@dokter_kerti: Membalas @icasindoro Pengalaman dari @icasindoro ini memotret salah satu realitas klinis terpenting bagi pasien Gangguan Afektif Bipolar (kode ICD-10 F31): Rebound Symptom & Pentingnya Penstabil Suasana Hati (Mood Stabilizer) Rutin. Saat obat penstabil mood atau antipsikotik dihentikan atau terputus, otak penderita Bipolar akan kehilangan "rem" biologisnya. Akibatnya, neurotransmiter seperti dopamin dan glutamat melonjak secara tak terkontrol, memicu kondisi flight of ideas—di mana pikiran berputar sangat cepat, tumpang tindih, dan memicu ketidaknyamanan emosional yang hebat. Mengapa Putus Obat Bipolar (F31) Bikin Otak "Sibuk Gak Jelas": Hilangnya Penstabil Neurotransmiter (Mood Stabilizer Drop): Obat-obatan seperti Lithium, Valproate, atau antipsikotik penyeimbang bekerja mengatur regulasi sinyal listrik dan kimiawi di otak. Ketika obat tidak diminum, kadar obat dalam darah (therapeutic window) merosot drastis, menyebabkan sirkuit otak kembali ke kondisi tidak stabil. Mekanisme Flight of Ideas (Pikiran Meloncat-loncat): Rasa "otak sibuk" adalah gejala khas saat episode hipomanik/manik atau episode campuran (mixed state). Otak memproduksi jutaan gagasan, memori, dan kecemasan sekaligus tanpa kemampuan untuk menyaring mana yang penting dan mana yang tidak. Risiko Rebound Effect & Kekambuhan Episode Berat: Menghentikan obat Bipolar secara mendadak (abrupt withdrawal) jauh lebih berbahaya daripada menurunkan dosis secara bertahap. Hal ini bisa memicu episode manik berat (bahkan dengan gejala psikotik seperti F31.2) atau lemparan ke episode depresi dalam (bipolar depression).
dr. Ni Wayan Kertiasih, Sp.KJ.
Region: ID
Saturday 19 September 2026 01:13:15 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @dokter_kerti, please go to the Tikwm
homepage.