@siqo28: #wolayitatiktok❤️💛🇧🇪 #ዮዮጊፋታ

ቆርጠ ላክ🔊
ቆርጠ ላክ🔊
Open In TikTok:
Region: AE
Sunday 20 September 2026 10:07:30 GMT
2105
367
16
30

Music

Download

Comments

mimoali862
Ruta 444🎵🅱🌱💪 :
2026-09-20 10:11:02
0
tizita.ye.geta.lij2
Tizi😂tari🥰Jesus is Lord📚✅🙏 :
2026-09-20 12:23:32
0
friwot7
𝗦ዬ💫𝗦ዬ ❤️‍🔥ድቻ 💫💌🤴🏽 :
2026-09-20 10:12:22
0
etagu485
kiya :
2026-09-20 12:16:30
0
asni14683
my 🥺 :
🥰🥰🥰🥰🥰
2026-09-20 10:12:21
0
tsega.love25
Tsega love :
2026-09-20 10:24:46
0
selinaa680
ስèልñà🫅💛🖤❤️ :
2026-09-20 11:34:01
0
sos.sos29
janiy 💋🥀444 :
🥰🥰💪🏽💪🏽
2026-09-20 10:15:04
0
hanah.abrame
Hanah abrame :
2026-09-20 10:25:08
0
demu_132
demu negn ye demmu fire :
2026-09-20 10:45:50
0
sos96860
❥𝐒𝐎𝐒𝐢⓰♡ dicha 🥷ዲቻዊት :
2026-09-20 11:13:57
0
tsega.love25
Tsega love :
2026-09-20 10:24:42
0
sos96860
❥𝐒𝐎𝐒𝐢⓰♡ dicha 🥷ዲቻዊት :
2026-09-20 11:13:46
0
tameblackman22
TAME BLACK MAN🇪🇹⚔️ :
🥰🥰🥰
2026-09-20 10:52:56
0
the.building2
silawu💯 :
💞💞💞
2026-09-20 10:49:49
0
selamderu195
Selam🥰Deru :
🥰🥰🥰
2026-09-20 12:38:23
0
To see more videos from user @siqo28, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bagian 18 || GG sih rek🗿👇🏻 HANYA DALAM EMPAT TAHUN, ALEXANDER MENJATUHKAN KEKAISARAN AKHEMENIYAH Pada 334 SM, seorang raja muda dari Makedonia memulai salah satu kampanye militer paling terkenal dalam sejarah dunia. Ia adalah Alexander III dari Makedonia, yang kemudian dikenal sebagai Alexander yang Agung. Targetnya adalah Kekaisaran Akhemeniyah, kekaisaran Persia yang pada masa itu menguasai wilayah sangat luas, membentang dari Anatolia dan Mesopotamia hingga Mesir serta sebagian besar wilayah Asia Barat dan Asia Tengah. Saat Alexander memulai invasinya, Kekaisaran Akhemeniyah berada di bawah pemerintahan Darius III, raja terakhir dari dinasti Akhemeniyah. Lalu dimulailah kampanye yang hanya membutuhkan beberapa tahun untuk menghancurkan kekuasaan politik dinasti tersebut. GRANICUS — 334 SM Setelah menyeberangi Hellespont menuju Asia Kecil, Alexander menghadapi pasukan Persia di Sungai Granicus. Kemenangan Alexander di Granicus menjadi langkah penting dalam invasinya. Setelah itu, sejumlah wilayah dan kota di Asia Kecil jatuh ke dalam kekuasaannya, memperkuat posisi Makedonia untuk melanjutkan perjalanan ke timur. ISSUS — 333 SM Pada 333 SM, Alexander akhirnya berhadapan langsung dengan Darius III dalam Pertempuran Issus. Pasukan Alexander berhasil mengalahkan pasukan Persia yang jumlahnya lebih besar. Darius III meninggalkan medan pertempuran, sementara keluarga kerajaan Persia yang berada di kamp jatuh ke tangan Alexander. Kemenangan ini membuat posisi Alexander semakin kuat dan membuka jalan bagi kampanye berikutnya di Levant dan Mesir. GAUGAMELA — 331 SM Dua tahun kemudian, Alexander kembali menghadapi Darius III dalam Pertempuran Gaugamela. Pertempuran ini menjadi salah satu kemenangan terpenting Alexander. Kekalahan pasukan Persia membuat Darius III kembali melarikan diri, sementara Alexander kemudian bergerak menuju pusat-pusat kekuasaan Kekaisaran Akhemeniyah. Babylon dan Susa jatuh ke tangan Alexander, dan pada 330 SM ia mencapai Persepolis, salah satu pusat kerajaan Persia. 330 SM — RUNTUHNYA KEKUASAAN AKHEMENIYAH Setelah kekalahan beruntun dan hilangnya pusat-pusat kekuasaan utama, posisi Darius III semakin lemah. Darius III kemudian dibunuh oleh Bessus, seorang bangsawan dan jenderal Persia, ketika sedang melarikan diri ke wilayah timur. Kematian Darius III pada 330 SM menandai berakhirnya Kekaisaran Akhemeniyah sebagai kekuatan politik utama. Alexander kemudian mengklaim kekuasaan atas wilayah bekas Kekaisaran Persia dan melanjutkan ekspansinya ke Bactria, Sogdiana, serta wilayah yang lebih jauh di Asia. Namun, ada satu hal penting: Alexander tidak menaklukkan seluruh wilayah Persia hanya dalam satu pertempuran. Kejatuhan Akhemeniyah merupakan hasil dari rangkaian kampanye militer selama beberapa tahun, dengan Granicus, Issus, dan Gaugamela menjadi tiga pertempuran yang sangat penting. Dari 334 hingga 330 SM, Alexander mengubah peta politik dunia kuno. Sebuah kekaisaran yang telah berdiri selama lebih dari dua abad akhirnya kehilangan kekuasaan dinastinya dan digantikan oleh kekuasaan Makedonia. Penjelasan (Sumber: World History Encyclopedia, “Alexander the Great”, “Achaemenid Empire”, “Timeline: Darius III”, dan “Persepolis”; Encyclopaedia Britannica, “Alexander the Great”) #History #edukasi #presetalightmotion #bismillah #fyp
Bagian 18 || GG sih rek🗿👇🏻 HANYA DALAM EMPAT TAHUN, ALEXANDER MENJATUHKAN KEKAISARAN AKHEMENIYAH Pada 334 SM, seorang raja muda dari Makedonia memulai salah satu kampanye militer paling terkenal dalam sejarah dunia. Ia adalah Alexander III dari Makedonia, yang kemudian dikenal sebagai Alexander yang Agung. Targetnya adalah Kekaisaran Akhemeniyah, kekaisaran Persia yang pada masa itu menguasai wilayah sangat luas, membentang dari Anatolia dan Mesopotamia hingga Mesir serta sebagian besar wilayah Asia Barat dan Asia Tengah. Saat Alexander memulai invasinya, Kekaisaran Akhemeniyah berada di bawah pemerintahan Darius III, raja terakhir dari dinasti Akhemeniyah. Lalu dimulailah kampanye yang hanya membutuhkan beberapa tahun untuk menghancurkan kekuasaan politik dinasti tersebut. GRANICUS — 334 SM Setelah menyeberangi Hellespont menuju Asia Kecil, Alexander menghadapi pasukan Persia di Sungai Granicus. Kemenangan Alexander di Granicus menjadi langkah penting dalam invasinya. Setelah itu, sejumlah wilayah dan kota di Asia Kecil jatuh ke dalam kekuasaannya, memperkuat posisi Makedonia untuk melanjutkan perjalanan ke timur. ISSUS — 333 SM Pada 333 SM, Alexander akhirnya berhadapan langsung dengan Darius III dalam Pertempuran Issus. Pasukan Alexander berhasil mengalahkan pasukan Persia yang jumlahnya lebih besar. Darius III meninggalkan medan pertempuran, sementara keluarga kerajaan Persia yang berada di kamp jatuh ke tangan Alexander. Kemenangan ini membuat posisi Alexander semakin kuat dan membuka jalan bagi kampanye berikutnya di Levant dan Mesir. GAUGAMELA — 331 SM Dua tahun kemudian, Alexander kembali menghadapi Darius III dalam Pertempuran Gaugamela. Pertempuran ini menjadi salah satu kemenangan terpenting Alexander. Kekalahan pasukan Persia membuat Darius III kembali melarikan diri, sementara Alexander kemudian bergerak menuju pusat-pusat kekuasaan Kekaisaran Akhemeniyah. Babylon dan Susa jatuh ke tangan Alexander, dan pada 330 SM ia mencapai Persepolis, salah satu pusat kerajaan Persia. 330 SM — RUNTUHNYA KEKUASAAN AKHEMENIYAH Setelah kekalahan beruntun dan hilangnya pusat-pusat kekuasaan utama, posisi Darius III semakin lemah. Darius III kemudian dibunuh oleh Bessus, seorang bangsawan dan jenderal Persia, ketika sedang melarikan diri ke wilayah timur. Kematian Darius III pada 330 SM menandai berakhirnya Kekaisaran Akhemeniyah sebagai kekuatan politik utama. Alexander kemudian mengklaim kekuasaan atas wilayah bekas Kekaisaran Persia dan melanjutkan ekspansinya ke Bactria, Sogdiana, serta wilayah yang lebih jauh di Asia. Namun, ada satu hal penting: Alexander tidak menaklukkan seluruh wilayah Persia hanya dalam satu pertempuran. Kejatuhan Akhemeniyah merupakan hasil dari rangkaian kampanye militer selama beberapa tahun, dengan Granicus, Issus, dan Gaugamela menjadi tiga pertempuran yang sangat penting. Dari 334 hingga 330 SM, Alexander mengubah peta politik dunia kuno. Sebuah kekaisaran yang telah berdiri selama lebih dari dua abad akhirnya kehilangan kekuasaan dinastinya dan digantikan oleh kekuasaan Makedonia. Penjelasan (Sumber: World History Encyclopedia, “Alexander the Great”, “Achaemenid Empire”, “Timeline: Darius III”, dan “Persepolis”; Encyclopaedia Britannica, “Alexander the Great”) #History #edukasi #presetalightmotion #bismillah #fyp

About