@oygarden.jenter.2013: #håndball #draft #lengesidensist #øygarden alle var ikke med fordi di va gått hjem.

Øygarden.j2013
Øygarden.j2013
Open In TikTok:
Region: NO
Saturday 19 September 2026 11:28:40 GMT
2264
149
11
7

Music

Download

Comments

astridpastrid47
🥂strid :
My girls!!!
2026-09-19 11:43:03
2
makar.samokathik
Makar samokathik 32 :
Mq
2026-09-19 11:51:51
1
secret67lowklittprivatt
🤍🤍🤍 :
Drømmen😩❤️
2026-09-19 19:01:10
1
broskibrosk7
HJARTØY🥶 :
🔥🔥
2026-09-19 12:55:42
1
hagen8663
Hagen :
2026-09-19 13:07:16
1
amalievillanger
amalie💓 :
2026-09-19 14:16:53
1
vildelokkebo
Vilde🤍 :
2026-09-19 11:33:59
1
urfav_kawkab67
Kawkab💞🤾‍♀️ :
@Lisa E tingvoll denne plassen gir meg masse minner
2026-09-19 12:00:57
1
To see more videos from user @oygarden.jenter.2013, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pernahkah kita membayangkan… Kita belum pernah melihat wajah Rasulullah ﷺ. Belum pernah berjabat tangan dengan beliau. Belum pernah duduk di majelis beliau. Bahkan kita hidup ratusan tahun setelah beliau wafat. Namun Rasulullah ﷺ pernah berkata bahwa beliau sangat ingin bertemu dengan saudara-saudaranya—yaitu orang-orang yang beriman kepada beliau meskipun belum pernah melihat beliau. Dan ada saat ketika Rasulullah ﷺ menangisi umatnya. Beliau berkata: “Ya Allah, umatku… umatku…” Beliau bukan menangis karena kehilangan dunia. Bukan karena harta. Bukan karena kedudukan. Beliau menangis karena memikirkan keselamatan umatnya. Sementara kita? Sering kali kita sibuk mengejar dunia sampai lupa kepada siapa yang telah menunjukkan jalan keselamatan kepada kita. Kita mungkin lalai bershalawat. Lalai menjaga sunnah. Lalai memperbaiki hati. Bahkan terkadang kita lebih mengenal tokoh dunia daripada mengenal Rasulullah ﷺ. Namun cinta Rasulullah ﷺ kepada umatnya bukan sekadar perasaan. Cinta itu memiliki jalan. Allah berfirman: “Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.” QS. Ali ’Imran: 31 Inilah cinta menurut Ahlus Sunnah: Bukan hanya menangis ketika mendengar kisah Nabi ﷺ. Tetapi mengikuti sunnahnya. Bukan hanya memperbanyak ucapan cinta. Tetapi meninggalkan apa yang beliau larang. Bukan hanya mengaku mencintai beliau. Tetapi berusaha memiliki akhlak yang beliau ajarkan. Dan di sinilah hati kita perlu dibersihkan. Karena tazkiyah bukan sekadar memperindah ucapan tentang Allah, tetapi membersihkan hati dari kesombongan, riya, dengki, cinta dunia yang berlebihan, dan hawa nafsu, kemudian mengisinya dengan ikhlas, sabar, tawakal, takut kepada Allah, dan cinta kepada-Nya. Semakin kita mengenal Rasulullah ﷺ, seharusnya semakin lembut hati kita. Semakin dekat kepada Allah, seharusnya semakin baik akhlak kita. Dan semakin mencintai Nabi ﷺ, seharusnya semakin kuat keinginan kita untuk mengikuti sunnah beliau. Kita mungkin sering lupa kepada beliau… Tetapi jangan sampai kita lupa bahwa keselamatan kita adalah sesuatu yang sangat beliau pedulikan. Maka malam ini, mari berhenti sejenak dari kesibukan dunia. Perbanyaklah shalawat. Baca sirah beliau. Pelajari sunnah beliau. Perbaiki shalat kita. Bersihkan hati kita. Dan katakan dalam hati: “Ya Rasulullah ﷺ, kami memang tidak pernah melihatmu. Tetapi kami berharap kelak dikumpulkan bersamamu di surga.” Semoga Allah menjadikan kita termasuk umat yang beliau cintai, yang mengikuti sunnahnya, dan mendapatkan syafaatnya dengan izin Allah pada hari kiamat. Allahumma shalli wa sallim ’ala nabiyyina Muhammad ﷺ. #HaditsHarian #DakwahIslam #AhlusSunnah #SunnahNabi #Rasulullah
