@lukayangbernamakamu: Mas, aku pernah berada di satu titik yang sampai hari ini masih sering datang di kepalaku. Titik di mana aku tidak sanggup melangkah pergi. Aku hanya berdiri di depan rumah yang dulu rasanya seperti rumah kita. Rumah yang dulu di dalamnya ada aku dan kamu. Tempat yang pernah dipenuhi tawa, cerita-cerita kecil, dan harapan tentang masa depan yang ternyata tidak pernah benar-benar ada. Hari itu aku berdiri cukup lama. Entah berapa menit, entah berapa jam. Aku sendiri sudah tidak ingat. Yang kuingat hanya satu. Kamu menutup pintu itu. Dengan keras. Tanpa menoleh lagi ke arahku. Suara pintu itu sampai sekarang masih sering terdengar di kepalaku. Bukan karena kerasnya. Tapi karena setelah pintu itu tertutup, aku sadar kalau bukan hanya pintunya yang ditutup. Kamu juga sedang menutup semua kemungkinan tentang kita. Aku berdiri sendirian di luar. Seperti seseorang yang tidak lagi memiliki tempat untuk pulang. Aku tidak mengetuk pintu itu lagi. Aku tidak berteriak memanggil namamu. Aku tidak memohon agar kamu membukanya kembali. Aku hanya menunduk. Diam. Karena ternyata ada rasa sakit yang begitu besar sampai air mata pun rasanya enggan keluar. Aku hanya melihat lantai di depanku. Berharap mungkin beberapa detik lagi pintu itu akan terbuka lagi. Berharap mungkin kamu akan keluar dan berkata kalau semua ini hanya salah paham. Tapi harapan itu tidak pernah terjadi. Pintu itu tetap tertutup. Dan aku tetap berdiri di luar. Mas, waktu itu rasanya seperti aku sedang diusir dari tempat yang selama ini kuanggap rumah. Padahal sebelumnya kamulah yang mempersilahkanku masuk. Kamulah yang membuatku percaya bahwa aku boleh menetap. Kamulah yang bilang aku tidak perlu takut berjalan sendirian lagi. Lalu kenapa akhirnya aku justru menjadi orang pertama yang harus keluar? Aku sering bertanya-tanya. Apa memang semudah itu mengeluarkan seseorang yang sudah bertahun-tahun tinggal di hatimu? Apa memang semudah itu berpura-pura tidak mengenal seseorang yang dulu begitu kamu perjuangkan? Atau memang hanya aku yang menganggap semua itu berarti? Hari itu aku pulang dengan langkah yang sangat berat. Rasanya bukan kakiku yang berjalan. Tapi tubuhku yang menyeret sisa-sisa harapan yang sudah hancur. Sejak hari itu aku sadar. Ada orang yang bisa mengusir kita tanpa mengucapkan kalimat "pergi." Cukup dengan diamnya. Cukup dengan pintu yang ditutup. Cukup dengan sikapnya yang membuat kita mengerti kalau kehadiran kita sudah tidak lagi diinginkan. Mas... Aku sudah terlalu lama berdiri di depan pintu itu. Meski ragaku sudah pergi, hatiku masih sering kembali ke sana. Masih sering membayangkan bagaimana kalau waktu itu semuanya berbeda. Bagaimana kalau pintu itu tidak pernah ditutup. Bagaimana kalau kita sama-sama memilih bertahan. Tapi hidup tidak berjalan dengan kata "bagaimana kalau." Hidup terus memaksaku melangkah. Sedangkan kakiku masih terasa berat. Aku ingin pergi dari tempat itu. Aku ingin berhenti menunggu pintu yang tidak akan pernah terbuka lagi. Aku ingin berdiri lebih tegak. Aku ingin hidup tanpa terus melihat ke belakang. Tapi ternyata keluar dari sebuah tempat jauh lebih mudah daripada keluar dari kenangan. Kenangan tidak punya alamat. Dia tinggal di kepala. Dia datang kapan saja. Kadang saat aku sedang tertawa. Kadang saat aku sedang sendirian. Kadang hanya karena melihat seseorang memakai baju yang mirip denganmu. Atau mendengar suara pintu ditutup. Semua itu cukup membuatku kembali ke hari itu.

