Wishnu Mahendra :
kurang sependapat, leader memang mesti punya skill public speaking, mesti bisa memanage bawahan, tapi leader juga mesti tahu lapangan, mereka mesti punya pengalaman, tahu apa problem di lapangan, siapa kompetitor, kemudian berfikir dan mendelegasikan ide atau solusinya kepada bawahan,, yg bnyk terjadi baik diperushaan, birokrasi maupun level politis, adalah leader entah dtng darimana, memang keliatan cerdas, lulusan luar negeri tapi gak paham apa yg terjadi di lapangan, mereka punya setumpuk teori tapi teorinya ibarat daging mentah diberikan kepada bawahan, bawahannya yg memasak sendiri, tentu rasanya berbeda, ada yg suka dibakar, ada yg suka dgoreng, ada yg suka pedas, manis, asin, dsb dan parahnya ada yg gak bisa masak,, akhirnya prushaan amburadul, ceo sukses biasanya berawal dari nol, dulunya org kecil, org lapangan yg terlibat langsung, lihat sja history hidup 10 org terkaya di Indonesia.. dan yg paling mengerikan di Indonesia adalah menteri sbgai leader dari lembaga kementerian nyatanya kbnyakan bukan seorg teknokrat, ahli yg paham lapangan tetapi org politis yg gak tau apa2, mereka cuman pandai beretorika, akhirnya menteri hanya menjadi simbol, yg kerja wakil menteri atau staf ahli kementerian,, mereka bisa jadi menteri krna timbal balik politik, politik balas Budi dan bagi2 kekuasaan,,
2026-09-19 11:25:11