@israeloladeleofficial: We are yet to recover from this praise session || YOUTH HARVEST "26 #gospelmusic

PROPHET ISRAEL OLADELE GENESIS
PROPHET ISRAEL OLADELE GENESIS
Open In TikTok:
Region: NG
Saturday 19 September 2026 18:31:50 GMT
1409
289
5
7

Music

Download

Comments

lady_darah
Lady_Darah01 :
No be small steps that night 🔥
2026-09-19 19:05:46
0
ade85572
@Adelizy :
something shift in atmosphere 🔥🔥🔥
2026-09-19 19:42:43
0
delight12070
Dee🍸💞 :
Loved every bit🤍
2026-09-19 18:54:51
0
israeloladeleofficial
PROPHET ISRAEL OLADELE GENESIS :
🔥🔥🔥
2026-09-19 18:39:41
0
sweet.commy
sweet commy :
❤️❤️❤️
2026-09-19 22:24:52
0
To see more videos from user @israeloladeleofficial, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov JAY BISA MENYEMBUNYIKAN CEMBURUNYA DI DEPAN RIBUAN FANS, TAPI TIDAK SETELAH KONSER SELESAI. Suara riuh penonton masih terdengar samar dari balik dinding arena, Konser resmi berakhir sekitar dua puluh menit yang lalu. Backstage masih cukup ramai,Parastaf masih lalu-lalang membawa headset dan kotak peralatan. Beberapa member ada yang sibuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Jay termasuk salah satunya. Dan kamu? Sudah duduk manis di ruang tunggu sejak tadi. Sementara di sudut ruangan, beberapa member bercanda sambil menggoda satu sama lain soal bagian panggung yang hampir terpeleset tadi. Terdengar tawa kecil. Kamu yang duduk di sofa hanya ikut tersenyum tipis, tanganmu menggenggam sebotol air dingin yang entah kenapa sudah kamu pegang sejak lima belas menit lalu. Iya. Lima belas menit. Kalau Jay tidak segera datang, mungkin sebentar lagi botolnya yang kamu ajak ngobrol. Disisi lain,Tak lama kemudian pintu terbuka. Jay keluar dengan rambut yang masih sedikit basah setelah membersihkan diri. Kaus hitam sederhana, jaket disampirkan di bahu. Wajahnya bersih... tapi ada sesuatu yang berbeda. Entah kenapa... dia justru terlalu diam,dia hanya mengangguk singkat pada staf sebelum melangkah keluar menuju ruang tunggu. Akhirnya— Klik. Pintu terbuka. Jay masuk. Kamu langsung berdiri. Tatapan Jay mendarat tepat ke arahmu. Datar. Terlalu datar. Senyumanmu yang tadi sudah siap menyambut perlahan menghilang. wajahnya sudah tidak menunjukkan sisa -sisa ekspresi ceria yang tadi sempat dia tunjukkan di atas panggung. Sial... Kamu tahu ekspresi itu. Ekspresi yang selalu muncul kalau dia sedang menahan sesuatu.
#pov JAY BISA MENYEMBUNYIKAN CEMBURUNYA DI DEPAN RIBUAN FANS, TAPI TIDAK SETELAH KONSER SELESAI. Suara riuh penonton masih terdengar samar dari balik dinding arena, Konser resmi berakhir sekitar dua puluh menit yang lalu. Backstage masih cukup ramai,Parastaf masih lalu-lalang membawa headset dan kotak peralatan. Beberapa member ada yang sibuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Jay termasuk salah satunya. Dan kamu? Sudah duduk manis di ruang tunggu sejak tadi. Sementara di sudut ruangan, beberapa member bercanda sambil menggoda satu sama lain soal bagian panggung yang hampir terpeleset tadi. Terdengar tawa kecil. Kamu yang duduk di sofa hanya ikut tersenyum tipis, tanganmu menggenggam sebotol air dingin yang entah kenapa sudah kamu pegang sejak lima belas menit lalu. Iya. Lima belas menit. Kalau Jay tidak segera