@diceloconmusicas: #ozuna #musica #lyrics #paradedicar #indirectas

DiceloConMúsica ✓⃝
DiceloConMúsica ✓⃝
Open In TikTok:
Region: DO
Saturday 19 September 2026 14:36:51 GMT
34362
3654
11
384

Music

Download

Comments

bebesitopoma
Bebesito :
2026-09-19 20:56:27
0
wilsondiaz8229
Wilson Diaz :
❤️❤️❤️
2026-09-20 03:42:13
0
wilsondiaz8229
Wilson Diaz :
🥰🥰🥰
2026-09-20 03:42:13
0
renso1676
Rufo León Martínez :
🥰🥰🥰
2026-09-20 03:07:49
0
yasuri.gonzalz
yasuri Gonzaléz :
🥰🥰🥰
2026-09-20 01:37:19
0
valeriacon26
17❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹🥰💓 Valeria :
💖💖💖
2026-09-20 01:09:31
0
elreydebloodstrike
Alex15 :
😂😂😂
2026-09-20 01:07:49
0
dismarys.arias
andreina dismarys :
😍😍😍⚡
2026-09-19 23:40:33
0
carlos.sanches722
Carlos Sanches :
🥰🥰🥰
2026-09-19 21:55:23
0
brasilapelapato
Alexander :
[Admiración]
2026-09-19 17:26:44
0
wilsondiaz8229
Wilson Diaz :
🥰🥰🥰
2026-09-20 03:42:13
0
To see more videos from user @diceloconmusicas, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KARANGASEM, Bali Berkabar – Tubuh Gede Selamet (GS) 21 tahun, seharusnya sedang beristirahat di rumah karena sakit. Namun Jumat (18/9/2026) siang, kamar tempatnya berbaring justru menjadi lokasi kejadian mengerikan setelah dirinya diduga dibakar oleh pria yang disebut sebagai bosnya sendiri. Sopir truk asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, itu mengalami luka bakar sekitar 40 persen. Setelah mendapat pertolongan di Puskesmas Selat, GS kemudian dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Peristiwa tersebut diduga bermula dari persoalan setoran truk yang belum dibayarkan korban selama sekitar 15 hari. Selain itu, polisi menyebut terdapat persoalan utang-piutang antara korban dan terduga pelaku. Terduga pelaku kemudian datang ke rumah korban untuk menanyakan persoalan tersebut. Saat itu, GS sedang terbaring di kamar karena disebut dalam kondisi sakit selama dua hari. Pembicaraan keduanya kemudian berubah menjadi cekcok. Korban disebut hanya mampu menyerahkan sebagian uang yang diminta. Uang tersebut kemudian diduga dilemparkan ke lantai oleh terduga pelaku. Situasi selanjutnya berubah menjadi tindakan yang jauh lebih serius. Pertalite yang diduga telah dibawa ke rumah korban kemudian digunakan untuk menyiram GS. Setelah itu, tubuh korban diduga dibakar. Dalam kondisi tubuh terbakar, GS berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar kamar sambil meminta pertolongan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian datang membantu dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Selat. Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika membenarkan peristiwa tersebut. Polisi juga telah mengamankan terduga pelaku yang disebut merupakan bos korban. “Pelaku sudah diamankan. Pelaku adalah bos korban. Menurut keterangan yang diperoleh, korban ini sudah 15 hari belum setor, selain itu ada riwayat meminjam uang juga. Kemungkinan bosnya emosi, cekcok hingga akhirnya terjadi pembakaran,” ujar Santika. Petugas Polsek Selat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Gede Selamet terkait dugaan aksi pembakaran terhadap seorang sopir truk di Karangasem. Sejumlah barang bukti turut diamankan polisi, termasuk botol bekas wadah pertalite yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Penyidik masih mendalami keterangan para saksi serta menelusuri tempat terduga pelaku memperoleh pertalite. Apa pun persoalan yang terjadi antara seorang bos dan pekerjanya, dugaan penggunaan kekerasan dengan cara membakar seseorang merupakan perkara serius. Persoalan setoran maupun utang-piutang seharusnya dapat diselesaikan melalui pembicaraan atau jalur hukum, bukan dengan tindakan yang dapat membahayakan nyawa. Jika dugaan pembakaran tersebut terbukti dilakukan secara sengaja, dampaknya bukan lagi sekadar persoalan antara pekerja dan atasannya. Korban harus menanggung luka bakar serius dan menjalani perawatan medis akibat dugaan tindakan tersebut. Kasus Karangasem ini juga mengingatkan kembali pada perkara kekerasan yang terjadi di Tabanan terhadap seorang pria berinisial KD yang diduga terlibat pencurian ayam. Dalam perkara tersebut, KD meninggal dunia setelah diduga mengalami pengeroyokan. Polisi kemudian menetapkan lima orang sebagai tersangka. Kedua perkara tersebut memiliki latar belakang berbeda. Kasus Tabanan berkaitan dengan dugaan pencurian ayam, sedangkan perkara Karangasem bermula dari persoalan setoran dan utang-piutang. Namun keduanya memperlihatkan persoalan yang sama-sama memprihatinkan, yakni ketika dugaan kesalahan atau persoalan pribadi dibalas dengan kekerasan terhadap tubuh manusia. Peristiwa Tabanan berakhir dengan hilangnya nyawa, sedangkan di Karangasem seorang pekerja harus menghadapi luka bakar serius setelah diduga menjadi sasaran kemarahan atasannya. Kekerasan dalam bentuk apa pun patut disayangkan. Terlebih apabila persoalan yang menjadi pemicunya sebenarnya masih dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum. (Smty) Penulis: Gede Sumertayasa, S.H. #sorotan #pengikut #semuaorang #all #bali
