@londonfashionweek: Backstage at #LFW, fuelled by @Lee Kum Kee Europe

LONDON FASHION WEEK
LONDON FASHION WEEK
Open In TikTok:
Region: GB
Tuesday 22 September 2026 16:05:33 GMT
2096
69
1
0

Music

Download

Comments

aleksanderli24
Aleks_Lich24 :
@LONDON FASHION WEEK Wow
2026-09-22 17:22:11
0
To see more videos from user @londonfashionweek, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kalau kita sakit hati secara emosional—misalnya karena kehilangan seseorang, ditolak, dikecewakan, atau hubungan berakhir—yang terjadi sebenarnya cukup kompleks. 🧠 1. Otak menganggapnya sebagai ancaman Ketika mengalami kesedihan atau penolakan yang kuat, beberapa bagian otak yang berkaitan dengan rasa sakit, stres, dan emosi menjadi aktif. Karena itu, rasa sakit emosional bisa terasa benar-benar seperti sakit fisik. ❤️ 2. Jantung dan tubuh masuk mode stres Otak dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik. Hormon seperti adrenalin dan kortisol kemudian meningkat. Akibatnya: jantung bisa berdebar, tangan bisa gemetar, tubuh terasa tegang, napas bisa berubah, sulit merasa rileks. 🫁 3. Napas bisa terasa berbeda Saat stres atau menangis, pola pernapasan dapat berubah. Napas mungkin terasa lebih pendek atau seperti “kurang puas”, walaupun sebenarnya oksigenasi tubuh tetap normal. 🥴 4. Lambung ikut bereaksi Otak dan sistem pencernaan saling berhubungan melalui gut-brain axis. Stres berat dapat menyebabkan: mual, perut terasa mulas, begah, nafsu makan berubah, sakit atau tidak nyaman di perut. 💪 5. Otot menjadi tegang Tanpa sadar kita bisa mengencangkan rahang, bahu, leher, atau otot dada. Kalau berlangsung lama, tubuh bisa terasa pegal dan berat. 😢 6. Setelah stres mereda Setelah menangis atau melewati fase emosional yang intens, tubuh perlahan kembali ke keadaan tenang. Detak jantung, ketegangan otot, dan hormon stres kemudian menurun. Jadi “sakit hati” bukan berarti hati secara harfiah terluka. Perasaan tersebut berasal dari proses di otak, tetapi efeknya bisa menyebar ke seluruh tubuh melalui sistem saraf, hormon, jantung, dan pencernaan. #sains #fyp #edukasi #penjelasan #philosophy
Kalau kita sakit hati secara emosional—misalnya karena kehilangan seseorang, ditolak, dikecewakan, atau hubungan berakhir—yang terjadi sebenarnya cukup kompleks. 🧠 1. Otak menganggapnya sebagai ancaman Ketika mengalami kesedihan atau penolakan yang kuat, beberapa bagian otak yang berkaitan dengan rasa sakit, stres, dan emosi menjadi aktif. Karena itu, rasa sakit emosional bisa terasa benar-benar seperti sakit fisik. ❤️ 2. Jantung dan tubuh masuk mode stres Otak dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik. Hormon seperti adrenalin dan kortisol kemudian meningkat. Akibatnya: jantung bisa berdebar, tangan bisa gemetar, tubuh terasa tegang, napas bisa berubah, sulit merasa rileks. 🫁 3. Napas bisa terasa berbeda Saat stres atau menangis, pola pernapasan dapat berubah. Napas mungkin terasa lebih pendek atau seperti “kurang puas”, walaupun sebenarnya oksigenasi tubuh tetap normal. 🥴 4. Lambung ikut bereaksi Otak dan sistem pencernaan saling berhubungan melalui gut-brain axis. Stres berat dapat menyebabkan: mual, perut terasa mulas, begah, nafsu makan berubah, sakit atau tidak nyaman di perut. 💪 5. Otot menjadi tegang Tanpa sadar kita bisa mengencangkan rahang, bahu, leher, atau otot dada. Kalau berlangsung lama, tubuh bisa terasa pegal dan berat. 😢 6. Setelah stres mereda Setelah menangis atau melewati fase emosional yang intens, tubuh perlahan kembali ke keadaan tenang. Detak jantung, ketegangan otot, dan hormon stres kemudian menurun. Jadi “sakit hati” bukan berarti hati secara harfiah terluka. Perasaan tersebut berasal dari proses di otak, tetapi efeknya bisa menyebar ke seluruh tubuh melalui sistem saraf, hormon, jantung, dan pencernaan. #sains #fyp #edukasi #penjelasan #philosophy

About