@kamu.priaco: Ada orang yang cepat bilang maaf. Tapi setelah itu semuanya tetap sama. Masalah datang, kamu yang disalahkan. Ribut selesai, kamu yang minta maaf. Besok diulang lagi. Maafnya ada. Pengakuannya tidak. Yang mencintaimu tidak akan membuat setiap masalah jadi salahmu. Dia bisa lihat bagiannya sendiri. Dia tidak butuh kamu jadi tersangka supaya dia tetap benar. Yang tidak menghargaimu beda. Setiap percakapan berakhir dengan kamu yang mengalah. Bukan karena kamu salah. Karena dia tahu kamu akan terima. Makanya jangan terlalu percaya pada kata maaf. Lihat polanya. Satu kali bisa kekeliruan. Dua kali mulai kebiasaan. Tiga kali itu karakternya.