Ruang Lupa
Ruang Lupa
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 19 September 2026 07:17:17 GMT
34910
1472
22
49

Music

Download

Comments

nanikertadijaya
Na NIKERTADIJAYA :
kenapa semua nya harus pergi meninggalkan ku.? apa dekat denganku semenyakitkan itu.?
2026-09-26 02:14:41
2
luna.natasa6
Luna Natasa :
yg kualami skrng tp harus berusaha pergi, demi harga diri tanpa menoleh kebelakang lg, tak akan lg mengejar sesuatu yg sdh tdk di takdirkan untuk kita
2026-09-20 03:41:17
12
princess_meiling86
𝓓𝓲 𝓴𝓪𝓵𝓪 𝓼𝓮𝓷𝓳𝓪 :
masih terjebak disini menunggu yang telah pergi menoleh pun dia tak ingin😢😢😢
2026-09-23 08:52:16
5
naviashaqueena
🦂吳麗娜 £!n@ 🦂 :
dan AQ lah salah satu orang yg sedang Merakannya sekarang, meski di bibir berkata ikhlas tp nyatanya dihati sangatlah berat, melihatnya sudah menemukan kebahagiaannya dengan yg lain sedangkan AQ masih tetap berharap dengan semua kenangan yg pernah ada 🥹
2026-09-23 13:12:28
4
dhenok1802
Andiniimelda_ :
aku sedang di fase itu,🥺🥺
2026-10-10 23:58:47
1
atktyyaass
𝑻𝒂𝒖𝒓𝒖𝒔𝒈𝒖𝒓𝒍𝒔𝒔_ :
kak deep bgt.. 🥹🤍🤍🤍
2026-10-06 08:03:01
3
niluhputu21
Mama Niluh :
yg aku alami sekarang.. [Berdoa][Berdoa][Berdoa]
2026-09-20 03:27:32
3
gemini13jun
Lol :
Ntahlah😥
2026-09-21 02:54:16
1
bidadariicintaa
Retti Miniarti :
Lagunya bkin aqu 😭😭😭😭
2026-09-25 22:33:57
0
muhalfatih820
opiii✨ :
kak persis yg aku rasakan 😭
2026-10-07 06:51:14
0
molli6477
Rully6477 :
Aku pernah berada di titik ini🥺
2026-09-23 00:40:14
0
virgo_jenong1988
🖤 :
ini yg aku alami 🥹
2026-09-21 00:33:09
0
icdlzr
Caca🎀 :
2026-09-29 10:28:03
0
titengpeace
TitengPeace :
Terjebak Sebuah Kenangan... Yang Datang Kesedihanmu... Yang Datang Kebahagianmu... Kemungkinan Juga Yang Datang Air Matamu... Dan Mereka Semua Datang Membawa Penyesalanmu... Saat Itu Ragamu Hanya Diam Saja Terpaku Oleh Ingatan Masa Lalu...
2026-09-20 19:28:30
1
user971600822356
user971600822356 :
semua pasti ada sebab ny knp dia nglakuin hal sperti itu. g ada seorg dmn pun bkal nglakuin hal setega seperti itu klo g di awalin nyari masalah. klo g brawal dr sebab udah pasti bkl ada akibat ny mkny dia nglakuin itu.
2026-10-08 17:05:39
1
oshin8790
Oshin :
😭😭😭😭😭😭
2026-09-20 12:14:22
2
a.sbee0224
maleficent makshika :
😂😂😂
2026-09-20 15:38:27
0
laylazen73
layla :
😭😭😭😭😭😭
2026-09-21 06:01:51
0
dsmntra
inlizna :
😭😭😭
2026-09-20 13:37:58
0
denting.hati0
denting hati :
😢😢🤩
2026-09-21 10:55:05
0
To see more videos from user @lukayangbernamakamu, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About