadi ketika CNS memblokir nomor telepon Noval. Rasa malu berubah menjadi amarah membabi buta. Noval bahkan sempat mengirimkan tangkapan layar berisi ancaman pembunuhan kepada CNS. Ironisnya, CNS mengirim bukti ancaman itu kepada ibunya. Sang ibu, menganggapnya hanya kenakalan remaja atau isengan semata, tidak terlalu menghiraukannya. Sebuah kelalaian yang nantinya akan disesali seumur hidup. >>> Jebakan Teman: Peran Bima Dwi Putra Noval tidak bertindak sendirian. Ia melibatkan Bima Dwi Putra (27), seorang kenalan baru CNS yang baru dikenal korban sekitar satu pekan sebelumnya. Noval memanipulasi Bima dengan janji akan mempertemukannya dengan CNS. Pada Selasa malam, 18 Februari 2025, pukul 20.00 WIB, Noval memberikan nomor CNS kepada Bima. Bima, tanpa curiga, menghubungi CNS dan mengajaknya bertemu. Pukul 21.00 WIB, Bima menjemput CNS menggunakan sepeda motor. Mereka menuju Lapangan Cindua Mato. Yang tidak diketahui Bima dan CNS adalah, Noval membuntuti mereka dari belakang. Di lapangan, ketiganya bertemu. Noval, dengan dalih yang tidak jelas, merampas handphone CNS. Terpojok dan ingin mengambil kembali barangnya, CNS terpaksa mengikuti Bima untuk menyusul Noval ke Salimpaung. Di sebuah tempat nongkrong di Salimpaung, topeng Noval terbuka. Tanpa sepengetahuan CNS, ia memberitahu Bima tentang niatnya untuk menghabisi nyawa gadis itu. Bima, alih-alih mencegah atau melapor, memilih diam. Ia menjadi saksi bisu yang kemudian berubah menjadi kaki tangan. >>> Malam Kelam di Sekolah TK Malintang Ketiganya bergerak ke arah Sekolah TK di daerah Malintang, Kecamatan Salimpaung lokasi yang sepi dan gelap, dipilih sebagai panggung eksekusi. Sesampainya di lokasi, Noval turun dari motornya. Saat CNS masih duduk di atas motor Bima, Noval langsung mencekiknya. Upaya pertama gagal; Bima sempat menepis tangan Noval, membuat CNS terjatuh. Namun, alih-alih menyelamatkan korban, Bima justru mundur. Ia membiarkan Noval dan CNS "menyelesaikan masalah". Sikap pasif Bima inilah yang membuka jalan bagi kematian CNS. Noval, yang sudah dikuasai amarah, kembali mencekik leher CNS hingga nyawanya melayang. Namun, kejahatan Noval tidak berhenti di situ. Setelah memastikan CNS tewas, ia melakukan kekerasan seksual terhadap jasad korban. Hasil autopsi later mengonfirmasi temuan sperma di rahim CNS, menambah lapisan kekejian pada kasus ini. >>> Pembuangan Mayat dan Kepanikan Bensin Habis Setelah memuaskan nafsu dan amarahnya, Noval perlu menyembunyikan bukti. Ia memasukkan jasad CNS ke dalam sarung. Karena tidak muat, ia meminta Bima mencari " width="135" height="240">
#KISAHTRAGIS Cinta Novita Sari : Karung Putih di Pinggir Jalan: Tragedi CNS dan Dendam atas "Prank" yang Berujung Maut. Sungai Tarab, Tanah Datar, Sumatera Barat. Pada pagi hari Rabu, 19 Februari 2025, warga di Jorong Ladang Koto dikejutkan oleh temuan mengerikan: sebuah karung putih tergeletak di pinggir jalan, di samping perkebunan warga. Saat dibuka, bukan hasil panen yang ditemukan, melainkan jasad seorang gadis remaja. Gadis itu adalah Cinta Novita Sari (15), siswi MTs yang hilang sejak dua hari sebelumnya. Kasus ini bukan sekadar pembunuhan biasa. Ini adalah kisah tentang bagaimana ego pria yang terluka, dibalut dengan manipulasi teman, dan diakhiri dengan kekerasan seksual serta pembuangan mayat yang