@dard_e_dil14: #😭😭😭😭😭😭💔💔💔💔

Qasim Raza 5121472
Qasim Raza 5121472
Open In TikTok:
Region: PK
Tuesday 22 September 2026 04:32:29 GMT
10795
2991
204
63

Music

Download

Comments

mariaa.malik1214
👸🏼ماریہ ملک🦅 :
sadqy qurban bibi zhara 🤲🏼🙌🏼😭😭😭😭😭😭💔💔💔💔💔💔🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼🙏🏼
2026-09-22 07:41:29
2
haider.ali4795
commando 🇵🇰🥷 :
😭😭😭😭😭
2026-09-22 18:52:07
0
ghulammurtaza924
ghalam murtaza :
😭😭😭😭
2026-09-22 12:40:02
0
waqarali3069
Boss :
hay hay hay 🙏😭😭😭
2026-09-22 11:16:27
0
kalo123486
kalo1234@# :
😭😭😭😭
2026-09-22 17:00:19
0
ghulamhasnain3390
💫 شانی :
2026-09-22 19:30:00
0
kalo123486
kalo1234@# :
2026-09-22 17:00:13
0
ali_zaman7816
❤️Mr Meesum.🕊 :
2026-09-22 08:30:40
0
user8206243124198
Hadeer :
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
2026-09-22 07:18:41
0
hajiabbidabbas3
sardar haji abid abbas🇦🇪 :
😭😭😭
2026-09-22 20:53:03
0
zainirajpoot117
🙌💫ਰਾਣਾ ਜ਼ੈਨ 💫🙌 :
😭😭😭
2026-09-22 19:14:12
0
mustafa.bhatti774
jogi :
👑👑👑
2026-09-22 20:24:03
0
mustafa.bhatti774
jogi :
❤️❤️❤️
2026-09-22 20:23:57
0
user5626198540555
لال،خان،ميرجت🌹🌹🌹 :
🥰🥰🥰
2026-09-22 20:18:58
0
alirazamatmihussain
Aliraza12 :
😭😭😭
2026-09-22 20:17:24
0
ali.akber.9223
Ali akber 9223 :
😭😭😭
2026-09-22 20:11:55
0
najafkhokhar39
Kʜᴏᴋʜᴀʀ³³³ :
😭😭😭😭😭
2026-09-22 19:54:36
0
silent_adeel
مخدوم عدیل ظفر :
😭😭😭
2026-09-22 19:34:09
0
murtazajaffari00
user6573763015996 :
[Crying][Crying][Crying]
2026-09-22 19:29:05
0
rameez.abbas21
Rameez Abbas :
😭😭😭
2026-09-22 19:28:52
0
asad.ullah4111
Asad Ullah :
😭😭😭😭😭😭😭😭
2026-09-22 19:22:26
0
ishfaqueahmad51214
iShFaQuE AhMaD :
😭😭😭
2026-09-22 19:20:05
0
adnanrevll6
Adnanali :
😭😭😭
2026-09-22 20:36:14
0
adeel.ali63694
Adeel Ali 420 :
😭😭😭
2026-09-22 04:36:37
0
To see more videos from user @dard_e_dil14, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kok jadi suuzon sama diri sendiri? 😭 Menurut pakar, ada 5 tahap dalam berduka, yaitu:  1. Penolakan (denial) 2. Kemarahan (anger) 3. Tawar-menawar (bargaining) 4. Depresi (depression) 5. Penerimaan (acceptance) Anehnya, ketika orangtuaku meninggal tahun lalu, aku seperti loncat ke fase penerimaan. Di situ aku merasa kok gini yaa, apa jangan-jangan aku gak sayang sama Mama Papa? Kok gak sesedih orang2? 😭 Akhirnya aku beranikan diri untuk diskusi dengan psikolog. Dari obrolan tersebut, ternyata ada faktor-faktor yang membuat aku terlihat lebih “kuat” dan “gak sesedih orang2”, yaitu:  🌹 Mama Papa meninggal tidak tiba-tiba, namun ada sakit yang membuat diri ini siaga 🌹 Kontrol emosi yang aku miliki lebih tertata, dan berusaha dirangkul, bukan dijauhi. Misalnya dengan sharing2 tentang meninggalnya ortu di social media atau cerita ke teman 🌹 Ketika Mama Papa masih ada, aku selalu berusaha memberikan yang terbaik (sampai resign demi anter2 mereka) 🌹 Aku sudah punya keluarga sendiri seperti suami, sehingga tidak 100% tergantung dengan orangtua lagi 🌹 Aku memiliki support system yang baik sehingga tidak banyak pikiran dan stress 🌹 Tidak ada penyesalan ketika ortu meninggal. Inget banget Mama Papa mendorong aku berhaji di th 2023 padahal seharusnya aku haji di tahun 2027. Aku mengiyakan kata2 mereka. Pulang haji Juli, mereka meninggal Agustus. 