@tribuntimur.com: Petani di Pinrang Beralih Pakai Elpiji 3 Kg untuk Mesin Pompa Air akibat Kemarau Panjang TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Petani di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), terpaksa beralih menggunakan tabung gas elpiji tiga kilogram untuk mengoperasikan mesin pompa air guna mengairi areal persawahan mereka di tengah musim kemarau panjang. Seperti yang dilakukan Petani di Jalan Sikkuale, Kelurahan Cempa, Kecamatan Cempa. Langkah konversi bahan bakar dari bensin ke gas elpiji tersebut diambil oleh para petani lokal demi menekan biaya operasional pompa air yang terus membengkak selama masa kekeringan. Secara umum, satu tabung gas melon 3 kg rata-rata dapat menghidupkan mesin pompa air sawah selama 12 hingga 18 jam. Dalam satu minggu, perkiraan penggunaan tabung gas LPG (biasanya ukuran 3 kg) untuk pompa air sawah berkisar antara 7 hingga 35 tabung per minggu. Jumlah ini sangat bergantung pada durasi operasional pompa dan ukuran mesin yang digunakan oleh petani sehari-harinya. Salah seorang petani setempat, Sainal mengaku telah menghabiskan puluhan tabung gas elpiji tiga kilogram untuk memompa air secara terus-menerus demi menyelamatkan tanaman padinya. "Sudah lebih 50 tabung saya pakai karena musim kemarau, jadi pemakaian tabung memang banyak," kata Sainal saat ditemui Tribun-Timur.com di lokasi persawahan, Jumat sore (18/9/2026). Sainal menjelaskan bahwa penggunaan tabung gas elpiji jauh lebih hemat jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar minyak jenis bensin untuk mesin pompa berukuran tiga inci. "Kalau hematnya, hampir sama tabung dengan solar, tapi kalau dibanding bensin jauh lebih hemat tabung karena kehematannya bisa lebih dari dua kali lipat," jelas Sainal. Ia mengungkapkan, aktivitas pengairan sawah terpaksa dilakukan hingga 24 jam nonstop dengan memindahkan mesin pompa ke beberapa titik sumur bor yang berbeda. "Sehari penuh memompa air dan harus berpindah-pindah lokasi karena kalau air di satu sumur bor habis, mesin langsung dipindahkan ke lokasi lain," ujarnya. Namun, tingginya kebutuhan para petani terhadap gas elpiji tiga kilogram memicu kelangkaan serta lonjakan harga di tingkat pengecer hingga mencapai Rp35 ribu per tabung. "Di agen harganya Rp20 ribu, tapi kalau di pengecer bervariasi mulai Rp25 ribu, Rp30 ribu, sampai Rp35 ribu per tabung dan barangnya makin susah didapat," ungkap Sainal. Menjelang panen di Kecamatan Cempa, sekitar 45. Para petani termasuk Sainal, sangat berharap pemerintah daerah segera mengalokasikan kuota khusus gas elpiji tiga kilogram bagi sektor pertanian agar ketersediaan barang tetap terjaga dengan harga terjangkau. "Harapan saya pemerintah bisa menambah kuota dan melancarkan pasokan tabung gas elpiji agar tidak langka serta harganya tetap murah bagi petani," pungkas Petani penggarap sawah 2 hektare ini. Sainal sendiri menggunakan mesin pompa air irigasi berukuran 3 inci (umumnya ditenagai mesin berkapasitas 5.5 HP hingga 6.5 HP), konsumsi gas LPG 3 kg per tabungnya rata-rata dapat bertahan selama 9 hingga 18 jam kerja terus-menerus 5.040 Tabung Gas Usulan Penambahan Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pinrang, mengusulkan tambahan 5.040 tabung LPG 3 kilogram (kg) kepada PT Pertamina Patra Niaga untuk mengatasi kelangkaan gas bersubsidi di tengah kemarau panjang. Tambahan diajukan sebagai kuota fakultatif darurat, yakni pasokan tambahan di luar alokasi reguler untuk merespons kebutuhan yang meningkat akibat kondisi tertentu. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Pinrang, Muh Yusuf Nur, mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. "Usulan kuotanya sudah kami sampaikan, kami minta tambahan kuota fakultatif sebanyak 5.040 tabung," kata Muh Yusuf saat dihubungi Tribun-Timur.com, Minggu (6/9/2026). Usulan itu sebelumnya dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Bupati Pinrang, Rabu (2/9/2026). Video Faisal Ijal Editor Rara
tribuntimurdotcom
Region: ID
Sunday 20 September 2026 02:03:02 GMT
Music
Download
Comments
Fadill floating🦅 :
padahal bapakku dari 3 tahun lalu pakai begini
2026-09-20 04:29:26
18
IImmmaa II ig: iimm_maaa :
inimi bikin susahki tabung
2026-09-20 03:21:59
14
irza.id :
baru tau ya?
2026-09-20 02:16:58
7
Joharia :
di takalar sdh lma pki tabung pompa air
2026-09-20 04:58:48
1
wann :
terus, kan uang dia
2026-09-20 04:04:59
2
adiba.sista :
bukan cuma pinrang , tapi semua daerah , dan ini sudah lama selama musim kemarau , daripada gagal panen kerugiannya sangat besar
2026-09-20 04:37:36
6
BORJONK_BUJANK® :
SEMOGA PAK MENTAN AMRAN SULAIMAN MENONTON VT INI DAN SEGERA MENCARIKAN SOLUSI BUAT PETANI KITA YANG ADA DIPINRANG 🙏🙏
2026-09-20 05:26:28
2
SahabatVespa :
daerah lutra udh dari lama pake tabung gas ini teman"😊🫡
2026-09-20 05:09:16
0
Fadel :
ini mi yang bikin langka tabung sekarang guys 🤨🤨🤨
2026-09-20 04:28:22
0
jmnten47 :
biarr sumur e sudah mulai mi kering juga
2026-09-20 04:01:59
1
Faid 4a3 :
tenaga matahari mungkin bisa di bantu pak mentri
2026-09-20 03:33:29
1
Mustar :
pemakaian hemat ini karena bisa 1 tabung dipakai 2 kali untuk pagi ..hemat sekali
2026-09-20 04:45:00
0
DAENG HaQ ⁷⁷🔥 :
AQ jg baru kisaran umur padi 50 hari,SDH pakai tabung Kisaran SDH kurang lebih 40 tabung ,hanya luas sawah setengah hektare,semoga Allah turunkan hujan buat kita semuanya 🤲🥲
2026-09-20 03:58:02
0
apa :
buset
2026-09-20 02:10:43
0
irza.id :
gak di pinrang doang
2026-09-20 02:17:18
0
Rusiyadi72 :
Yang bilang ini mi petani kasi habis tabung IYE AJANA MANRE NANRE 🙏
2026-09-20 05:18:52
0
ⓝⓤⓕⓐ :
jngn selalu blng mahal beras [LOL Besar]
2026-09-20 04:38:52
0
boboboy :
ammae kampunganna
2026-09-20 05:32:00
0
To see more videos from user @tribuntimur.com, please go to the Tikwm
homepage.