Pernahkah kita membayangkan… Kita belum pernah melihat wajah Rasulullah ﷺ. Belum pernah berjabat tangan dengan beliau. Belum pernah duduk di majelis beliau. Bahkan kita hidup ratusan tahun setelah beliau wafat. Namun Rasulullah ﷺ pernah berkata bahwa beliau sangat ingin bertemu dengan saudara-saudaranya—yaitu orang-orang yang beriman kepada beliau meskipun belum pernah melihat beliau. Dan ada saat ketika Rasulullah ﷺ menangisi umatnya. Beliau berkata: “Ya Allah, umatku… umatku…” Beliau bukan menangis karena kehilangan dunia. Bukan karena harta. Bukan karena kedudukan. Beliau menangis karena memikirkan keselamatan umatnya. Sementara kita? Sering kali kita sibuk mengejar dunia sampai lupa kepada siapa yang telah menunjukkan jalan keselamatan kepada kita. Kita mungkin lalai bershalawat. Lalai menjaga sunnah. Lalai memperbaiki hati. Bahkan terkadang kita lebih mengenal tokoh dunia daripada mengenal Rasulullah ﷺ. Namun cinta Rasulullah ﷺ kepada umatnya bukan sekadar perasaan. Cinta itu memiliki jalan. Allah berfirman: “Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.” QS. Ali ’Imran: 31 Inilah cinta menurut Ahlus Sunnah: Bukan hanya menangis ketika mendengar kisah Nabi ﷺ. Tetapi mengikuti sunnahnya. Bukan hanya memperbanyak ucapan cinta. Tetapi meninggalkan apa yang beliau larang. Bukan hanya mengaku mencintai beliau. Tetapi berusaha memiliki akhlak yang beliau ajarkan. Dan di sinilah hati kita perlu dibersihkan. Karena tazkiyah bukan sekadar memperindah ucapan tentang Allah, tetapi membersihkan hati dari kesombongan, riya, dengki, cinta dunia yang berlebihan, dan hawa nafsu, kemudian mengisinya dengan ikhlas, sabar, tawakal, takut kepada Allah, dan cinta kepada-Nya. Semakin kita mengenal Rasulullah ﷺ, seharusnya semakin lembut hati kita. Semakin dekat kepada Allah, seharusnya semakin baik akhlak kita. Dan semakin mencintai Nabi ﷺ, seharusnya semakin kuat keinginan kita untuk mengikuti sunnah beliau. Kita mungkin sering lupa kepada beliau… Tetapi jangan sampai kita lupa bahwa keselamatan kita adalah sesuatu yang sangat beliau pedulikan. Maka malam ini, mari berhenti sejenak dari kesibukan dunia. Perbanyaklah shalawat. Baca sirah beliau. Pelajari sunnah beliau. Perbaiki shalat kita. Bersihkan hati kita. Dan katakan dalam hati: “Ya Rasulullah ﷺ, kami memang tidak pernah melihatmu. Tetapi kami berharap kelak dikumpulkan bersamamu di surga.” Semoga Allah menjadikan kita termasuk umat yang beliau cintai, yang mengikuti sunnahnya, dan mendapatkan syafaatnya dengan izin Allah pada hari kiamat. Allahumma shalli wa sallim ’ala nabiyyina Muhammad ﷺ. #HaditsHarian #DakwahIslam #AhlusSunnah #SunnahNabi #Rasulullah

About