🥲 Trus buktinya apa kalau aku tetap sayang sama mereka? Kata psikolog, kalau kita tetap ingat mereka di sela2 waktu, apalagi di hari-hari besar seperti Lebaran, kangen sama masakan Mama atau candaan Papa, itu semua termasuk tanda sayang. ❤️ Jadi untuk teman2 yang juga seperti aku, jangan suuzon sama diri sendiri ya. Allah mungkin memberikan punggung yang lebih kuat untuk menahan duka tersebut, agar kita masih bisa hidup dengan baik selepas mereka tiada. Kalau kamu sendiri, sekarang ada di tahap berduka yang mana? 🤗💕
Kok jadi suuzon sama diri sendiri? 😭 Menurut pakar, ada 5 tahap dalam berduka, yaitu: 1. Penolakan (denial) 2. Kemarahan (anger) 3. Tawar-menawar (bargaining) 4. Depresi (depression) 5. Penerimaan (acceptance) Anehnya, ketika orangtuaku meninggal tahun lalu, aku seperti loncat ke fase penerimaan. Di situ aku merasa kok gini yaa, apa jangan-jangan aku gak sayang sama Mama Papa? Kok gak sesedih orang2? 😭 Akhirnya aku beranikan diri untuk diskusi dengan psikolog. Dari obrolan tersebut, ternyata ada faktor-faktor yang membuat aku terlihat lebih “kuat” dan “gak sesedih orang2”, yaitu: 🌹 Mama Papa meninggal tidak tiba-tiba, namun ada sakit yang membuat diri ini siaga 🌹 Kontrol emosi yang aku miliki lebih tertata, dan berusaha dirangkul, bukan dijauhi. Misalnya dengan sharing2 tentang meninggalnya ortu di social media atau cerita ke teman 🌹 Ketika Mama Papa masih ada, aku selalu berusaha memberikan yang terbaik (sampai resign demi anter2 mereka) 🌹 Aku sudah punya keluarga sendiri seperti suami, sehingga tidak 100% tergantung dengan orangtua lagi 🌹 Aku memiliki support system yang baik sehingga tidak banyak pikiran dan stress 🌹 Tidak ada penyesalan ketika ortu meninggal. Inget banget Mama Papa mendorong aku berhaji di th 2023 padahal seharusnya aku haji di tahun 2027. Aku mengiyakan kata2 mereka. Pulang haji Juli, mereka meninggal Agustus. 🥲 Trus buktinya apa kalau aku tetap sayang sama mereka? Kata psikolog, kalau kita tetap ingat mereka di sela2 waktu, apalagi di hari-hari besar seperti Lebaran, kangen sama masakan Mama atau candaan Papa, itu semua termasuk tanda sayang. ❤️ Jadi untuk teman2 yang juga seperti aku, jangan suuzon sama diri sendiri ya. Allah mungkin memberikan punggung yang lebih kuat untuk menahan duka tersebut, agar kita masih bisa hidup dengan baik selepas mereka tiada. Kalau kamu sendiri, sekarang ada di tahap berduka yang mana? 🤗💕

About