@chacha.gospel.ban: Jesus na my Best Friend oh What a Blessed assurance we have!!! 🔥🔥🔥🙌🙌

Chacha Gospel Band
Chacha Gospel Band
Open In TikTok:
Region: CM
Saturday 19 September 2026 10:17:03 GMT
796
97
14
3

Music

Download

Comments

ladyheart146
Lady heart 🇨🇲 :
am coming to soon to sing with you yah am tired of watching 👀 from afar wehh I miss you so much ohhh kaii[Heartwarming]
2026-09-19 10:54:48
0
samigroovesman
samigroovesman :
Ohh Jesus ❤️❤️
2026-09-19 12:33:27
0
chops.by.n
N chops and events :
Yes lord 🥰🥰🥰
2026-09-19 12:02:05
0
heraldvoice
Prince Paul HV :
🔥🔥🔥🔥 More Grace Daddy
2026-09-19 11:07:00
0
lekonde6
Lekonde :
Halleluja
2026-09-19 10:35:02
0
queenzenab3
Queenzenab :
Oh la la
2026-09-19 10:24:21
0
ladyheart146
Lady heart 🇨🇲 :
2026-09-19 10:53:38
0
nguvejohnel
johnel Nguve :
👌👌👌
2026-09-19 12:26:34
0
To see more videos from user @chacha.gospel.ban, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kamu masih berdiri kaku di tempat. Jantungmu ga karuan. Degupnya makin cepet, kaya mau lompat keluar. “Lo... kenapa sih bengong gitu?” Nara nyenggol lenganmu. Kamu langsung sadar, buru-buru ngalihin pandangan. “Ngga... panas aja.” Padahal jelas bukan itu. Tatapan Evan barusan... itu aneh banget. Kaya dia.... kenal kamu. Author: emng wkwk. Acara berlangsung ricuh, penuh teriakan. Evan naik ke panggung, senyum sana-sini, dadah ke semua orang. Pembawa acara sibuk ngomong ini-itu, tapi kamu? Nggak ada satu kata pun yang masuk ke otakmu. Pikiranmu cuma muter di satu hal. Tatapan dia tadi. Dan… senyum itu. Kenapa rasanya familiar banget? — “Sekarang kita bakal ada sesi interaksi sama guest kita hari ini!” suara MC menggema. Lapangan makin heboh. “Beberapa siswa bakal dipilih buat naik ke atas panggung!” Nara langsung heboh. “WOY kalo gue kepilih gue pingsan sih fix!” “Eh eh, gue dong yang kepilih pasti.” saut siswi lain sambil cengar-cengir gajelas. “Ngga ah, gue pasti!” balas Nara. Kamu cuma nyengir tipis, masih setengah nggak fokus. Sampai… “Yang pake pita biru di rambut, boleh naik ke sini!” Kamu refleks megang rambutmu. Pita biru. Hah? Nara langsung teriak, “ITU LO WOY!!” “HAH?!” kamu panik. Semua orang mulai nengok ke arah kamu. Beberapa bahkan dorong kamu maju. “CEPET NAIK WOY!” teriak yang lain. “Anjir…” kamu bener-bener gak siap. Dengan langkah ragu, kamu maju ke depan. Kakimu rasanya lemes. Naik ke atas panggung. Dan yah… Sekarang kamu berdiri tepat di depan dia. Evan. Dekat banget. Lebih ganteng dari yang kamu lihat tadi. Bahkan terlalu nyata. Dia diem sambil matanya terus fokus natap kamu intens. Sunyi di antara kalian, meskipun sekitar masih berisik. “Nama kamu?” tanya MC. “Y-Y/N…” MC lanjut ngomong sesuatu, tapi Evan masih aja ngeliatin kamu. Tatapannya beda. Bukan kayak ke fans. Lebih dalam.nLebih… personal. Dan tiba-tiba— “Masih suka pake pita ya.” Suara Evan pelan. Tapi cukup buat kamu kaget setengah mati, kok dia bisa tau sih?? “Hah?” tanyamu, mencoba memastikan bahwa yang kamu dengar barusan itu salah. Tapi