Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@vangsinhchany: Ngừng Đổ Lỗi Cho Trời Đất Vứt Cái Việc Khóc Than Đó Đi Và Đứng Dậy #cochannhan #VãngSinhChânÝ #daoly #trietly #viralvideo
Hắc Thổ Ca Ca
Open In TikTok:
Region: VN
Sunday 20 September 2026 13:21:30 GMT
5745
551
9
50
Music
Download
No Watermark .mp4 (
6.24MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2.99MB
)
Watermark .mp4 (
6.83MB
)
Music .mp3
Comments
ta k điên . đtl áo cảnh giáo :
hay tht sự quá hay
2026-09-20 14:00:15
2
Ayano koji :
2026-09-21 00:56:21
0
Cổ Nguyệt Phương Nguyên :
Thiên Phú?
2026-09-21 03:53:17
0
KhánhLinhQN84 :
2026-09-21 01:34:04
0
𝓞𝓫𝓲𝓽𝓸 :
2026-09-20 22:16:35
0
tranbinhan404 :
2026-09-21 05:56:05
0
đại tá phương nguyên 😱🥶💀😎 :
2026-09-20 17:03:13
0
Lý hoả vượng :
2026-09-21 02:02:08
0
sổ lải :
2026-09-20 14:39:41
0
To see more videos from user @vangsinhchany, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Every day, medicine saves thousands and millions of lives. Thanks to doctors and scientists, humanity has stopped suffering from hundreds and thousands of diseases: we have almost completely defeated infections, created thousands of medications and treatment methods, and developed extremely sophisticated diagnostic equipment. It seems that in this century we will make yet another major leap forward. My deepest gratitude and a low bow to all doctors and scientists who read this. #edit #bio#medical #human#medicine
Ngày nào cũng thấy “MÁT” #hdrv #tiktokfood #ancungtiktok #reviewanngon #foodfestontiktok #saurieng
وأما عن نعم الله فأولهم أبي وأجملهم أمي. #اجر_لي_ولك ا#قران quran# quran_قران#
#OOTD#WomenFashion#spotlightfinds#SummerSaleCampaign #WeeklyDeal
Aku Hanya Menjalani Aku tidak memiliki apa-apa. Apa yang hari ini kusebut milikku, sesungguhnya hanyalah titipan yang sedang dipercayakan kepadaku untuk dijaga dan dirawat. Tubuh ini bukan milikku. Napas ini bukan milikku. Kekuatan ini bukan milikku. Pengetahuan ini bukan milikku. Bahkan waktu yang sedang kujalani pun bukan milikku. Aku hanya sedang diperkenankan menggunakannya untuk sementara. Aku juga tidak mampu apa-apa tanpa daya yang diberikan. Aku dapat berjalan karena diberi kemampuan. Aku dapat berpikir karena diberi kesadaran. Aku dapat merasakan karena diberi kehidupan. Aku dapat mencintai karena diberi kelembutan hati. Aku dapat bertahan karena diberi kekuatan. Dan bahkan kemampuan untuk menyadari semua ini pun bukan sesuatu yang pantas kusebut sebagai milikku. Semakin aku merenung, semakin aku memahami bahwa tidak ada alasan untuk menyombongkan diri. Karena apa yang kubanggakan hari ini bisa hilang esok hari. Apa yang kuandalkan hari ini bisa berubah sewaktu-waktu. Dan apa yang kuanggap sebagai kekuatanku ternyata hanyalah sesuatu yang sedang dipinjamkan kepadaku. Maka aku belajar menundukkan hati. Aku tidak memiliki adil. Adil milik Allah. Jika aku mampu berlaku adil, itu karena aku diberi kemampuan untuk berlaku adil. Aku tidak memiliki sabar. Sabar milik Allah. Jika aku mampu bertahan dalam kesulitan, itu karena aku diberi kekuatan untuk bertahan. Aku tidak memiliki syukur. Syukur milik Allah. Jika aku mampu melihat nikmat di tengah kekurangan, itu karena aku diberi mata hati untuk melihatnya. Aku tidak memiliki ikhlas. Ikhlas milik Allah. Jika aku mampu melepaskan sesuatu yang kucintai, itu karena aku diberi kelapangan untuk menerimanya. Aku juga tidak memiliki kasih sayang. Aku tidak memiliki cinta kasih. Kasih sayang dan cinta kasih adalah karunia-Nya yang diwujudkan melalui kehidupan. Ia mengalir melalui hati seorang ibu kepada anaknya. Melalui tangan yang menolong tanpa pamrih. Melalui seseorang yang memaafkan meski terluka. Melalui mereka yang tetap berbuat baik meskipun tidak selalu diperlakukan baik. Aku hanyalah salah satu tempat yang mungkin dilalui oleh karunia itu. Karena itu tugasku bukan mengaku memilikinya. Bukan mengklaimnya sebagai hasil kehebatanku. Bukan menjadikannya alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain. Tugasku hanyalah menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Menjadi adil ketika diberi kesempatan untuk berlaku adil. Menjadi sabar ketika diberi ujian. Menjadi bersyukur ketika diberi nikmat. Menjadi ikhlas ketika diberi kehilangan. Menjadi penyayang ketika dipertemukan dengan sesama. Lalu setelah semuanya dilakukan, aku kembali menyadari bahwa aku hanyalah seorang musafir yang sedang diperjalankan. Aku datang tanpa membawa apa-apa. Aku akan pergi tanpa membawa apa-apa. Yang tersisa bukanlah apa yang kumiliki. Melainkan bagaimana aku menjalani titipan yang pernah dipercayakan kepadaku. Maka aku tidak ingin menjadi pemilik. Aku hanya ingin menjadi penjaga yang amanah. Aku tidak ingin menjadi penguasa. Aku hanya ingin menjadi pelayan kehidupan yang sadar akan keterbatasannya. Dan dalam kesadaran itu, hatiku menjadi lebih tenang. Karena aku tidak lagi harus memikul semuanya sendirian. Aku hanya menjalani. Aku hanya menjaga. Aku hanya merawat. Aku hanya bersyukur. Dan aku hanya berusaha melakukan yang terbaik sesuai kemampuan yang diberikan kepadaku. Sebab pada akhirnya, aku tidak memiliki apa-apa, namun aku diberi kesempatan untuk menjalani segalanya. RAHAYU
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy