@rlapsinskis: #relatable #flowstate #fyp #viral #repost

r
r
Open In TikTok:
Region: GB
Monday 21 September 2026 22:11:04 GMT
8181
1106
2
124

Music

Download

Comments

amelia.12xx1
amelia :
@skye 🌀
2026-10-11 19:24:39
0
To see more videos from user @rlapsinskis, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Insiden pencegatan F-22 terhadap F-4 adalah sebuah konfrontasi udara non-kinetik yang terjadi pada bulan Maret 2013 di wilayah udara internasional dekat pesisir Iran. Peristiwa ini melibatkan satu jet tempur siluman Lockheed Martin F-22 Raptor milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dan dua jet tempur McDonnell Douglas F-4 Phantom II milik Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF). ​Latar Belakang ​Insiden ini bermula ketika sebuah wahana udara tak berawak (UAV) MQ-1 Predator milik Amerika Serikat sedang melakukan misi pengintaian rutin di wilayah udara internasional, sekitar 16 mil laut dari lepas pantai Iran. Pemerintah Iran, yang mengklaim wilayah tersebut, mengirimkan dua jet tempur F-4 Phantom II untuk mencegat dan kemungkinan menjatuhkan drone tersebut. ​Kronologi Peristiwa ​Deteksi dan Pengawalan: USAF telah menempatkan jet tempur F-22 Raptor sebagai pengawal udara untuk misi drone tersebut guna mencegah terulangnya insiden November 2012, di mana jet Su-25 Iran menembaki drone Predator. ​Manuver Siluman: Saat kedua F-4 Iran mendekati MQ-1 Predator, pilot F-22 (Letkol Kevin
Insiden pencegatan F-22 terhadap F-4 adalah sebuah konfrontasi udara non-kinetik yang terjadi pada bulan Maret 2013 di wilayah udara internasional dekat pesisir Iran. Peristiwa ini melibatkan satu jet tempur siluman Lockheed Martin F-22 Raptor milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dan dua jet tempur McDonnell Douglas F-4 Phantom II milik Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF). ​Latar Belakang ​Insiden ini bermula ketika sebuah wahana udara tak berawak (UAV) MQ-1 Predator milik Amerika Serikat sedang melakukan misi pengintaian rutin di wilayah udara internasional, sekitar 16 mil laut dari lepas pantai Iran. Pemerintah Iran, yang mengklaim wilayah tersebut, mengirimkan dua jet tempur F-4 Phantom II untuk mencegat dan kemungkinan menjatuhkan drone tersebut. ​Kronologi Peristiwa ​Deteksi dan Pengawalan: USAF telah menempatkan jet tempur F-22 Raptor sebagai pengawal udara untuk misi drone tersebut guna mencegah terulangnya insiden November 2012, di mana jet Su-25 Iran menembaki drone Predator. ​Manuver Siluman: Saat kedua F-4 Iran mendekati MQ-1 Predator, pilot F-22 (Letkol Kevin "Showtime" Sutterfield) menggunakan kemampuan siluman pesawatnya untuk mendekati formasi jet Iran dari bawah tanpa terdeteksi oleh radar maupun visual pilot Iran. ​Identifikasi Persenjataan: F-22 terbang tepat di bawah salah satu jet F-4 untuk memeriksa muatan rudal yang dibawa oleh pesawat Iran tersebut. Dilaporkan bahwa pilot F-22 dapat melihat dengan jelas jenis persenjataan yang terpasang pada hardpoint pesawat lawan. ​Komunikasi dan Intervensi: Setelah melakukan identifikasi, pilot F-22 kemudian bermanuver ke sebelah kiri sayap pesawat Iran dan melakukan kontak radio. Dalam komunikasi tersebut, pilot AS memberikan peringatan verbal yang terkenal: "You really oughta go home" (Kalian benar-benar harus pulang). ​Dampak dan Pasca-Kejadian ​Mendapati jet tempur generasi kelima tiba-tiba muncul di samping mereka tanpa peringatan radar, kedua pilot F-4 Iran segera membatalkan misi pencegatan, melakukan manuver balik, dan kembali ke pangkalan mereka. ​Insiden ini baru diungkapkan ke publik secara resmi oleh Kepala Staf Angkatan Udara AS, Jenderal Mark Welsh, pada bulan September 2013 dalam sebuah konferensi. Peristiwa ini sering dikutip dalam studi militer sebagai demonstrasi keunggulan kesadaran situasional (situational awareness) dan teknologi siluman, di mana sebuah pertempuran dapat dimenangkan secara psikologis tanpa melepaskan satu pun tembakan. ​Lihat Juga ​F-22 Raptor ​McDonnell Douglas F-4 Phantom II ​Stealth Technology ​Hubungan Amerika Serikat – Iran #f22 #f4phantom #iran #amerika #fyp

About