@_bp805: galodo kayu aro 21 september 2026#infosumbar #arosukasolok #bencanaalam

𝐈𝐑𝐕𝐀𝐍𝐒𝐘𝐀𝐇
𝐈𝐑𝐕𝐀𝐍𝐒𝐘𝐀𝐇
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 21 September 2026 14:48:16 GMT
26611
873
24
142

Music

Download

Comments

ciaramadani.putri
ciaramadani putri :
Bergetar sambil lari bawa anak umur 2 tahun 10 bulan😭🙏
2026-09-21 18:51:43
18
uncualvan.98
uncu alvan :
dari mano arah galodonyo min?
2026-09-21 23:53:06
1
septiaslimina
ulat bulu hijau 😜 :
bilo lah musibah di ranah minang ko. ka sudah lai 😭😭😭😭.
2026-09-21 21:19:09
1
rismaa2334
call me risma🦪🪸🫧 :
lai ndk Ado korban jiwa bang..soal nyo Abang Wak tinga di Solok Lo tapi ndk bisa di hubungi do
2026-09-21 22:30:01
3
umiang8
@umiang :
allhamdulillah masih diberi keselamatan🥹
2026-09-22 00:01:56
0
novasusanti090
Kapacak Online Shop :
baru dua Minggu dari Kampuang sanak kayu Jao , semoga selalu dalam lindungan Allah SWT 🤲🏼
2026-09-21 20:07:20
1
idc00__
pioOo💨 :
ya Allah bang kami dirantau mancaliak kampuang taka ko ya Allah, pray for aro suka😭🤲🏻
2026-09-21 23:18:49
0
salmiwatikoto
Salmi salon muslimah :
innalihi
2026-09-21 22:59:50
0
salsabilacalistaputri1
🍓𝓼𝓮𝓫𝓵𝓪𝓴 𝓶𝓪𝓬𝓱𝓪 🍓 :
21 tgl kini pak
2026-09-21 17:38:28
0
vi_chiee
Cie🌸 :
2026-09-21 23:17:26
0
f6971942
aries07 :
😭😭😭😭😭
2026-09-22 00:01:15
0
user488311304
yansah :
[Polos][Polos][Polos]
2026-09-21 19:40:41
0
nur_220306
Dila :
🥹🥹🫂🫂
2026-09-22 00:04:50
0
To see more videos from user @_bp805, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kepemimpinan Bupati Fauzi: Sumenep Terus Mengalami Kemajuan, Desa Mandiri Bertambah 12 dan 17 Status Berkembang SUMENEP, Bongkar86.com – Jumlah Desa Mandiri di Kabupaten Sumenep meningkat pada tahun 2026. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep mencatat, desa berstatus Mandiri bertambah dari 134 desa pada tahun 2025 menjadi 146 desa pada tahun 2026.  Kepala Bidang  Pemerintahan Desa, DPMD Kabupaten Sumenep “Muchlis Santoso” menjelaskan, penilaian periode 2025-2026 menggunakan Indeks Desa (ID), yang sebelumnya dikenal sebagai Indeks Desa Membangun (IDM). “Indeks Desa bertujuan mengukur tingkat kemajuan dan kemandirian desa berdasarkan kondisi riil di lapangan,” jelasnya, Selasa, (15/09/2026). Menurutnya, penilaian mencakup berbagai indikator, diantaranya sarana dan prasarana, insfratruktur, dan tingkat pendidikan masyarakat. Pemenuhan indikator tersebut menjadi dasar penentuan status desa. “Untuk menentukan status Desa Mandiri, poin dari indikator-indikator tersebut harus terpenuhi sesuai standar yang di tetapkan,” kata Muchlis. Dari sisi ekonomi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep menilai, BUMDes memiliki peran penting dalam meningkatkan kemandirian desa melalui kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). “Semakin besar Pendapatan Asli Desa (PADes) yang di dapat, ketergantungan desa terhadap Dana Desa (DD) akan berkurang,” ujarnya. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep juga memfasilitasi Kepala Desa melakukan Benchmark ke sejumlah daerah, termasuk Bandung dan Kalimantan. Kegiatan tersebut untuk melihat pengelolaan BUMDes dan pengembangan ekonomi desa. Kendala peningkatan status desa masih terdapat pada sektor insfratruktur, menurut Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, keterbatasan Dana Desa (DD) 2026 turut memengaruhi pembangunan fisik, namun mendapat dukungan melalui Bantuan Keuangan Desa (BK Desa). Selain Desa Mandiri yang naik menjadi 146 desa, Desa Maju juga meningkat dari 140 menjadi 145 desa. Sementara Desa Berkembang turun dari 56 menjadi 39 desa. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep mendorong desa berstatus Berkembang terus meningkatkan indikator menuju Desa Maju dan Mandiri. Penguatan BUMDes juga menjadi perhatian, termasuk malalui penyertaan modal sekitar 20 persen dari Dana Desa (DD) sejak 2025.(Yetno/Apo)#bongkar86 #bongkar86news #sumenep #fyp
Kepemimpinan Bupati Fauzi: Sumenep Terus Mengalami Kemajuan, Desa Mandiri Bertambah 12 dan 17 Status Berkembang SUMENEP, Bongkar86.com – Jumlah Desa Mandiri di Kabupaten Sumenep meningkat pada tahun 2026. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep mencatat, desa berstatus Mandiri bertambah dari 134 desa pada tahun 2025 menjadi 146 desa pada tahun 2026. Kepala Bidang Pemerintahan Desa, DPMD Kabupaten Sumenep “Muchlis Santoso” menjelaskan, penilaian periode 2025-2026 menggunakan Indeks Desa (ID), yang sebelumnya dikenal sebagai Indeks Desa Membangun (IDM). “Indeks Desa bertujuan mengukur tingkat kemajuan dan kemandirian desa berdasarkan kondisi riil di lapangan,” jelasnya, Selasa, (15/09/2026). Menurutnya, penilaian mencakup berbagai indikator, diantaranya sarana dan prasarana, insfratruktur, dan tingkat pendidikan masyarakat. Pemenuhan indikator tersebut menjadi dasar penentuan status desa. “Untuk menentukan status Desa Mandiri, poin dari indikator-indikator tersebut harus terpenuhi sesuai standar yang di tetapkan,” kata Muchlis. Dari sisi ekonomi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep menilai, BUMDes memiliki peran penting dalam meningkatkan kemandirian desa melalui kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). “Semakin besar Pendapatan Asli Desa (PADes) yang di dapat, ketergantungan desa terhadap Dana Desa (DD) akan berkurang,” ujarnya. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep juga memfasilitasi Kepala Desa melakukan Benchmark ke sejumlah daerah, termasuk Bandung dan Kalimantan. Kegiatan tersebut untuk melihat pengelolaan BUMDes dan pengembangan ekonomi desa. Kendala peningkatan status desa masih terdapat pada sektor insfratruktur, menurut Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, keterbatasan Dana Desa (DD) 2026 turut memengaruhi pembangunan fisik, namun mendapat dukungan melalui Bantuan Keuangan Desa (BK Desa). Selain Desa Mandiri yang naik menjadi 146 desa, Desa Maju juga meningkat dari 140 menjadi 145 desa. Sementara Desa Berkembang turun dari 56 menjadi 39 desa. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep mendorong desa berstatus Berkembang terus meningkatkan indikator menuju Desa Maju dan Mandiri. Penguatan BUMDes juga menjadi perhatian, termasuk malalui penyertaan modal sekitar 20 persen dari Dana Desa (DD) sejak 2025.(Yetno/Apo)#bongkar86 #bongkar86news #sumenep #fyp

About