@e.news.2025: Diana’s Ghost Still Haunts Kensington Palace — Camilla Is FREAKING OUT #princessdiana #kensington #queencamilla #royals #fpy

E news 2025
E news 2025
Open In TikTok:
Region: US
Monday 21 September 2026 02:27:15 GMT
1327
54
1
3

Music

Download

Comments

aurelia24215
aurelia24 :
because of his family
2026-09-21 05:14:54
1
To see more videos from user @e.news.2025, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ayah, Aku Masih Ingat Janjimu Ayah, mungkin bagimu sebuah janji hanyalah kata-kata yang pernah terucap. Namun bagiku, janji dari seorang ayah adalah sesuatu yang aku percaya sepenuh hati. Aku mengingat setiap kata yang pernah kau ucapkan kepadaku, bahkan ketika mungkin kau sendiri sudah lupa. Aku adalah anak laki-lakimu yang pertama. Sejak kecil, mungkin aku terlihat seperti anak yang harus kuat. Aku belajar memahami keadaan, belajar menahan keinginan, dan belajar tidak banyak meminta. Bukan karena aku tidak ingin memiliki sesuatu, tetapi karena aku tahu tidak semua yang kuinginkan bisa kau berikan. Namun ada satu hal yang selalu kuanggap berbeda: janji. Ketika kau berkata, “Nanti Ayah akan melakukannya,” aku percaya. Ketika kau berkata, “Tunggu, Ayah pasti tepati,” aku menunggu. Aku tidak banyak bertanya karena aku percaya bahwa seorang ayah tidak akan membuat anaknya menunggu sesuatu yang sebenarnya tidak pernah ingin ia tepati. Hari demi hari aku menunggu. Aku mencoba berpikir positif setiap kali janji itu belum juga menjadi kenyataan. Mungkin Ayah sibuk. Mungkin ada masalah. Mungkin memang belum waktunya. Aku selalu mencari alasan agar aku tidak kecewa kepadamu. Tetapi lama-kelamaan, “nanti” berubah menjadi hari, hari berubah menjadi minggu, dan minggu berubah menjadi bulan. Sampai akhirnya aku sadar bahwa mungkin yang selama ini kutunggu hanyalah sebuah harapan yang tidak pernah benar-benar akan datang. Ayah, yang membuatku sakit bukan hanya karena janji itu tidak ditepati. Yang lebih menyakitkan adalah karena aku pernah begitu percaya kepadamu. Aku pernah menganggap perkataanmu sebagai sesuatu yang pasti. Aku pernah merasa bangga ketika menceritakan tentang ayahku. Aku pernah berpikir bahwa jika ayah sudah berkata, maka semuanya akan baik-baik saja. Tapi sekarang, ketika kau berkata “nanti”, aku tidak lagi langsung merasa bahagia. Ada bagian dalam diriku yang bertanya, “Benarkah kali ini?” Aku mulai takut berharap. Aku mulai belajar untuk tidak terlalu percaya. Dan jujur, Yah, aku sedih karena orang yang membuatku belajar untuk tidak mudah percaya adalah ayahku sendiri. Aku tidak membutuhkan ayah yang sempurna. Aku juga tidak meminta sesuatu yang mahal atau berlebihan. Aku hanya ingin perkataanmu memiliki arti. Jika memang tidak bisa, katakan tidak bisa. Jika memang belum mampu, katakan belum mampu. Aku akan mencoba memahami. Yang sulit adalah ketika kau memberiku harapan, membuatku menunggu, lalu membiarkan harapan itu hilang begitu saja. Aku mungkin tidak selalu mengatakannya, tetapi aku memperhatikan semuanya. Aku ingat bagaimana rasanya menunggu. Aku ingat bagaimana rasanya berharap. Aku ingat bagaimana rasanya berpura-pura tidak kecewa ketika sebenarnya hatiku sedang bertanya-tanya, “Kenapa Ayah tidak menepati janjinya?” Sebagai anak laki-lakimu yang pertama, aku mungkin tidak selalu menunjukkan rasa kecewa. Aku mungkin memilih diam karena tidak ingin terlihat lemah. Tetapi diam bukan berarti tidak sakit. Terkadang diam adalah cara seorang anak menyembunyikan perasaannya agar tidak semakin terluka. Aku masih menyayangimu, Yah. Kalau aku sudah tidak peduli, mungkin aku tidak akan merasa sesakit ini. Justru karena aku masih peduli, setiap janji yang kau ingkari terasa begitu berarti bagiku. Aku pernah menunggu seorang ayah yang menepati perkataannya. Bukan karena aku ingin menuntut, tetapi karena aku ingin percaya bahwa perkataan ayahku bisa menjadi tempat aku menggantungkan harapan. Sekarang aku mulai mengerti bahwa tidak semua janji harus ditunggu. Tidak semua perkataan harus dipercaya hanya karena keluar dari mulut seseorang yang kita sayangi. Tapi jauh di dalam hatiku, masih ada bagian kecil yang berharap. Berharap suatu hari nanti kau mengingat semua janji yang pernah kau ucapkan. Berharap suatu hari nanti kau menyadari bahwa ada seorang anak laki-laki yang pernah menunggu dengan penuh percaya. #janjiayahkemana? #ayahingakarjan #kecewasamaayah #lewatberandafypシ #foryoupage
