@fonly.15: สีแดง#fonly #ขึ้นฟีดเถอะ #เทรนด์วันนี้ #เปิดการมองเห็นให้หน่อย #tiktokthailand🇹🇭

sandee🇹🇭小宝
sandee🇹🇭小宝
Open In TikTok:
Region: TH
Monday 21 September 2026 06:13:24 GMT
164
44
2
0

Music

Download

Comments

henrylee093
魔帝😈 :
my one!! 😘😘
2026-09-21 06:20:29
1
To see more videos from user @fonly.15, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

𝗧𝗥𝗜𝗢 𝗛𝗘𝗔𝗩𝗬 𝗖𝗥𝗨𝗜𝗦𝗘𝗥 𝗔𝗫𝗜𝗦 ( 𝟮𝟬𝟯𝗺𝗺 )  Prinz Eugen adalah kapal penjelajah berat milik Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine) dari kelas Admiral Hipper. Ia diluncurkan pada tahun 1938 dan mulai aktif pada 1940. Kapal ini memiliki bobot sekitar 14.000 ton (standar) dan dipersenjatai dengan 8 meriam utama kaliber 203 mm dalam empat turret kembar. Prinz Eugen dirancang sebagai kapal penyerang jarak jauh dengan perlindungan lapis baja yang cukup baik dan sistem pengendalian tembakan modern untuk masanya. Prinz Eugen paling terkenal karena ikut dalam Operasi Rheinübung bersama kapal tempur Bismarck pada Mei 1941. Dalam pertempuran di Selat Denmark, ia membantu menenggelamkan kapal tempur Inggris HMS Hood. Setelah terpisah dari Bismarck, Prinz Eugen berhasil lolos ke Prancis. Sepanjang perang ia juga bertugas di Baltik mendukung pasukan darat Jerman dengan tembakan artileri berat. Setelah perang, kapal ini diserahkan kepada Amerika Serikat dan akhirnya digunakan sebagai target uji coba nuklir di Bikini Atoll tahun 1946. Zara adalah kapal utama dari kelas Zara milik Angkatan Laut Kerajaan Italia (Regia Marina). Diluncurkan pada 1930, Zara dikenal sebagai salah satu heavy cruiser dengan perlindungan baja terbaik pada masanya. Ia membawa 8 meriam 203 mm, sama seperti banyak cruiser berat lainnya sesuai batasan Traktat Washington. Namun, berbeda dengan beberapa kapal lain, kelas Zara mengorbankan kecepatan demi perlindungan lapis baja yang lebih tebal. Zara bertempur di Laut Mediterania selama Perang Dunia II. Kariernya berakhir tragis dalam Pertempuran Tanjung Matapan pada Maret 1941 melawan Angkatan Laut Inggris. Dalam pertempuran malam tersebut, armada Italia kurang siap menghadapi radar Inggris. Zara dihantam tembakan jarak dekat dari kapal tempur Inggris dan akhirnya tenggelam bersama sebagian besar awaknya. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Regia Marina. Takao adalah kapal utama dari kelas Takao milik Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Diluncurkan pada 1930, kapal ini dirancang untuk memiliki daya tembak kuat dan kecepatan tinggi, sesuai doktrin Jepang yang mengutamakan pertempuran armada besar di Pasifik. Takao membawa 10 meriam 203 mm dalam lima turret, menjadikannya salah satu cruiser berat dengan jumlah meriam terbanyak saat itu. Selama Perang Dunia II, Takao beroperasi luas di Samudra Pasifik dan Asia Tenggara, termasuk mendukung invasi awal Jepang di Filipina dan Malaya. Ia juga terlibat dalam berbagai pertempuran laut besar seperti di Laut Jawa dan sekitar Guadalcanal. Pada 1944, Takao rusak berat akibat torpedo kapal selam Amerika dan kemudian tidak lagi aktif sebagai kapal tempur utama. Secara perbandingan, ketiga kapal ini mencerminkan filosofi angkatan laut masing-masing negara. Prinz Eugen menekankan keseimbangan antara daya tembak dan ketahanan jarak jauh; Zara mengutamakan perlindungan baja yang sangat kuat; sedangkan Takao fokus pada daya tembak maksimal dan kecepatan untuk operasi ofensif di lautan luas. Ketiganya menjadi simbol kekuatan cruiser berat di teater perang Eropa dan Pasifik, serta menunjukkan bagaimana perbedaan doktrin memengaruhi desain kapal perang era tersebut.#Ww2 #Axis #fyp #foryoupage #foryou
