@walisantri49: Ada yang menjabat tangan pemimpin dengan tetap berdiri tegak. Penghormatan diberikan, tetapi keberanian untuk mengingatkan tidak ditinggalkan. Ada pula gambaran ulama yang begitu dekat dengan kekuasaan hingga sikap kritisnya dikhawatirkan memudar. Ketika jabatan dan kedekatan lebih diutamakan daripada kepentingan umat, independensi seorang ulama bisa dipertaruhkan. Ulama memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan pemimpin, termasuk ketika kebijakan atau tindakannya perlu dikritisi. Sebaliknya, menghormati pemimpin tidak harus berarti menyetujui setiap keputusannya. Menghormati adalah adab. Mengingatkan adalah amanah. Menurut kalian, bagaimana ulama seharusnya menjaga hubungan dengan penguasa tanpa kehilangan independensinya?#pimpinanponpesgontor #prabowosubianto🇮🇩