@bondowosonews: Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, menyinggung fenomena “cari muka” saat menyampaikan pidato di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Dalam pidatonya, Hasan mengibaratkan “cari muka” sebagai perilaku seseorang yang berusaha mendapatkan sesuatu yang belum dimilikinya. Ia menyebut sejumlah hal yang kerap menjadi tujuan, mulai dari ijazah, nama, uang, hingga jabatan. “Orang tidak punya ijazah, cari ijazah. Orang tidak punya nama, cari nama. Orang tidak punya uang, cari uang. Orang tidak punya jabatan, cari jabatan. Orang tidak punya muka, cari muka,” Meski menyampaikan pernyataan tersebut di hadapan Presiden Prabowo, Hasan tidak menyebut nama maupun mengarahkan ucapannya kepada pejabat atau pihak tertentu. Ia kemudian menegaskan bahwa insan Gontor memilih menempuh jalan pendidikan sebagai bagian dari pengabdian dan proses pembentukan diri. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor yang digelar di Ponorogo, Jawa Timur. #bondowosonews #PrabowoSubianto #Gontor #PondokGontor #Gontor100Tahun #KHHasanAbdullahSahal
Bondowoso News
Region: ID
Saturday 19 September 2026 21:24:58 GMT
Music
Download
Comments
@edy332 :
itu sebuah sentilan dari ulamak
2026-09-19 23:54:37
2
Arven :
realitanya jadi pekerja biasanya cari muka memang.. kalo ga gitu ga dapet apa apa dr atasan.. paling pnting kepercayaan dr atasan
dan hal yg wajar
cuma di Indonesia gatau kenapa justru jari bahan
2026-09-19 22:52:59
2
AYAH UDI :
Betul apa yg di sampaikan yai pimpinan pondok pesantren gontor.
Harusnya jokowi nyadar diri klu dengar pidato ini.
Menurut sy sudahlah jokowi tinggal istiqomah aja biar tenang hidup..engga jadi kibulan dan cemoohan..
kesimpulan pidato yai nyinggung jokowi dan Gibran...
2026-09-19 23:56:44
1
agung :
sedang
2026-09-20 00:09:44
0
puja :
2026-09-20 00:03:02
0
Henikur :
bukan kode keras lagi. memang realita.
2026-09-19 23:08:51
0
Ijai :
“””Pola permainan politik di Konoha. Demi mempertahankan status quo Londo Ireng menerapkan politik “Divide et Impera” dgn pola yg berulang terus ??. Untuk menumbangkan lawan politik, Londo Ireng mengajak pihak asing, suksesi kemudian dibayar dgn penggadaian Sumber Daya Alam (SDA)..??”””
2026-09-19 22:57:02
0
Erywan Sudiro :
cari muka beneran😁
2026-09-19 23:56:53
0
To see more videos from user @bondowosonews, please go to the Tikwm
homepage.