@tribunjogja: WAKA SMAN 1 SENTOLO KULON PROGO PASTIKAN SATPAM TERDUGA PELAKU PELECEHAN SEKSUAL SUDAH BERHENTI BEKERJA Dugaan pelecehan seksual di SMA Negeri 1 Sentolo Kulon Progo kini menjadi perhatian banyak pihak. Aksi pelecehan diduga dilakukan oleh oknum satpam yang dipekerjakan di sana dan sudah terjadi berulang kali. Wakil Kepala SMAN 1 Sentolo Bidang Kesiswaan, Juhan Wahyudi menyatakan satpam yang dimaksud saat ini sudah berhenti bekerja dari sekolah tersebut. "Sejak kemarin satpam yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi di sini," kata Juhan ditemui pada Jumat (18/09/2026). Sebelumnya, ia mengatakan satpam itu masih bekerja di sana sampai tanggal 1 Oktober, sesuai kebijakan dari penyedia jasa. Namun yang bersangkutan sudah mendapat SP3 karena telah terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap pelajar perempuan di sana. Buktinya berupa rekaman video CCTV yang dipasang oleh pihak sekolah pada Agustus lalu. Sanksi diberikan pada satpam tersebut pada pertengahan Agustus oleh penyedia jasa. Satpam itu diduga telah melakukan aksinya selama bertahun-tahun, namun pihak sekolah tidak menindaklanjutinya dengan alasan minim bukti. Hal ini memicu kritik dari pelajar yang merasa pihak sekolah tidak serius dalam menangani laporan pelajar. Namun kritik itu berakhir dengan video klarifikasi oleh pelajar tersebut, yang memicu sorotan publik karena dinilai ada intimidasi dari pihak sekolah. Meski begitu, Juhan mengeklaim sudah tidak ada lagi permasalahan dengan pelajar tersebut. "Pelajar yang dimaksud beraktivitas seperti biasa di sekolah, kondisinya saat ini juga sudah kondusif," ujarnya. Terkait penanganan kasus pelecehan seksual, Juhan mengatakan pihaknya menyerahkan penanganan sepenuhnya ke kepolisian. Namun pihaknya tetap siap jika diminta untuk berkoordinasi lebih lanjut, termasuk menyiapkan pendampingan bagi pelajar perempuan yang pernah menjadi korban. Ia mengakui peristiwa seperti ini baru kali ini dialami selama 25 tahun berkarir sebagai Waka Kesiswaan. Namun ia menyatakan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi pihaknya untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi peristiwa berkaitan dengan pelajar di sekolah. Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Alexander Ermando Editor : Afifudin Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #sekolah #satpam #pelecehan
tribunjogjadotcom
Region: ID
Friday 18 September 2026 15:18:58 GMT
Music
Download
Comments
4RDI¥ :
pertama
2026-09-18 16:06:19
0
kun fayakun :
nah gitu pak.. nama baik sekolah dipertaruhkan.. biar siswi dan wali tenang
2026-09-18 16:04:58
1
To see more videos from user @tribunjogja, please go to the Tikwm
homepage.