Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@cafemambo_bottelary: Cafe Mambo Summer Season loading ✅👌 0672829500 Book with us!
Cafe Mambo Bottelary
Open In TikTok:
Region: ZA
Saturday 19 September 2026 09:55:34 GMT
1429
32
6
3
Music
Download
No Watermark .mp4 (
26.6MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
26.6MB
)
Watermark .mp4 (
84.18MB
)
Music .mp3
Comments
Kulsum Lewis :
hi guys do you do the deco yourself
2026-09-19 12:22:01
0
Lady A :
Can you book venue and supply own food and decor
2026-09-19 18:11:00
1
@chef_randall7 :
❤️❤️❤️
2026-09-19 14:01:50
1
Andy Jacobs :
👍👍👍
2026-09-20 00:37:40
0
To see more videos from user @cafemambo_bottelary, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Judge Mogen Sentences A DWI Driver In Court! #judge #court #lawyer #law #crime #criminal #arrest #jail #prison #addict #defendant #guilty #innocent #cop #police #attorney #courtroom #courthouse #wisconsin #burnettcounty #fyp
#дуэт с @a.moment.7 его бы на стрим
dậy đi, em xin anh đó.. #satorugojo #gojo #jjk #jujutsukaisen #gungoo_grp
#pov : Bel panjang tanda jam pelajaran terakhir baru saja berbunyi. Suara riuh para murid yang bersiap pulang langsung memenuhi koridor lantai dua. Kamu membereskan buku-buku di atas meja dengan perasaan yang sedikit lebih tenang. Setidaknya, hari ini pelajaran sudah selesai dan kamu berniat untuk langsung pulang ke rumah, tidur, dan melupakan keruwetan seminggu ini. Kamu yakin Keonho pasti sedang beristirahat di rumahnya memulihkan luka-luka akibat kecelakaan kemarin, begitu pikirmu. Namun, saat kamu menggendong tas dan melangkah keluar dari pintu kelas XII IPA 2, pemandangan yang menyambutmu sukses membuat langkahmu terhenti total. Sesosok cowok jangkung sedang berdiri bersandar di bingkai pintu kelasmu. Ia mengenakan jaket hoodie oversize berwarna abu-abu dengan celana abu-abu seragam sekolah. Di pelipis kirinya menempel plester luka berukuran sedang, dan beberapa luka gores tipis menghiasi buku-buku jari tangannya. Tapi raut wajahnya? Sama sekali tidak mencerminkan orang sakit. Itu Keonho. Ia berdiri di sana sembari memegang satu cup minuman dingin, dikelilingi beberapa cewek yang terus berusaha mengajak bicara sambil menunggu bel pulang tadi. Begitu matanya menangkap kehadiranmu di ambang pintu, senyum miring khasnya langsung terpasang utuh. "Nah, si cantik yang ditunggu akhirnya keluar juga," suara Keonho terdengar cukup nyaring, memotong percakapan di sekitar koridor yang ramai. Kamu membeku di tempat, matamu membelalak sempurna. "Ngapain cowok gila ini berdiri di depan kelas pas jam pulang?!" batinmu. Kirana dan Naya yang berjalan tepat di belakangmu langsung terperanjat. Kirana menatapmu dengan mata berbinar-binar penuh godaan, lalu menyikut lengan Naya dengan heboh. "Cieee! Yang jemputan pulangnya kapten basket!" goda Kirana tanpa rasa bersalah. Naya ikut-ikutan menimpali sambil tertawa, "Siap-siap aja lo, pulang sekolah ini resmi dapet gelar jadi pacar ke seratus nya Keonho!" Sorakan kecil mulai terdengar dari anak-anak kelas lain yang ikut keluar kelas dan menyaksikan pemandangan itu. Mukamu seketika memerah padam, antara malu setengah mati dan emosi yang mendidih. Kamu berjalan cepat mendekati Keonho, menarik ujung jaketnya sedikit menjauh dari kerumunan murid yang bersiap pulang. "Lo ngapain di sini, sih?! Muka lo masih bonyok gitu, bukannya di rumah!" Keonho tidak marah atau terganggu saat kamu menarik jaketnya. Ia justru menurunkan pandangannya, menatap matamu yang penuh kekesalan dari jarak dekat. "Ngapain?" Keonho mengulang pertanyaanmu dengan nada santai, lalu menyesap minumannya. "Ya menagih janji, lah. Inget kan? Kita ngedate hari ini, sekarang." Kamu menyipitkan mata, menatap plester di pelipisnya dengan curiga. "Sekarang?! Kan bisa minggu depan atau pas luka lo sembuh!" "Enak aja," kekeh Keonho pelan. Ia menundukkan kepalanya sedikit, berbisik tepat di depan wajahmu agar hanya kamu yang mendengar. "Gue udah nungguin di depan kelas lo pas bel pulang cuma buat memastikan lo gak kabur lewat pintu belakang. Jadi, ayo pergi." Cengiran tengil terukir manis di wajah tampannya, lengkap dengan kekehan kecil yang sangat menyebalkan di matamu. Ia tampak begitu puas melihatmu mati kutu tanpa bisa membantah lagi di depan teman-temanmu. Kamu mengepalkan tangan di sisi tubuh, menghela napas pasrah yang sangat berat. "Terserah lo deh," desismu ketus, pasrah mengikutinya berjalan menembus kerumunan koridor menuju parkiran, sementara Keonho masih tertawa pelan menikmati kemenangannya. Di sepanjang koridor menuju area parkiran, langkahmu harus tertahan beberapa kali. Keonho benar-benar berada di habitatnya. Setiap beberapa meter, ada saja siswi yang menyapanya—mulai dari teman seangkatan, adik kelas yang malu-malu, sampai anggota tim pemandu sorak. Dan Keonho? Cowok itu merespons mereka dengan kelakuan yang makin membuatmu mengelus dada. "Dah Keonho! Pelipisnya cepat sembuh ya!" sapa seorang siswi berambut panjang yang lewat di samping kalian. (comsec+++) #KEONHO #fyp #xcyzba #alternativeuniverse
#pov #لحظه_ادراك #حزين #حزن #قلبي_حزين
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy