@anak.medan.boxsin: #creatorsearchinsights #fyppppppppppppppppppppppp #ramefyp

anak medan boxsing
anak medan boxsing
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 19 September 2026 19:05:02 GMT
24
4
1
1

Music

Download

Comments

agungbangun_
4gung.ssss :
bagus banget lari nya
2026-10-08 00:54:53
0
To see more videos from user @anak.medan.boxsin, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bagian 339 | Buku
Bagian 339 | Buku "Tuhan Tak Perlu Dibela" merupakan kumpulan esai dan pemikiran dari tokoh pluralisme dan Presiden Republik Indonesia keempat, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Buku ini merangkum pandangan-pandangan progresif Gus Dur mengenai agama, kemanusiaan, toleransi, serta dinamika sosial-politik di Indonesia. Judul buku ini diambil dari pemikiran dasar Gus Dur bahwa Tuhan Maha Kuasa dan Maha Sempurna, sehingga tidak membutuhkan pembelaan dari manusia. Sering kali, tindakan "membela Tuhan" oleh manusia justru dilandasi oleh ego, kebencian, atau kepentingan kelompok semata, bukan karena substansi agama itu sendiri. Poin-Poin Utama Isi Buku Kritik terhadap Atas Nama Tuhan: Gus Dur menyoroti bagaimana teks-teks atau simbol-simbol keagamaan kerap disalahgunakan oleh kelompok tertentu untuk membenarkan tindakan kekerasan, intoleransi, atau penindasan terhadap pihak lain. Pluralisme dan Toleransi Beragama: Buku ini secara konsisten mengadvokasi pentingnya merangkul keragaman. Gus Dur memandang perbedaan keyakinan sebagai realitas sosial (sunnatullah) yang harus dihormati, dengan penekanan khusus pada perlindungan hak-hak kaum minoritas. Kemanusiaan di Atas Segala-galanya: Menurut Gus Dur, esensi ajaran agama yang paling utama adalah memanusiakan manusia. Oleh karena itu, membela keadilan, membela kaum yang lemah atau tertindas (mustadh'afin), jauh lebih penting daripada memperdebatkan simbol-simbol formal keagamaan. Hubungan Agama dan Negara: Gus Dur menjelaskan pandangannya bahwa Islam dan negara di Indonesia tidak harus dipertentangkan. Agama berfungsi sebagai sumber nilai moral dan etika bagi masyarakat, sementara negara bertindak adil untuk melindungi seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang suku atau agama. Relevansi Pesan Moral Secara keseluruhan, buku ini mengajak pembaca untuk melihat agama secara substansial—sebagai jalan untuk menyebarkan kasih sayang, menciptakan kedamaian, dan menegakkan keadilan—bukan secara kaku yang justru memicu perpecahan. Hingga saat ini, gagasan-gagasan di dalam buku ini tetap menjadi rujukan penting dalam merawat kebhinekaan dan kerukunan beragama di Indonesia. #fyp #motivation #mindset #inspiration #gusdur

About