Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@ikballll07: moment...📸🌄🤝 #trend #memoriliburan #perfectmoment #4youpage #lewatberanda
kangbale
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 21 September 2026 03:39:24 GMT
245
27
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.78MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.78MB
)
Watermark .mp4 (
1.59MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @ikballll07, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
🥰🥰
#skintintvelovepevita #skintinttimephoria
#trendingvideo meri maa ke barab koyi nahi 🥺🥺🥺#loveyoumaa❤🌹❤ #CapCut #ဂေါ်ရ်ခါးမလေးပါရှင်🤩 #viralvideo
“Guru… mengapa tubuhku ada di sini, tapi pikiranku seperti sedang berperang?” Di dalam dirimu ada ruh, akal, jiwa, dan nafs. Pertanyaannya: siapa yang sedang memimpin? MURID: Guru… mengapa aku sering merasa lelah, padahal tubuhku tidak sedang melakukan pekerjaan berat? GURU: Karena belum tentu tubuhmu yang lelah, Murid. MURID: Lalu siapa? GURU: Mungkin jiwamu. Setiap hari ada peperangan yang tidak terlihat. Tubuhmu diam, tetapi di dalam dirimu ada suara yang saling berebut menjadi penguasa. Ada bagian yang ingin mendekat kepada Allah. Ada yang ingin dipuji. Ada yang ingin menang. Ada yang ingin membalas. Ada yang takut kehilangan. Dan ada yang terus berbisik: “Aku harus menang.” MURID: Jadi manusia bukan hanya tubuh? GURU: Bukan. Tubuh hanyalah kendaraan. Yang menentukan arah perjalanan adalah siapa yang memegang kendali. Dalam tasawuf, manusia memiliki dimensi batin yang saling berkaitan. Ruh—yang mengarah kepada Allah. Jiwa—tempat pergulatan berbagai dorongan. Akal—alat untuk menimbang dan membedakan. Nafs—dorongan keakuan yang dapat menyeret manusia kepada kesombongan dan hawa nafsu. Dan tubuh—kendaraan yang akhirnya mengikuti siapa yang paling kuat memimpin. MURID: Tapi mengapa aku begitu mudah dikuasai nafs? GURU: Karena nafs tidak selalu datang dengan wajah buruk. Kadang ia menyamar sebagai harga diri. Kadang sebagai ambisi. Kadang sebagai cinta. Bahkan kadang memakai pakaian agama untuk membenarkan dirinya. Kau dihina sedikit, egomu terbakar. Orang lain berhasil, hatimu merasa kalah. Tidak dipuji, kau gelisah. Keinginanmu tidak terpenuhi, kau merasa hidup tidak adil. Padahal mungkin bukan keadaan yang menghancurkanmu. Yang menghancurkanmu adalah siapa yang kau biarkan memimpin ketika keadaan itu datang. MURID: Lalu bagaimana aku mengubahnya? GURU: Jangan selalu terburu-buru bereaksi. Ketika marah, berhenti sejenak. Ketika ingin membalas, amati hatimu. Ketika ingin dipuji, tanyakan: “Aku melakukan ini karena Allah, atau karena ingin dilihat manusia?” Ketika gagal, tanyakan: “Apa yang sebenarnya sedang Allah ajarkan kepadaku?” Di situlah akal mulai menjadi penimbang. Di situlah jiwa mulai belajar mengenali dirinya. Dan di situlah nafs perlahan kehilangan kekuasaannya. Perbanyak dzikir. Muhasabah. Belajar menundukkan keakuan. Jangan hanya memperindah tubuh, tetapi rawat pula batinmu. Sebab tubuh yang indah akan menua. Harta akan berpindah. Pujian manusia akan berhenti. Tetapi perjalanan ruh kepada Allah tidak berhenti hanya karena dunia berubah. MURID: Jadi mungkin selama ini aku terlalu sibuk memperbaiki yang terlihat… tetapi lupa bertanya siapa yang sebenarnya mengendalikan diriku. GURU: Itulah pertanyaan yang harus kau bawa pulang. Ketika sendirian, tanyakan: “Siapa yang sebenarnya sedang hidup melalui tubuhku?” Apakah ruh yang sedang mencari Allah? Ataukah nafs yang sedang mengejar dunia? Karena di dalam dirimu ada sebuah kerajaan. Dan setiap hari terjadi perebutan kekuasaan di sana. Jika nafs memimpin, tubuh menjadi alat keinginan. Jika ego memimpin, hidup hanya mengejar pengakuan. Tetapi jika ruh menjadi penunjuk arah, akal menjadi penimbang, dan nafs ditundukkan… tubuh yang sama, kehidupan yang sama, dunia yang sama—dapat berubah menjadi jalan pulang kepada Allah. “Jangan terlalu takut pada dunia yang belum bisa kau taklukkan. Takutlah ketika kau kehilangan kendali atas dirimu sendiri.” Mungkin yang selama ini kau cari bukan kehidupan baru. Mungkin… kau hanya sedang mencari jalan pulang kepada dirimu yang sejati. **Kalau hatimu sedang mencari jalan pulang, lihat showcase dan pilih kitab tasawuf yang ingin menemanimu. #Tasawuf #MaRifatullah #Muhasabah #Jiwa #dzikir
Hey lines. . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . .#foryou #foryoupage #poetrylover #trending #unfreezemyaccount
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy