Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@clark.finds:
Clarkfinds
Open In TikTok:
Region: US
Monday 21 September 2026 01:31:34 GMT
44
0
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @clark.finds, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
pipi tuyy?
Pov ─ Lee Heeseung adalah orang berbahaya. Dunia mengenalnya sebagai buronan—pengusaha gelap yang kejam, licik, dingin. Nama “Heeseung” sendiri udah cukup bikin orang ketakutan. Tapi buat kamu, dia cuma… suami. Suami yang setiap hari selalu tahu gimana caranya bikin kamu tersenyum. Malam itu, rumah kalian hening. Hanya terdengar detak jam dinding dan suara gesekan pulpen Evan yang lagi sibuk nulis tugasnya di meja makan. Sesekali, kamu melirik anakmu itu. Tingginya hampir nyusul ayahnya. Rambut hitamnya jatuh berantakan ke dahi—sialnya, mirip sekali dengan Heeseung. Kamu mendengus pelan. “Kenapa ngelihatin Evan kayak gitu, hm?” suara dalam dan berat itu terdengar dari balik sofa. Heeseung duduk santai, satu kaki ditumpangkan ke lutut, rokok mengepul di tangannya. Matanya, tajam seperti biasanya, tapi ada senyum kecil waktu menatap kamu. Kamu manyun. “Gen kamu tuh keterlaluan, tau nggak. Anak kita jadi copy-an kamu banget. Evan tuh mirip banget sama kamu. Aku kesel.” Heeseung mengangkat alisnya, geli. “Kesel? Masa istri gue ngambek gara-gara anaknya mirip bapaknya sendiri?” “Ya iya! Kenapa nggak mirip aku dikit aja gitu?” kamu nyebutin sambil melipat tangan di dada. Dari meja, Evan mendongak sebentar. “Mama cemburu ya? Tapi aku kan tetep sayang Mama,” ucapnya polos, bikin kamu tambah manyun. “Diam kamu, Evan.” kamu nyolek anakmu dengan tatapan manja, sementara Heeseung ngakak pelan, suaranya rendah tapi memantul di ruang tamu yang luas. Lalu, tanpa aba-aba, dia berdiri. Tubuh tingginya mendekat, langkahnya berat tapi mantap. Heeseung berhenti tepat di depanmu, lalu membungkuk sedikit, wajahnya mendekat berbahaya. Asap rokok tipis masih berputar di udara. “Dengerin gue, Babe.” suaranya serak, berat. Tangannya menyentuh dagumu, mengangkatnya lembut biar matamu ketemu matanya. “Evan boleh mirip gue luar dalem. Tapi satu hal yang dia nggak punya—lo. Lo cuma punya gue. Lo milik gue.” Pipi kamu langsung panas. “Hee… Heeseung…” Dia mendengus kecil, senyum miring muncul. “Ngambek cuma gara-gara anak mirip gue? Ayo lah, sayang. Kalo gitu, besok kita bikin satu lagi. Siapa tau mirip lo, hm?” “LEE HEESEUNG!” kamu refleks mukul dadanya. Evan langsung protes dari meja makan, “Daddy… please, aku lagi belajar, jangan bikin Mama marah.” Heeseung noleh ke anaknya sambil ketawa pendek. “Belajar sana, Evan. Urusan Mama itu urusan Daddy.” Kamu makin malu, pipi makin panas. Tapi Heeseung nggak berhenti, tangannya melingkar di pinggangmu, menarikmu rapat ke dadanya. Bibirnya turun menyentuh keningmu pelan, hangat, penuh kepemilikan. Heeseung baru aja nyium keningmu lama, dan kamu udah mau protes karena Evan jelas-jelas masih ada di meja makan. “Daddy!” suara Evan tiba-tiba terdengar keras. Anakmu berdiri sambil nunjuk kalian dengan ekspresi keki. “Please deh, jangan gitu depan aku. Nggak ada respect banget sih?” Kamu spontan nutup muka pakai tangan, malu sendiri. “Tuh kan, aku udah bilang… jangan depan anak.” Tapi Heeseung cuma nyengir miring, seakan menikmati rasa malu kamu. Dia noleh ke Evan dengan tatapan sok serius. “Kenapa? Daddy cuma sayangin Mama lo. Lo harus belajar dari Daddy—treat your woman right.” “Right apaan! Aku geli liatnya! Masa anak harus jadi saksi tiap kali Daddy gombalin Mama.” Evan mendengus, rambutnya jatuh ke dahi. Dari raut mukanya aja udah jelas: dia cemburu. Heeseung ketawa pendek, rendah, khas dirinya. “Cemburu ya?” “Apa-apaan! Nggak.” Evan langsung noleh ke buku tugasnya, pura-pura fokus. Kamu ngakak kecil tapi masih nyubit lengan Heeseung pelan. “Udah lah, Hee. Jangan digangguin anak.” Tapi bukannya berhenti, Heeseung malah ngerangkul pinggangmu lebih erat. Tangannya yang besar geser ke punggungmu, nundukin kamu makin dekat. Bibirnya sengaja nyaris nyentuh pipimu. “Daddy!!!” Evan langsung bangkit, nyaris melempar pulpen ke arah kalian. “Bawa Mama ke kamar sana kalo mau gitu. Jangan di depan aku!” Lanjutan di komentar cek.. #ff #pov #heeseung
Akwaman Comedy 😂😂😂😂 #funnyskit #fyp #akwaman #comedyskit #foryoupage 🚫 Against violence | 🎭 Comedy only
🌼🌸🍀 #CapCut #fyp #couple #Love #korea
انا خويك من صدوف المقابيل.. لا عازك من صدوف وقتك) عوايز لو للجمايل "سبق" بين الرجاجيل المركز الأول لنا ... و الجوايز العز لو دونه مثل غبة السيل نروح صوبه لو نعود جنايز"# #أكسبلور سکروز 0.5007
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy