@ustadz_gaulll: Rahasia mengapa pujian bisa berbahaya: semakin sering seseorang mendapatkan pengakuan, semakin sulit baginya membedakan antara berbuat baik dan ingin terlihat baik. Ini adalah racun yang paling manis. Awalnya kamu berbuat baik karena Allah. Kamu shalat karena ingin dekat. Kamu berbagi karena kasihan. Kamu belajar karena ingin paham. Tulus. Sepi. Tidak ada yang lihat. Lalu satu orang memuji: "MasyaAllah kamu baik sekali." Enak rasanya. Hati berbunga. Besoknya kamu berbuat baik lagi. Tapi ada yang berbeda. Di dalam niatmu, diam-diam ada bisikan kecil: "Semoga ada yang lihat lagi. Semoga ada yang puji lagi." Dan tanpa sadar, arah ibadahmu berbelok. Dari Allah, menjadi manusia. Dari langit, menjadi mata manusia. Ulama menyebutnya Hubbul Jah — Cinta akan pengakuan. Inilah yang dikatakan Rabi'ah Al-Adawiyah: "Persembunyikan kebaikanmu, sebagaimana kau menyembunyikan keburukanmu." Kenapa harus disembunyikan? Karena pujian itu candu. Candu pertama: kamu butuh pengakuan untuk merasa berharga. Candu kedua: kamu mulai mengatur kebaikanmu agar terlihat baik. Candu ketiga: kamu marah dan kecewa jika kebaikanmu tidak dipuji. Akhirnya kamu tidak lagi menjadi orang baik. Kamu hanya menjadi aktor yang sedang memerankan orang baik. Lihat perbedaannya: Berbuat baik: Kamu memberi meski tidak ada yang tepuk tangan. Ingin terlihat baik: Kamu hanya memberi ketika ada kamera. Berbuat baik: Kamu minta maaf duluan karena itu benar. Ingin terlihat baik: Kamu minta maaf di story agar terlihat dewasa. Semakin sering dipuji, semakin kabur batas itu. Kamu pikir kamu sedang ikhlas, padahal kamu sedang membangun panggung untuk dirimu sendiri. Lalu bagaimana cara selamat? Sufi mengajarkan 2 cara: 1. Sembunyikan sebagian kebaikanmu. Biarkan ada kebaikan yang hanya kamu dan Allah yang tahu. Itu akan menjadi jangkar keikhlasanmu. 2. Setelah dipuji, cepat-cepat istighfar di dalam hati. Bukan karena pujiannya salah. Tapi karena hatimu gampang berbelok. Ucapkan: "Ya Allah, ini bukan karena aku. Ini karena Engkau menutupi aibku." Pujian manusia itu bukan hadiah. Tapi ujian. Jika hari ini kamu berbuat baik dan tidak ada yang memuji, selamat. Berarti Allah sedang mendidikmu untuk tetap baik, bahkan tanpa penonton. Karena pada akhirnya, yang kita butuhkan bukan menjadi terlihat baik di mata manusia. Tapi menjadi benar-benar baik di mata Allah, bahkan saat tidak ada manusia yang melihat. #FilsufRasa #BahayaPujian #Ikhlas #Ribath💫 #ustadzgaul
𝙈𝙖𝙟𝙚𝙡𝙞𝙨 𝙍𝙄𝘽𝘼𝙏𝙃 TV
Region: ID
Friday 18 September 2026 11:41:01 GMT
Music
Download
Comments
ramli :
bismillah,pujian berhak di terima bagi yg pantas menerima..hadiah dari contoh kebaikan2 yg di lakukan,bukan diluar sangka sipat nafsu..mengetahui siapa yg di puji dan siap yg di hina itu termasuk membijaksanai perbuatan kt manusia[Berdoa][Berdoa][Berdoa],,
2026-09-18 11:53:34
0
To see more videos from user @ustadz_gaulll, please go to the Tikwm
homepage.