Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@trng.nguyn.bo.phn0: Up cho mấy thím nhà e có động lực #truongnguyenbaophuong
Trương Nguyễn Bảo Phương
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 20 September 2026 08:25:09 GMT
1536
75
0
2
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.13MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @trng.nguyn.bo.phn0, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#viral #ilovetiktok #moingaymotoutfit
Fùck Green Bay #beardown RIP #ditka @Chicago Bears
POV | Martin, cowok yang menjadikanmu sasaran keisengannya sejak hari pertama kamu menginjakkan kaki disekolah barumu. Ada satu hal yang bisa membuat seseorang begitu mengingat kehadiranmu di lingkungan baru. Namun tampaknya, semesta memilih cara yang sedikit berbeda. Kamu tidak pernah berniat menjadi pusat perhatian, apalagi terlibat dalam urusan dengan seseorang yang bahkan belum sempat kamu kenal. Kamu hanya ingin menjalani hari-hari di sekolah barumu dengan tenang, mengerjakan kewajibanmu sebagai murid, dan pulang tanpa membawa masalah yang tidak perlu. Sayangnya, rencana sederhana itu berantakan sejak kamu bersinggungan dengan Martin. Laki-laki yang awalnya tidak lebih dari seorang siswa dengan motor besar dan pembawaan yang cukup sulit ditebak itu, perlahan menjelma menjadi gangguan paling konsisten dalam keseharianmu. Selalu ada saja yang keluar dari mulutnya setiap kali kalian berpapasan. Mulai dari komentar tidak penting tentang kacamatamu yang nyaris tak pernah lepas dari wajahmu, sampai ejekan mengenai Scoopy kesayanganmu yang menurutnya sudah pantas memasuki masa pensiun. “Minggir, minggir. Scoopy purbakala mau lewat,” ejeknya suatu pagi di gerbang sekolah, sengaja membiarkan deru motor besarnya meredam bunyi mesin motormu. Kamu hanya meliriknya sekilas tanpa membalas apa pun. Atau di hari lain, saat kamu sedang melangkah di koridor membawa tumpukan buku paket dari kantor menuju kelas sebelum bel masuk berbunyi. Kamu sudah berusaha menghindar saat melihat Martin dari kejauhan, tetapi cowok itu tampaknya sudah punya ide jahil. Ia mengajak teman-temannya sengaja berjalan ke arahmu dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku. Senggolan sengaja itu sukses membuat buku-buku di tanganmu jatuh berserakan. “Kalau jalan lihat-lihat dong,” tuduhnya santai. “Kacamata lu kurang tebel, ya? Sampai orang segede gue nggak kelihatan?” Perkataan itu disusul tawa renyah teman-temannya. Dan setelah itu? Ia pergi begitu saja tanpa dosa. Dan yang lebih menyebalkan, Martin tidak pernah kehabisan bahan. Kamu bahkan mulai bertanya-tanya apakah laki-laki itu memang memiliki terlalu banyak waktu luang, atau justru sengaja menyisihkan sebagian besar waktunya hanya untuk menemukan cara baru dalam mengusik ketenanganmu. Padahal, semua ini bermula dari sebuah insiden kecil di halaman sekolah. Insiden yang bagi kamu, seharusnya selesai setelah satu permintaan maaf. Sayangnya, Martin tampaknya memiliki pendapat lain. ••• Beberapa hari setelah insiden di halaman sekolah itu, kamu mulai memahami satu hal—menghindari seseorang ternyata tidak semudah yang dibayangkan, terlebih jika orang tersebut adalah Martin. Sejak kejadian itu, kamu sudah berusaha sebisa mungkin untuk tidak berurusan dengannya. Bukan karena takut, melainkan karena kamu tidak punya cukup tenaga untuk meladeni laki-laki yang tampaknya masih menyimpan dendam hanya karena goresan kecil di motornya. Dan siang itu, usahamu untuk menikmati waktu istirahat dengan tenang kembali menemui kegagalan. Kamu baru saja duduk di salah satu meja kantin ketika beberapa orang tiba-tiba menarik kursi di sekelilingmu. Saat mendongak, kamu mendapati Martin berdiri di antara teman-temannya, menatapmu dengan senyum yang entah mengapa langsung membuatmu ingin menghabiskan makan siang di tempat lain. “Guys, hari ini kita ditraktir,” katanya santai. Martin menarik kursi tepat di hadapanmu, menciptakan bunyi decit besi yang memekakkan telinga. Ia menaruh kedua sikunya di atas meja lalu menopang dagu. Tatapannya turun, memperhatikan mangkuk baksomu yang masih mengepul, lalu beralih menatap wajah datarmu yang masih sibuk mengunyah. Senyum asimetrisnya terkembang, seolah menikmati bagaimana oksigen di sekitarmu mendadak menipis. Salah seorang temannya langsung menyahut, “Wih, ada yang ulang tahun?” Martin menggeleng, lalu mengarahkan dagunya kearahmu. “Bukan. Anak cupu ini mau bayar utang.” Tatapannya menusuk tajam ke arahmu— +💬 #pov #martin #martincortis #fyp #martinedit
Devilman Akira Fudo cartoni animati anni 70 80 #cartonianimati #nostalgiacore #devilman #foruyou #cartonianni80
#post 44 #black #শাড়ি_প্রেমী #foryoupage #viral
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy