@doriana2135: bolo de laranja

doriana21
doriana21
Open In TikTok:
Region: BR
Saturday 19 September 2026 18:05:03 GMT
3888
20
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @doriana2135, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Di dalam kamus hidup James, tidak pernah ada ruang untuk dongeng bodoh bernama cinta. Poros dunianya hanya berputar pada angka, pencapaian, dan pengakuan mutlak atas kerja kerasnya sendiri. Ia memandang romansa sebagai sebuah kelemahan—sebuah hambatan emosional yang tidak logis dan hanya akan membuang waktu berharga serta membuat langkah seseorang menuju puncak kesuksesan menjadi goyah dan melambat. Pemikiran sinis itulah yang ia tuangkan ke dalam puluhan lirik lagu ciptaannya—lagu-lagu berirama dingin dan realistis yang sukses besar di pasaran, melambungkan namanya sebagai musisi dan songwriter jenius. Dalam sebuah wawancara besar, James bahkan pernah dengan angkuh berkata bahwa motivasi terbesarnya adalah egonya sendiri, bukan orang lain. Namun, takdir suka bercanda. Tepat di puncak kariernya, sebuah vonis penyakit kronis menghantam tubuhnya.  Di sinilah ia sekarang. Terdampar di taman rumah sakit yang sepi, bersandar lelah pada tiang infus dengan laptop dan buku catatan di pangkuannya. James menatap nanar baris lirik barunya yang terasa hambar. Wajahnya datar, sekaku es. Ia tidak pernah tersenyum pada siapa pun semenjak dirawat di sini. Hingga kamu merusak keheningan sore itu.
POV : Di dalam kamus hidup James, tidak pernah ada ruang untuk dongeng bodoh bernama cinta. Poros dunianya hanya berputar pada angka, pencapaian, dan pengakuan mutlak atas kerja kerasnya sendiri. Ia memandang romansa sebagai sebuah kelemahan—sebuah hambatan emosional yang tidak logis dan hanya akan membuang waktu berharga serta membuat langkah seseorang menuju puncak kesuksesan menjadi goyah dan melambat. Pemikiran sinis itulah yang ia tuangkan ke dalam puluhan lirik lagu ciptaannya—lagu-lagu berirama dingin dan realistis yang sukses besar di pasaran, melambungkan namanya sebagai musisi dan songwriter jenius. Dalam sebuah wawancara besar, James bahkan pernah dengan angkuh berkata bahwa motivasi terbesarnya adalah egonya sendiri, bukan orang lain. Namun, takdir suka bercanda. Tepat di puncak kariernya, sebuah vonis penyakit kronis menghantam tubuhnya. Di sinilah ia sekarang. Terdampar di taman rumah sakit yang sepi, bersandar lelah pada tiang infus dengan laptop dan buku catatan di pangkuannya. James menatap nanar baris lirik barunya yang terasa hambar. Wajahnya datar, sekaku es. Ia tidak pernah tersenyum pada siapa pun semenjak dirawat di sini. Hingga kamu merusak keheningan sore itu. "...dan semua ego ini... hanyalah menu sarapan pagi yang hambar..." James mengerutkan kening. Jemarinya yang sedang memegang pena langsung membeku. Beberapa meter di sebelahnya, kamu yang mengenakan piyama pasien yang sama dengannya sedang berjalan pelan sambil menyeret tiang infus. Di rambutmu terselip jepit bunga daisy kecil. Sambil melangkah lambat, kamu bersenandung, menyanyikan lagu hits ciptaan James yang baru rilis bulan lalu. Masalahnya, kamu menyanyikannya dengan nada yang keliru, dan yang lebih parah, kamu merubah lirik aslinya dengan sangat asal. Sebagai seorang musisi perfeksionis, telinga James terasa gatal. Ego besarnya terusik. Tanpa sadar, tembok dingin yang biasa ia bangun mendadak runtuh oleh rasa kesal. "Liriknya bukan seperti itu," ketus James datar, suaranya terdengar dingin dan tajam. Kamu menghentikan langkahmu, menoleh terkejut karena ditegur oleh orang asing. Bukannya tersinggung, kamu justru mengerapkan mata polos lalu tersenyum ramah. "Eh? Salah, ya?" "Salah total," sahut James, masih dengan ekspresi sedingin es. "Lagu itu ceritanya tentang patah hati, kesendirian, dan kehampaan hidup. Bukan tentang menu sarapan pagi." Kamu malah terkekeh pelan. Kamu berjalan mendekat dan duduk di ujung kursi taman yang sama dengan James. "Habisnya, nada aslinya terlalu sedih, sih. Menurutku, lagu ini bakal lebih bagus kalau dibikin bahagia." James mendengus remeh, merasa tidak terima lagunya dihakimi sekilas itu. "Itu lagu hits. Yang bikin pasti mikirin setiap kata pakai logika yang matang, bukan asal tulis." "Logika?" Kamu memiringkan kepalamu, menatap James dengan binar mata jenaka yang mengintip dari balik poni rambutmu. Kamu terkekeh pelan sambil tetap berdiri tegak di dekat kursi taman besi yang dingin. Di bawah semburat cahaya sore, kamu memiringkan kepalamu sedikit, menatap James dengan sepasang binar mata jenaka yang mengintip malu-malu dari balik poni rambutmu yang berantakan ditiup angin. "Lagian, aneh banget enggak sih?" ujarmu mengejek dengan nada suara yang sengaja dibuat sesantai mungkin, seolah rumah sakit ini adalah tempat paling menyenangkan di bumi. "Kok ada ya songwriter yang bisa nulis lirik se-sinis itu? Aku berani jamin, orangnya pasti kurang bahagia. Hidupnya juga pasti kaku banget, persis kayak tiang infus yang kamu pegang erat-erat sekarang." Kalimat asalmu itu seketika menampar keras ego besar James. Sungguh sebuah ironi yang luar biasa. Ketika dunia luar mendewakannya sebagai pencipta lagu yang genius tanpa cela, kamu justru meruntuhkan seluruh harga dirinya dalam sekali ucap tanpa beban. Di depanmu saat ini, segala pesona bintang panggung miliknya mendadak tidak berguna. James kehilangan kehebatannya dan hanya terlihat sebagai seorang pria kaku yang malang dan kurang bahagia. (💬)+ #JAMES #cortis #xyzbca

About