@amkara.k: #muslim #musulman #tafsir #bambara #imamaboubakarkonate

AMKARA
AMKARA
Open In TikTok:
Region: FR
Sunday 20 September 2026 16:30:08 GMT
5976
765
14
45

Music

Download

Comments

bh.coulibaly27
Bèh Coulibaly :
♥️
2026-09-22 20:20:04
1
phonephone7980
Phone Phone :
🥰🥰🥰
2026-09-22 15:29:42
1
ouattara.vamara23
Ouattara Vamara :
🥰🥰🥰
2026-09-20 21:40:59
1
fatim.coulibaly371
Fatim Coulibaly :
🥰🥰🥰
2026-09-20 19:12:26
1
sani.ouattara87
Sani Ouattara :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-09-21 08:10:50
1
bh.coulibaly27
Bèh Coulibaly :
👍
2026-09-22 20:20:03
1
aminatao07
واتارا أميناتا :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-09-21 14:07:41
0
aouedrago.amed
aouedrago amed :
🤲🤲🤲🤲🤲🤲
2026-09-20 18:54:02
1
konepablo340
pablo :
[Réconfortant][Réconfortant][Réconfortant][Prière]
2026-09-21 14:57:25
0
makou.coumba
Makou coumba :
🥰🥰🥰
2026-09-21 18:21:50
0
kaby4530
Kaby :
❤️❤️❤️❤️❤️😂😂😂😂😂
2026-09-23 18:31:31
1
cisse.iliasou
Cisse Iliasou :
🙏🙏🙏
2026-09-25 23:53:08
1
k..mariam
k. Mariam :
🥰🥰🥰
2026-09-21 11:12:07
0
koneabdoulaye035
koneabdoulaye7180,❤️♥️😍🥰🌹 :
👍👍👍
2026-10-04 10:26:19
1
To see more videos from user @amkara.k, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KEMARAU PANJANG, DEBIT AIR EMBUNG GIWANGAN MENYUSUT SIGNIFIKAN, SISI UTARA KERING TOTAL Dampak musim kemarau panjang mulai mengancam ketersediaan air pada fasilitas ruang terbuka publik di wilayah Kota Yogyakarta. Salah satu penampungan air buatan, yakni Taman Budaya Embung Giwangan yang berlokasi di Kapanewon Umbulharjo, dilaporkan mengalami penurunan debit air secara signifikan pada awal Oktober 2026. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Jumat (2/10/2026), kolam penampungan atau embung kecil di sisi utara kawasan tersebut dalam kondisi kering total hingga memamerkan permukaan dasar tanah. Salah seorang pedagang di kawasan setempat, Mahadevi, menuturkan bahwa kondisi mengeringnya embung utara tersebut sudah berlangsung dalam sepekan terakhir lantaran terhentinya pasokan aliran air. Meski demikian, embung utama di sisi selatan tercatat masih menggenang meski volumenya berkurang drastis saban hari, yang oleh warga dinilai dapat dimanfaatkan sebagai momentum efektif pembersihan kawasan embung. Kepala UPT Taman Budaya Kota Yogyakarta, Karmila, membenarkan fenomena surutnya debit air tersebut dan menegaskan bahwa hal tersebut murni dipicu oleh faktor iklim serta terhentinya pasokan air.  Namun dirinya meluruskan isu viral yang menyebut Embung Giwangan kering total, dengan mengonfirmasi bahwa 70 persen sumber air embung mengandalkan curah hujan dan aliran Kali Tekik yang saat ini sedang mati total. Pihaknya memproyeksikan debit air di Taman Budaya Embung Giwangan baru akan kembali melimpah dan pulih secara normal seiring masuknya musim penghujan mendatang. (aka/mon) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Azka Ramadhan Editor : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #kemarau #kekeringan #embung #giwangan
KEMARAU PANJANG, DEBIT AIR EMBUNG GIWANGAN MENYUSUT SIGNIFIKAN, SISI UTARA KERING TOTAL Dampak musim kemarau panjang mulai mengancam ketersediaan air pada fasilitas ruang terbuka publik di wilayah Kota Yogyakarta. Salah satu penampungan air buatan, yakni Taman Budaya Embung Giwangan yang berlokasi di Kapanewon Umbulharjo, dilaporkan mengalami penurunan debit air secara signifikan pada awal Oktober 2026. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Jumat (2/10/2026), kolam penampungan atau embung kecil di sisi utara kawasan tersebut dalam kondisi kering total hingga memamerkan permukaan dasar tanah. Salah seorang pedagang di kawasan setempat, Mahadevi, menuturkan bahwa kondisi mengeringnya embung utara tersebut sudah berlangsung dalam sepekan terakhir lantaran terhentinya pasokan aliran air. Meski demikian, embung utama di sisi selatan tercatat masih menggenang meski volumenya berkurang drastis saban hari, yang oleh warga dinilai dapat dimanfaatkan sebagai momentum efektif pembersihan kawasan embung. Kepala UPT Taman Budaya Kota Yogyakarta, Karmila, membenarkan fenomena surutnya debit air tersebut dan menegaskan bahwa hal tersebut murni dipicu oleh faktor iklim serta terhentinya pasokan air. Namun dirinya meluruskan isu viral yang menyebut Embung Giwangan kering total, dengan mengonfirmasi bahwa 70 persen sumber air embung mengandalkan curah hujan dan aliran Kali Tekik yang saat ini sedang mati total. Pihaknya memproyeksikan debit air di Taman Budaya Embung Giwangan baru akan kembali melimpah dan pulih secara normal seiring masuknya musim penghujan mendatang. (aka/mon) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Azka Ramadhan Editor : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #kemarau #kekeringan #embung #giwangan
LINI BELAKANG PSS SLEMAN KENA SOROTAN USAI KEBOBOLAN 7 GOL DI 3 LAGA Awal musim Super League 2026/2027 menjadi periode sulit bagi PSS Sleman. Skuat berjuluk Super Elang Jawa tersebut belum mampu menemukan performa solid di lini pertahanan setelah gawang mereka telah dibobol sebanyak 7 kali hanya dalam rentang tiga pertandingan perdana. Rangkaian hasil buruk tersebut dimulai saat PSS takluk 1-2 dari Bali United, disusul kekalahan kandang 1-3 atas Madura United, serta yang teranyar dibungkam Dewa United dengan skor 1-2. Menanggapi sorotan tajam publik terhadap barisan pertahanan, Pelatih Utama PSS Sleman, Pieter Huistra, menegaskan bahwa dirinya enggan menyalahkan atau membebani individu pemain di lini belakang semata. Menurut pelatih asal Belanda tersebut, aspek pertahanan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh 11 pemain yang berada di dalam lapangan. Huistra menilai beberapa gol lawan terjadi akibat situasi yang kurang beruntung, seperti eksekusi jarak jauh dari garis tengah, kesalahan antisipasi, hingga hukuman penalti yang tergolong ringan. Meski begitu, mantan juru taktik Borneo FC ini bersikap kritis dan mengakui bahwa kebobolan tujuh gol dalam tiga laga adalah catatan yang terlalu besar. Evaluasi menyeluruh dan pembenahan organisasi permainan akan menjadi fokus utamanya agar seluruh lini aktif berkontribusi menjaga kedalaman saat kehilangan penguasaan bola. (mur/mon) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Almurfi Syofyan Editor : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #pss #liga1 #sepakbola
LINI BELAKANG PSS SLEMAN KENA SOROTAN USAI KEBOBOLAN 7 GOL DI 3 LAGA Awal musim Super League 2026/2027 menjadi periode sulit bagi PSS Sleman. Skuat berjuluk Super Elang Jawa tersebut belum mampu menemukan performa solid di lini pertahanan setelah gawang mereka telah dibobol sebanyak 7 kali hanya dalam rentang tiga pertandingan perdana. Rangkaian hasil buruk tersebut dimulai saat PSS takluk 1-2 dari Bali United, disusul kekalahan kandang 1-3 atas Madura United, serta yang teranyar dibungkam Dewa United dengan skor 1-2. Menanggapi sorotan tajam publik terhadap barisan pertahanan, Pelatih Utama PSS Sleman, Pieter Huistra, menegaskan bahwa dirinya enggan menyalahkan atau membebani individu pemain di lini belakang semata. Menurut pelatih asal Belanda tersebut, aspek pertahanan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh 11 pemain yang berada di dalam lapangan. Huistra menilai beberapa gol lawan terjadi akibat situasi yang kurang beruntung, seperti eksekusi jarak jauh dari garis tengah, kesalahan antisipasi, hingga hukuman penalti yang tergolong ringan. Meski begitu, mantan juru taktik Borneo FC ini bersikap kritis dan mengakui bahwa kebobolan tujuh gol dalam tiga laga adalah catatan yang terlalu besar. Evaluasi menyeluruh dan pembenahan organisasi permainan akan menjadi fokus utamanya agar seluruh lini aktif berkontribusi menjaga kedalaman saat kehilangan penguasaan bola. (mur/mon) Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Almurfi Syofyan Editor : Mona Kriesdinar Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #pss #liga1 #sepakbola

About