Evan masih ngeliatin kamu, berharap kamu ingat apa yang dia maksud baruan. Tapi kamu cuman bengong. Ya jelas atuh, kamu udah ga kenal Evan lagi sekarang mah. “Maaf, maksudnya?” tanyamu pelan, agak canggung. Untuk sesaat──Senyuman di wajah Evan seketika memudar. “Oh.. Nggak. Cuma kebetulan aja. Cocok sih pitanya.” Di bawah panggung, teriak para siswi makin heboh. “AAA DIGOMBALIN!!” “IRI BANGET GUE SUMPAH!!” Setelah itu MC nyambar dan langsung menyuruh semua siswa siswi memberikan tepuk tangan untuk mu. Kamu langsung disuruh turun. Langkahmu cepet, bahkan hampir saja kamu jatuh pas turun tangga saking cepetnya kamu melangkah turun tangga. Begitu sampai dibawah──Nara langsung narik kamu. “WOY APAAN ITU? LO DIGODAIN EVAN ANJIR!” “Apaan sih, lebay deh.” “Tadi dia ngomong apa ke lo?!” tanya Nara tak sabaran. “Cuma ngomong pita doang.” Nara melotot. “PITA DOANG?? ITU FLIRT WOY FLIRT!!” •• Selesai acara. Kamu dan Nara pulang bersama, sepanjang perjalanan tak henti-hentinya sahabat mu itu memuji mu karena beruntung bisa di pilih naik ke atas panggung barusan. “Udah.. udah. Sampe sini aja.” ucapmu lalu turu dari sepedah Nara. “Loh kenapa?” “Dari tadi ngoceh mulu, muak gue.” jawabmu sambil berjalan menuju rumah mu. “Yeh.. Awas ya besok minta nebeng ke gue lagi!” Kamu tak menjawab ucapan Nara. Hanya perjalanan santai melewati sawah-sawah di pinggir jalan desamu, sesekilas juga kamu melirik mobil hitam yang melewati kamu dengan santai. “Buset ada orang kaya.” celetukmu saat melihat mobil itu melewatimu begitu saja. Sesampainya dirumah. Kamu masuk kedalam rumah tanpa melihat ada mobil terparkir didepan rumah mu. Mobil yang sama. Pintu rumah kamu dorong pelan. “Ayah..” suaramu biasa aja, masih kebawa capek dan sisa bingung dari kejadian tadi. “Iya.” Langkahmu langsung berhenti. Itu… bukan suara ibu. Pelan-pelan kamu nengok ke ruang tamu. Dan di sana—Jantungmu langsung jatuh ke perut. Evan. Ramein yaa. #heeseung #pov #enhypenpov
Kamu masih berdiri kaku di tempat. Jantungmu ga karuan. Degupnya makin cepet, kaya mau lompat keluar. “Lo... kenapa sih bengong gitu?” Nara nyenggol lenganmu. Kamu langsung sadar, buru-buru ngalihin pandangan. “Ngga... panas aja.” Padahal jelas bukan itu. Tatapan Evan barusan... itu aneh banget. Kaya dia.... kenal kamu. Author: emng wkwk. Acara berlangsung ricuh, penuh teriakan. Evan naik ke panggung, senyum sana-sini, dadah ke semua orang. Pembawa acara sibuk ngomong ini-itu, tapi kamu? Nggak ada satu kata pun yang masuk ke otakmu. Pikiranmu cuma muter di satu hal. Tatapan dia tadi. Dan… senyum itu. Kenapa rasanya familiar banget? — “Sekarang kita bakal ada sesi interaksi sama guest kita hari ini!” suara MC menggema. Lapangan makin heboh. “Beberapa siswa bakal dipilih buat naik ke atas panggung!” Nara langsung heboh. “WOY kalo gue kepilih gue pingsan sih fix!” “Eh eh, gue dong yang kepilih pasti.” saut siswi lain sambil cengar-cengir gajelas. “Ngga ah, gue pasti!” balas Nara. Kamu cuma nyengir tipis, masih setengah nggak fokus. Sampai… “Yang pake pita biru di rambut, boleh naik ke sini!” Kamu refleks megang rambutmu. Pita biru. Hah? Nara langsung teriak, “ITU LO WOY!!” “HAH?!” kamu panik. Semua orang mulai nengok ke arah kamu. Beberapa bahkan dorong kamu maju. “CEPET NAIK WOY!” teriak yang lain. “Anjir…” kamu bener-bener gak siap. Dengan langkah ragu, kamu maju ke depan. Kakimu rasanya lemes. Naik ke atas panggung. Dan yah… Sekarang kamu berdiri tepat di depan dia. Evan. Dekat banget. Lebih ganteng dari yang kamu lihat tadi. Bahkan terlalu nyata. Dia diem sambil matanya terus fokus natap kamu intens. Sunyi di antara kalian, meskipun sekitar masih berisik. “Nama kamu?” tanya MC. “Y-Y/N…” MC lanjut ngomong sesuatu, tapi Evan masih aja ngeliatin kamu. Tatapannya beda. Bukan kayak ke fans. Lebih dalam.nLebih… personal. Dan tiba-tiba— “Masih suka pake pita ya.” Suara Evan pelan. Tapi cukup buat kamu kaget setengah mati, kok dia bisa tau sih?? “Hah?” tanyamu, mencoba memastikan bahwa yang kamu dengar barusan itu salah. Tapi Evan masih ngeliatin kamu, berharap kamu ingat apa yang dia maksud baruan. Tapi kamu cuman bengong. Ya jelas atuh, kamu udah ga kenal Evan lagi sekarang mah. “Maaf, maksudnya?” tanyamu pelan, agak canggung. Untuk sesaat──Senyuman di wajah Evan seketika memudar. “Oh.. Nggak. Cuma kebetulan aja. Cocok sih pitanya.” Di bawah panggung, teriak para siswi makin heboh. “AAA DIGOMBALIN!!” “IRI BANGET GUE SUMPAH!!” Setelah itu MC nyambar dan langsung menyuruh semua siswa siswi memberikan tepuk tangan untuk mu. Kamu langsung disuruh turun. Langkahmu cepet, bahkan hampir saja kamu jatuh pas turun tangga saking cepetnya kamu melangkah turun tangga. Begitu sampai dibawah──Nara langsung narik kamu. “WOY APAAN ITU? LO DIGODAIN EVAN ANJIR!” “Apaan sih, lebay deh.” “Tadi dia ngomong apa ke lo?!” tanya Nara tak sabaran. “Cuma ngomong pita doang.” Nara melotot. “PITA DOANG?? ITU FLIRT WOY FLIRT!!” •• Selesai acara. Kamu dan Nara pulang bersama, sepanjang perjalanan tak henti-hentinya sahabat mu itu memuji mu karena beruntung bisa di pilih naik ke atas panggung barusan. “Udah.. udah. Sampe sini aja.” ucapmu lalu turu dari sepedah Nara. “Loh kenapa?” “Dari tadi ngoceh mulu, muak gue.” jawabmu sambil berjalan menuju rumah mu. “Yeh.. Awas ya besok minta nebeng ke gue lagi!” Kamu tak menjawab ucapan Nara. Hanya perjalanan santai melewati sawah-sawah di pinggir jalan desamu, sesekilas juga kamu melirik mobil hitam yang melewati kamu dengan santai. “Buset ada orang kaya.” celetukmu saat melihat mobil itu melewatimu begitu saja. Sesampainya dirumah. Kamu masuk kedalam rumah tanpa melihat ada mobil terparkir didepan rumah mu. Mobil yang sama. Pintu rumah kamu dorong pelan. “Ayah..” suaramu biasa aja, masih kebawa capek dan sisa bingung dari kejadian tadi. “Iya.” Langkahmu langsung berhenti. Itu… bukan suara ibu. Pelan-pelan kamu nengok ke ruang tamu. Dan di sana—Jantungmu langsung jatuh ke perut. Evan. Ramein yaa. #heeseung #pov #enhypenpov

About