Ayah, Aku Masih Ingat Janjimu Ayah, mungkin bagimu sebuah janji hanyalah kata-kata yang pernah terucap. Namun bagiku, janji dari seorang ayah adalah sesuatu yang aku percaya sepenuh hati. Aku mengingat setiap kata yang pernah kau ucapkan kepadaku, bahkan ketika mungkin kau sendiri sudah lupa. Aku adalah anak laki-lakimu yang pertama. Sejak kecil, mungkin aku terlihat seperti anak yang harus kuat. Aku belajar memahami keadaan, belajar menahan keinginan, dan belajar tidak banyak meminta. Bukan karena aku tidak ingin memiliki sesuatu, tetapi karena aku tahu tidak semua yang kuinginkan bisa kau berikan. Namun ada satu hal yang selalu kuanggap berbeda: janji. Ketika kau berkata, “Nanti Ayah akan melakukannya,” aku percaya. Ketika kau berkata, “Tunggu, Ayah pasti tepati,” aku menunggu. Aku tidak banyak bertanya karena aku percaya bahwa seorang ayah tidak akan membuat anaknya menunggu sesuatu yang sebenarnya tidak pernah ingin ia tepati. Hari demi hari aku menunggu. Aku mencoba berpikir positif setiap kali janji itu belum juga menjadi kenyataan. Mungkin Ayah sibuk. Mungkin ada masalah. Mungkin memang belum waktunya. Aku selalu mencari alasan agar aku tidak kecewa kepadamu. Tetapi lama-kelamaan, “nanti” berubah menjadi hari, hari berubah menjadi minggu, dan minggu berubah menjadi bulan. Sampai akhirnya aku sadar bahwa mungkin yang selama ini kutunggu hanyalah sebuah harapan yang tidak pernah benar-benar akan datang. Ayah, yang membuatku sakit bukan hanya karena janji itu tidak ditepati. Yang lebih menyakitkan adalah karena aku pernah begitu percaya kepadamu. Aku pernah menganggap perkataanmu sebagai sesuatu yang pasti. Aku pernah merasa bangga ketika menceritakan tentang ayahku. Aku pernah berpikir bahwa jika ayah sudah berkata, maka semuanya akan baik-baik saja. Tapi sekarang, ketika kau berkata “nanti”, aku tidak lagi langsung merasa bahagia. Ada bagian dalam diriku yang bertanya, “Benarkah kali ini?” Aku mulai takut berharap. Aku mulai belajar untuk tidak terlalu percaya. Dan jujur, Yah, aku sedih karena orang yang membuatku belajar untuk tidak mudah percaya adalah ayahku sendiri. Aku tidak membutuhkan ayah yang sempurna. Aku juga tidak meminta sesuatu yang mahal atau berlebihan. Aku hanya ingin perkataanmu memiliki arti. Jika memang tidak bisa, katakan tidak bisa. Jika memang belum mampu, katakan belum mampu. Aku akan mencoba memahami. Yang sulit adalah ketika kau memberiku harapan, membuatku menunggu, lalu membiarkan harapan itu hilang begitu saja. Aku mungkin tidak selalu mengatakannya, tetapi aku memperhatikan semuanya. Aku ingat bagaimana rasanya menunggu. Aku ingat bagaimana rasanya berharap. Aku ingat bagaimana rasanya berpura-pura tidak kecewa ketika sebenarnya hatiku sedang bertanya-tanya, “Kenapa Ayah tidak menepati janjinya?” Sebagai anak laki-lakimu yang pertama, aku mungkin tidak selalu menunjukkan rasa kecewa. Aku mungkin memilih diam karena tidak ingin terlihat lemah. Tetapi diam bukan berarti tidak sakit. Terkadang diam adalah cara seorang anak menyembunyikan perasaannya agar tidak semakin terluka. Aku masih menyayangimu, Yah. Kalau aku sudah tidak peduli, mungkin aku tidak akan merasa sesakit ini. Justru karena aku masih peduli, setiap janji yang kau ingkari terasa begitu berarti bagiku. Aku pernah menunggu seorang ayah yang menepati perkataannya. Bukan karena aku ingin menuntut, tetapi karena aku ingin percaya bahwa perkataan ayahku bisa menjadi tempat aku menggantungkan harapan. Sekarang aku mulai mengerti bahwa tidak semua janji harus ditunggu. Tidak semua perkataan harus dipercaya hanya karena keluar dari mulut seseorang yang kita sayangi. Tapi jauh di dalam hatiku, masih ada bagian kecil yang berharap. Berharap suatu hari nanti kau mengingat semua janji yang pernah kau ucapkan. Berharap suatu hari nanti kau menyadari bahwa ada seorang anak laki-laki yang pernah menunggu dengan penuh percaya. #janjiayahkemana? #ayahingakarjan #kecewasamaayah #lewatberandafypシ #foryoupage

About