@aryan.islam208: ভাঙ্গা নৌকা বাইচ 🛶🌪️😎 song. .ফরিদপুর #tiktok #trendingvideo #1000k #foryou #fyppppppppppppppppppppppp @TikTok

Aryan Islam
Aryan Islam
Open In TikTok:
Region: BD
Friday 18 September 2026 15:03:58 GMT
115
13
3
1

Music

Download

Comments

m395602
🖤🇦🇷ꕷɪꫝϻ✿🇦🇷 :
2026-09-18 15:24:24
0
naimislam10h
𝓝𝓪𝓲𝓶 𝓲𝓼𝓵𝓪𝓶 :
2026-09-18 17:32:11
0
hacibul_islam_101
Hacibul Sheikh 🤟🤟 :
🥰🥰🥰
2026-09-18 15:12:24
0
To see more videos from user @aryan.islam208, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU — Berjuang demi masa depan tiga buah hatinya, Risnawati (33) pantang menyerah mengais rezeki di pinggir jalan poros Makassar-Parepare. Sejak Januari 2026, wanita kelahiran 1993 ini menggantungkan harapan pada lapak sederhana bernama Nasi Kuning Ade Ais. Lapak tersebut berada tepat di jalur keluar SPBU Lipukasi, Desa Lipukasi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Ibu muda yang menikah pada 2014 ini rutin berjualan setiap hari mulai pukul 06.00 WITA hingga 12.00 WITA. Berbekal meja portable dan payung besar pelindung terik matahari, Risnawati melayani para pembeli yang melintas. Porsi yang ditawarkan sangat ramah di kantong.  Hanya dengan Rp 10.000 per bungkus, pembeli sudah bisa menikmati nasi kuning dengan lauk mie, tahu, dan ayam atau telur. “10 ribu itu pakai ayam atau telur,” ujarnya saat ditemui Tribun-Timur.com, Rabu (9/9/2026). Dalam sehari, Risnawati menghabiskan sedikitnya 5 kilogram beras untuk dibuat nasi kuning. Dagangannya kerap ludes lebih cepat, terutama saat deretan sopir truk tengah mengantre solar di SPBU Lipukasi. Hasil menjual nasi kuning Risnawati gunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah ketiga anaknya. Saat ini, anak pertamanya sudah duduk di bangku kelas 5 SD, anak kedua kelas 2 SD. Sementara si bungsu masih mengenyam pendidikan di PAUD. Kehadiran lapak Nasi Kuning Ade Ais pun jadi penolong utama untuk para sopir yang parkir antri menunggu pengisian BBM. Reporter: Segitarius Narator: Rasni Gani Supporting: Najwa Nursyahbani (Mhs Magang UNM)
TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU — Berjuang demi masa depan tiga buah hatinya, Risnawati (33) pantang menyerah mengais rezeki di pinggir jalan poros Makassar-Parepare. Sejak Januari 2026, wanita kelahiran 1993 ini menggantungkan harapan pada lapak sederhana bernama Nasi Kuning Ade Ais. Lapak tersebut berada tepat di jalur keluar SPBU Lipukasi, Desa Lipukasi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Ibu muda yang menikah pada 2014 ini rutin berjualan setiap hari mulai pukul 06.00 WITA hingga 12.00 WITA. Berbekal meja portable dan payung besar pelindung terik matahari, Risnawati melayani para pembeli yang melintas. Porsi yang ditawarkan sangat ramah di kantong. Hanya dengan Rp 10.000 per bungkus, pembeli sudah bisa menikmati nasi kuning dengan lauk mie, tahu, dan ayam atau telur. “10 ribu itu pakai ayam atau telur,” ujarnya saat ditemui Tribun-Timur.com, Rabu (9/9/2026). Dalam sehari, Risnawati menghabiskan sedikitnya 5 kilogram beras untuk dibuat nasi kuning. Dagangannya kerap ludes lebih cepat, terutama saat deretan sopir truk tengah mengantre solar di SPBU Lipukasi. Hasil menjual nasi kuning Risnawati gunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah ketiga anaknya. Saat ini, anak pertamanya sudah duduk di bangku kelas 5 SD, anak kedua kelas 2 SD. Sementara si bungsu masih mengenyam pendidikan di PAUD. Kehadiran lapak Nasi Kuning Ade Ais pun jadi penolong utama untuk para sopir yang parkir antri menunggu pengisian BBM. Reporter: Segitarius Narator: Rasni Gani Supporting: Najwa Nursyahbani (Mhs Magang UNM)

About