KARANGASEM, Bali Berkabar – Tubuh Gede Selamet (GS) 21 tahun, seharusnya sedang beristirahat di rumah karena sakit. Namun Jumat (18/9/2026) siang, kamar tempatnya berbaring justru menjadi lokasi kejadian mengerikan setelah dirinya diduga dibakar oleh pria yang disebut sebagai bosnya sendiri. Sopir truk asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, itu mengalami luka bakar sekitar 40 persen. Setelah mendapat pertolongan di Puskesmas Selat, GS kemudian dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Peristiwa tersebut diduga bermula dari persoalan setoran truk yang belum dibayarkan korban selama sekitar 15 hari. Selain itu, polisi menyebut terdapat persoalan utang-piutang antara korban dan terduga pelaku. Terduga pelaku kemudian datang ke rumah korban untuk menanyakan persoalan tersebut. Saat itu, GS sedang terbaring di kamar karena disebut dalam kondisi sakit selama dua hari. Pembicaraan keduanya kemudian berubah menjadi cekcok. Korban disebut hanya mampu menyerahkan sebagian uang yang diminta. Uang tersebut kemudian diduga dilemparkan ke lantai oleh terduga pelaku. Situasi selanjutnya berubah menjadi tindakan yang jauh lebih serius. Pertalite yang diduga telah dibawa ke rumah korban kemudian digunakan untuk menyiram GS. Setelah itu, tubuh korban diduga dibakar. Dalam kondisi tubuh terbakar, GS berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar kamar sambil meminta pertolongan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian datang membantu dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Selat. Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika membenarkan peristiwa tersebut. Polisi juga telah mengamankan terduga pelaku yang disebut merupakan bos korban. “Pelaku sudah diamankan. Pelaku adalah bos korban. Menurut keterangan yang diperoleh, korban ini sudah 15 hari belum setor, selain itu ada riwayat meminjam uang juga. Kemungkinan bosnya emosi, cekcok hingga akhirnya terjadi pembakaran,” ujar Santika. Petugas Polsek Selat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Gede Selamet terkait dugaan aksi pembakaran terhadap seorang sopir truk di Karangasem. Sejumlah barang bukti turut diamankan polisi, termasuk botol bekas wadah pertalite yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Penyidik masih mendalami keterangan para saksi serta menelusuri tempat terduga pelaku memperoleh pertalite. Apa pun persoalan yang terjadi antara seorang bos dan pekerjanya, dugaan penggunaan kekerasan dengan cara membakar seseorang merupakan perkara serius. Persoalan setoran maupun utang-piutang seharusnya dapat diselesaikan melalui pembicaraan atau jalur hukum, bukan dengan tindakan yang dapat membahayakan nyawa. Jika dugaan pembakaran tersebut terbukti dilakukan secara sengaja, dampaknya bukan lagi sekadar persoalan antara pekerja dan atasannya. Korban harus menanggung luka bakar serius dan menjalani perawatan medis akibat dugaan tindakan tersebut. Kasus Karangasem ini juga mengingatkan kembali pada perkara kekerasan yang terjadi di Tabanan terhadap seorang pria berinisial KD yang diduga terlibat pencurian ayam. Dalam perkara tersebut, KD meninggal dunia setelah diduga mengalami pengeroyokan. Polisi kemudian menetapkan lima orang sebagai tersangka. Kedua perkara tersebut memiliki latar belakang berbeda. Kasus Tabanan berkaitan dengan dugaan pencurian ayam, sedangkan perkara Karangasem bermula dari persoalan setoran dan utang-piutang. Namun keduanya memperlihatkan persoalan yang sama-sama memprihatinkan, yakni ketika dugaan kesalahan atau persoalan pribadi dibalas dengan kekerasan terhadap tubuh manusia. Peristiwa Tabanan berakhir dengan hilangnya nyawa, sedangkan di Karangasem seorang pekerja harus menghadapi luka bakar serius setelah diduga menjadi sasaran kemarahan atasannya. Kekerasan dalam bentuk apa pun patut disayangkan. Terlebih apabila persoalan yang menjadi pemicunya sebenarnya masih dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum. (Smty) Penulis: Gede Sumertayasa, S.H. #sorotan #pengikut #semuaorang #all #bali

About