𝗧𝗥𝗜𝗢 𝗛𝗘𝗔𝗩𝗬 𝗖𝗥𝗨𝗜𝗦𝗘𝗥 𝗔𝗫𝗜𝗦 ( 𝟮𝟬𝟯𝗺𝗺 ) Prinz Eugen adalah kapal penjelajah berat milik Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine) dari kelas Admiral Hipper. Ia diluncurkan pada tahun 1938 dan mulai aktif pada 1940. Kapal ini memiliki bobot sekitar 14.000 ton (standar) dan dipersenjatai dengan 8 meriam utama kaliber 203 mm dalam empat turret kembar. Prinz Eugen dirancang sebagai kapal penyerang jarak jauh dengan perlindungan lapis baja yang cukup baik dan sistem pengendalian tembakan modern untuk masanya. Prinz Eugen paling terkenal karena ikut dalam Operasi Rheinübung bersama kapal tempur Bismarck pada Mei 1941. Dalam pertempuran di Selat Denmark, ia membantu menenggelamkan kapal tempur Inggris HMS Hood. Setelah terpisah dari Bismarck, Prinz Eugen berhasil lolos ke Prancis. Sepanjang perang ia juga bertugas di Baltik mendukung pasukan darat Jerman dengan tembakan artileri berat. Setelah perang, kapal ini diserahkan kepada Amerika Serikat dan akhirnya digunakan sebagai target uji coba nuklir di Bikini Atoll tahun 1946. Zara adalah kapal utama dari kelas Zara milik Angkatan Laut Kerajaan Italia (Regia Marina). Diluncurkan pada 1930, Zara dikenal sebagai salah satu heavy cruiser dengan perlindungan baja terbaik pada masanya. Ia membawa 8 meriam 203 mm, sama seperti banyak cruiser berat lainnya sesuai batasan Traktat Washington. Namun, berbeda dengan beberapa kapal lain, kelas Zara mengorbankan kecepatan demi perlindungan lapis baja yang lebih tebal. Zara bertempur di Laut Mediterania selama Perang Dunia II. Kariernya berakhir tragis dalam Pertempuran Tanjung Matapan pada Maret 1941 melawan Angkatan Laut Inggris. Dalam pertempuran malam tersebut, armada Italia kurang siap menghadapi radar Inggris. Zara dihantam tembakan jarak dekat dari kapal tempur Inggris dan akhirnya tenggelam bersama sebagian besar awaknya. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Regia Marina. Takao adalah kapal utama dari kelas Takao milik Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Diluncurkan pada 1930, kapal ini dirancang untuk memiliki daya tembak kuat dan kecepatan tinggi, sesuai doktrin Jepang yang mengutamakan pertempuran armada besar di Pasifik. Takao membawa 10 meriam 203 mm dalam lima turret, menjadikannya salah satu cruiser berat dengan jumlah meriam terbanyak saat itu. Selama Perang Dunia II, Takao beroperasi luas di Samudra Pasifik dan Asia Tenggara, termasuk mendukung invasi awal Jepang di Filipina dan Malaya. Ia juga terlibat dalam berbagai pertempuran laut besar seperti di Laut Jawa dan sekitar Guadalcanal. Pada 1944, Takao rusak berat akibat torpedo kapal selam Amerika dan kemudian tidak lagi aktif sebagai kapal tempur utama. Secara perbandingan, ketiga kapal ini mencerminkan filosofi angkatan laut masing-masing negara. Prinz Eugen menekankan keseimbangan antara daya tembak dan ketahanan jarak jauh; Zara mengutamakan perlindungan baja yang sangat kuat; sedangkan Takao fokus pada daya tembak maksimal dan kecepatan untuk operasi ofensif di lautan luas. Ketiganya menjadi simbol kekuatan cruiser berat di teater perang Eropa dan Pasifik, serta menunjukkan bagaimana perbedaan doktrin memengaruhi desain kapal perang era tersebut.#Ww2 #Axis #fyp #foryoupage #foryou

About