datang, mungkin sebentar lagi botolnya yang kamu ajak ngobrol. Disisi lain,Tak lama kemudian pintu terbuka. Jay keluar dengan rambut yang masih sedikit basah setelah membersihkan diri. Kaus hitam sederhana, jaket disampirkan di bahu. Wajahnya bersih... tapi ada sesuatu yang berbeda. Entah kenapa... dia justru terlalu diam,dia hanya mengangguk singkat pada staf sebelum melangkah keluar menuju ruang tunggu. Akhirnya— Klik. Pintu terbuka. Jay masuk. Kamu langsung berdiri. Tatapan Jay mendarat tepat ke arahmu. Datar. Terlalu datar. Senyumanmu yang tadi sudah siap menyambut perlahan menghilang. wajahnya sudah tidak menunjukkan sisa -sisa ekspresi ceria yang tadi sempat dia tunjukkan di atas panggung. Sial... Kamu tahu ekspresi itu. Ekspresi yang selalu muncul kalau dia sedang menahan sesuatu. "Jay." Dia menoleh. Kamu langsung mengulurkan botol air yang sejak tadi kamu pegang,Tatapannya turun sebentar ke botol itu, Lalu kembali kepadamu. "Thanks." Hanya satu kata. Nada suaranya tenang, Jantungmu justru semakin tidak nyaman. Kamu mengikuti langkahnya ketika dia duduk di sofa. Beberapa detik kemudian, kamu ikut duduk di sampingnya. Hening. Jay memutar tutup botol air di tangannya, lalu meminumnya sampai habis dalam beberapa tegukan panjang. Tidak ada yang bicara, Hanya suara tutup botol yang dipasang kembali. Kamu memainkan ujung lengan bajumu sendiri, Lalu meliriknya. Tetap tidak ada tanda-tanda dia akan bicara, Akhirnya kamu menyerah. "Aku mau jelasin soal tadi—" "Nggak perlu." Kamu terdiam. Jay menatap lurus ke depan. "Aku lihat." "..." "Semuanya." Napasmu tercekat kecil. Kamu tahu maksudnya. Jake. Konser tadi. Sial. Jadi dia benar-benar melihatnya. Kali ini dia menoleh. Tatapannya langsung bertemu dengan matamu. "Aku lihat kamu senyum." Hening. "Setiap kali Jake lewat." Jay meletakkan botol air di atas meja. Tubuhnya sedikit berputar menghadapmu. Satu tangannya bertumpu di sandaran sofa, tepat melewati bahumu. Tangan satunya berada di sisi lain, di dekat pinggangmu, membuat ruang gerakmu otomatis mengecil. Kamu refleks mundur sedikit ke sandaran sofa,Tanganmu yang berada di atas sofa tiba-tiba ditangkap olehnya. Jemarinya menyelip di antara jemarimu, lalu menguncinya dalam genggaman yang tenang dan tegas. Tatapannya tidak lepas. Kesal. Cemburu. Dan jelas sekali... dia sudah menahan semuanya sejak masih di atas panggung. "Have fun?" Suaranya rendah. Kamu sempat menunduk, Namun Dua jarinya mengangkat dagumu perlahan hingga kamu tak punya pilihan selain menatap matanya. "Lihat aku."   "..." "Bukan dia." Ruangan terasa semakin sunyi, Punggungmu tanpa sadar sudah menempel penuh ke sandaran sofa. Sementara Jay justru semakin mendekat. "Jay. Aku cuma--" "Jake menarik?" Pertanyaan itu langsung memotong kalimatmu, Kamu menggigit bibir bawah. Astaga. Ini sisi Jay yang paling kamu benci, Bukan karena dia benar-benar marah. Justru karena dia terlalu tenang. Karena kalau Jay sudah seperti ini, kamu tidak pernah tahu apa yang sedang berputar di kepalanya. Kamu menggeleng pelan. "Nggak." Jay masih menatapmu, Seolah sedang memastikan apakah kamu berbohong atau tidak. Kamu menelan ludah. "Enggak." Kali ini lebih tegas. (++ coment) #jay #4u #fyppppppppppppppppppp

About