dingin. Semua bermula dari sebuah lelucon (prank) di dunia maya yang dianggap remeh, namun berbuah petaka bagi nyawa seorang anak. >>> Akar Dendam: Dari Prank hingga Ancaman Kematian Pelaku utama adalah Noval Julianto (22), seorang warga Salimpaung yang sudah lama mengenal CNS. Motifnya terdengar absurd bagi akal sehat: rasa sakit hati karena merasa dipermainkan. Menurut pengakuan Noval, CNS pernah menghubungi nomor lain dan berpura-pura menjadi wanita berbeda. Noval, yang tertarik, berniat menemui "wanita misterius" tersebut di Lubuk Buaya, Kota Padang. Namun, saat ia hendak berangkat, CNS mengaku bahwa itu hanyalah dirinya sendiri yang sedang bercanda. Bagi Noval, ini bukan candaan, melainkan penghinaan. Egonya terluka. Puncaknya terjadi ketika CNS memblokir nomor telepon Noval. Rasa malu berubah menjadi amarah membabi buta. Noval bahkan sempat mengirimkan tangkapan layar berisi ancaman pembunuhan kepada CNS. Ironisnya, CNS mengirim bukti ancaman itu kepada ibunya. Sang ibu, menganggapnya hanya kenakalan remaja atau isengan semata, tidak terlalu menghiraukannya. Sebuah kelalaian yang nantinya akan disesali seumur hidup. >>> Jebakan Teman: Peran Bima Dwi Putra Noval tidak bertindak sendirian. Ia melibatkan Bima Dwi Putra (27), seorang kenalan baru CNS yang baru dikenal korban sekitar satu pekan sebelumnya. Noval memanipulasi Bima dengan janji akan mempertemukannya dengan CNS. Pada Selasa malam, 18 Februari 2025, pukul 20.00 WIB, Noval memberikan nomor CNS kepada Bima. Bima, tanpa curiga, menghubungi CNS dan mengajaknya bertemu. Pukul 21.00 WIB, Bima menjemput CNS menggunakan sepeda motor. Mereka menuju Lapangan Cindua Mato. Yang tidak diketahui Bima dan CNS adalah, Noval membuntuti mereka dari belakang. Di lapangan, ketiganya bertemu. Noval, dengan dalih yang tidak jelas, merampas handphone CNS. Terpojok dan ingin mengambil kembali barangnya, CNS terpaksa mengikuti Bima untuk menyusul Noval ke Salimpaung. Di sebuah tempat nongkrong di Salimpaung, topeng Noval terbuka. Tanpa sepengetahuan CNS, ia memberitahu Bima tentang niatnya untuk menghabisi nyawa gadis itu. Bima, alih-alih mencegah atau melapor, memilih diam. Ia menjadi saksi bisu yang kemudian berubah menjadi kaki tangan. >>> Malam Kelam di Sekolah TK Malintang Ketiganya bergerak ke arah Sekolah TK di daerah Malintang, Kecamatan Salimpaung lokasi yang sepi dan gelap, dipilih sebagai panggung eksekusi. Sesampainya di lokasi, Noval turun dari motornya. Saat CNS masih duduk di atas motor Bima, Noval langsung mencekiknya. Upaya pertama gagal; Bima sempat menepis tangan Noval, membuat CNS terjatuh. Namun, alih-alih menyelamatkan korban, Bima justru mundur. Ia membiarkan Noval dan CNS "menyelesaikan masalah". Sikap pasif Bima inilah yang membuka jalan bagi kematian CNS. Noval, yang sudah dikuasai amarah, kembali mencekik leher CNS hingga nyawanya melayang. Namun, kejahatan Noval tidak berhenti di situ. Setelah memastikan CNS tewas, ia melakukan kekerasan seksual terhadap jasad korban. Hasil autopsi later mengonfirmasi temuan sperma di rahim CNS, menambah lapisan kekejian pada kasus ini. >>> Pembuangan Mayat dan Kepanikan Bensin Habis Setelah memuaskan nafsu dan amarahnya, Noval perlu menyembunyikan bukti. Ia memasukkan jasad CNS ke dalam sarung. Karena tidak muat, ia meminta Bima mencari

About