@prettypickedd: I wish I started this routine sooner #tiktokshopstockup #tiktokshopcreatorpicks #TikTokshopbacktoschool #tiktokshopfalldealforyou #abroutine

Adrienne ✨🛒
Adrienne ✨🛒
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 22 September 2026 03:15:00 GMT
2392
33
1
2

Music

Download

Comments

time_to_get_clapped
Jaxon :
😂😂😂
2026-09-22 12:18:25
0
To see more videos from user @prettypickedd, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tiga warga Jepara menjadi korban dalam musibah tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Ketiganya hendak mengantar barang mebel ke Banjarmasin menggunakan truk ekspedisi. Mereka adalah Abdul Kholeq (25), warga Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, serta Ilham Muhammad Rojab (21), warga Desa Bantrung, dan Mashudi (27), warga Desa Plajan, yang hingga kini masih dinyatakan hilang dan terus dicari tim SAR gabungan. Ketiganya bekerja sebagai sopir dan kenek truk ekspedisi mebel. Kholeq dan Ilham berada dalam satu armada, sedangkan Mashudi mengendarai truk berbeda karena bekerja untuk perusahaan yang berbeda. Saat ini Kholeq masih menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Banjarmasin. Dalam video call dengan Bupati Jepara Ibnu Hajar, ia menceritakan detik-detik sebelum kapal karam. Kholeq mengalami cedera parah pada kaki setelah terbentur saat kejadian.  Otot kakinya dinyatakan putus sehingga harus menjalani operasi dan hingga kini masih menggunakan kursi roda serta belum diperbolehkan pulang oleh dokter. Menurut Kholeq, kejadian bermula sekitar pukul 01.00 WIB ketika ia, Ilham, dan Mashudi sedang tertidur di kamar kapal. Ia terbangun setelah mendengar teriakan penumpang yang memberitahukan kapal mulai miring. Kholeq kemudian mengambil tiga rompi pelampung untuk dirinya dan kedua rekannya. Namun, saat dia mengajak mereka keluar, Ilham dan Mashudi justru menuju dek parkir truk untuk memperbaiki tali muatan. Keduanya menjadi orang terakhir yang dilihat Kholeq sebelum kapal benar-benar karam. Kholeq belum sempat menyusul ketika gelombang besar menerjang tubuhnya hingga ia terlempar ke tengah laut. Ia berusaha berenang dan meminta pertolongan, tetapi berkali-kali dihantam ombak. Beruntung, rompi pelampung yang dikenakannya tetap terpasang kuat sehingga ia berhasil mencapai sebuah sekoci yang telah membawa 11 penumpang lainnya. Kholeq bersama para korban tersebut terombang-ambing di tengah Laut Jawa selama sekitar sembilan jam sebelum akhirnya diselamatkan kapal nelayan asal Juwana, Pati, yang melintas di lokasi. Berita: Disway Jateng #jeparakekinian #infojepara
Tiga warga Jepara menjadi korban dalam musibah tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Ketiganya hendak mengantar barang mebel ke Banjarmasin menggunakan truk ekspedisi. Mereka adalah Abdul Kholeq (25), warga Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, serta Ilham Muhammad Rojab (21), warga Desa Bantrung, dan Mashudi (27), warga Desa Plajan, yang hingga kini masih dinyatakan hilang dan terus dicari tim SAR gabungan. Ketiganya bekerja sebagai sopir dan kenek truk ekspedisi mebel. Kholeq dan Ilham berada dalam satu armada, sedangkan Mashudi mengendarai truk berbeda karena bekerja untuk perusahaan yang berbeda. Saat ini Kholeq masih menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Banjarmasin. Dalam video call dengan Bupati Jepara Ibnu Hajar, ia menceritakan detik-detik sebelum kapal karam. Kholeq mengalami cedera parah pada kaki setelah terbentur saat kejadian. Otot kakinya dinyatakan putus sehingga harus menjalani operasi dan hingga kini masih menggunakan kursi roda serta belum diperbolehkan pulang oleh dokter. Menurut Kholeq, kejadian bermula sekitar pukul 01.00 WIB ketika ia, Ilham, dan Mashudi sedang tertidur di kamar kapal. Ia terbangun setelah mendengar teriakan penumpang yang memberitahukan kapal mulai miring. Kholeq kemudian mengambil tiga rompi pelampung untuk dirinya dan kedua rekannya. Namun, saat dia mengajak mereka keluar, Ilham dan Mashudi justru menuju dek parkir truk untuk memperbaiki tali muatan. Keduanya menjadi orang terakhir yang dilihat Kholeq sebelum kapal benar-benar karam. Kholeq belum sempat menyusul ketika gelombang besar menerjang tubuhnya hingga ia terlempar ke tengah laut. Ia berusaha berenang dan meminta pertolongan, tetapi berkali-kali dihantam ombak. Beruntung, rompi pelampung yang dikenakannya tetap terpasang kuat sehingga ia berhasil mencapai sebuah sekoci yang telah membawa 11 penumpang lainnya. Kholeq bersama para korban tersebut terombang-ambing di tengah Laut Jawa selama sekitar sembilan jam sebelum akhirnya diselamatkan kapal nelayan asal Juwana, Pati, yang melintas di lokasi. Berita: Disway Jateng #jeparakekinian #infojepara

About