@trybze8: You Don't have to break your bank to eat Pizza🍕😋! with 4,750 only, you can get quality and very delicious pizza here at Trybze #wednesday #saturday @AsabaRavers

Trybze Restaurant
Trybze Restaurant
Open In TikTok:
Region: NG
Tuesday 22 September 2026 20:11:12 GMT
9810
3664
10
11

Music

Download

Comments

alex_dslider
Alex_d_slider :
Sharp it make sense I will tell my relatives who base there locations pls
2026-09-23 10:17:16
2
kingstal8
ella💖💝 :
what of shawarma
2026-09-23 21:02:57
1
chikiama.ohuche
💕🫧ĆĦĨ KÀĨMĂ 💕🫧 :
How do I order
2026-09-29 11:15:51
2
user6576198843575
pato :
I'll visit this evening
2026-09-24 14:52:18
1
peacemacaulay4
Peace Macaulay ( @Royalty ) :
2026-09-23 19:14:55
0
To see more videos from user @trybze8, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Usia 11 tahun. Kelas 4 SD. Saat anak lain bermain. Karung di punggungnya. Jari-jari kecil memilah sampah. Botol plastik masuk karung. Kardus ia sisihkan. Satu per satu. Sampah diperiksa. Yang bisa dijual,  dikumpulkan. Tangannya terus bergerak di antara tumpukan barang bekas. Sesekali, ia membungkuk. Mengambil sesuatu dari tanah. Memeriksanya sebentar. Lalu memasukkannya ke dalam karung. _12 Desember 1991, Wahyu lahir di Bekasi. Ayahnya, Mija. Ibunya, Fatmawati. Keduanya petani. Menggarap lahan kosong milik orang lain. Kelas 4 SD. Uang jajan  masuk celengan ayam. Sedikit demi sedikit. Celengan itu terisi. Ayahnya dikenal tegas. Wahyu takut bercerita. Kakaknya tidak bisa melanjutkan sekolah. Wahyu mengenal Ani, tetangga yang bekerja sebagai pemulung bersama anaknya, Jery. Ia minta ikut. “Biar dapat duit supaya bisa sekolah. Dulu saya tidak tahu itu mulung, saya tahunya ngumpul sampah jadi duit.” Pukul 01.00 dini hari. Wahyu mulai memulung. Pagi. Ia masuk sekolah. Pukul 22.00. Kembali memulung. Pukul 02.00. Baru selesai. Ia terkadang tidur di atas tumpukan karung. Karung menampung sampah, tempatnya merebahkan tubuh. Minyak kayu putih atau balsam dioleskan dekat mata. Pelajaran berlangsung. Ia berusaha tetap melek. Uang hasil memulung ia gunakan untuk  membeli anak ayam. Anak-anak ayam itu dipelihara. Hasilnya ditabung. Terkumpul  sekitar Rp 1 juta. Biaya masuk SMPN 28 Bekasi. Di SMP, ia kembali memulung untuk membayar SPP dan uang jajan. Nenek memberinya sepasang anak kambing. Wahyu memeliharanya. Hasil ternak membantu biaya masuk SMA 7 Bekasi. Di sela kegiatan sekolah, ia juga berjualan gorengan. Gorengan dijajakan. Sampah tetap dikumpulkan. Teman-temannya tahu ia pemulung. Ia kesal dan malu. Ia tidak bercerita kepada orang lain. Saat libur sekolah, ia makin giat memulung. Ia takut tidak bisa kuliah. Sehari, Rp 30.000–Rp 50.000. Sebulan, Rp 300.000–Rp 500.000 bisa disisihkan. Di Taman Laguna Bekasi, Wahyu dikenal sejak kecil. Hanya dia yang diizinkan  memulung di sana. Saimin,  satpam kompleks itu,  mengenalnya. “Di sini cuma dia doang yang boleh mulung sampah. Soalnya dia sudah dikenal dari kecil sebagai pemulung.” Wahyu kuliah di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Beasiswa kampus dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta membantu biaya kuliah. Ia tetap memulung. _2013, Wahyu lulus S1 dengan predikat cumlaude. Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud  membawanya ke program MBA di ITB. Di ITB Kampus Jakarta, ia menyelesaikan S2. Wahyudin, S.E., M.B.A. Berikutnya, S3 ke luar negeri. Bahasa Inggris perlu dikuasai. Ia pergi ke Jatinegara tanpa alas kaki. Mencari turis asing. Berlatih berbicara langsung. _ Karung di punggungnya. Gelar Magister di namanya. _ by AJRaharjo #ITB #inspirasi #pemulungsukses#fyp #keren
Usia 11 tahun. Kelas 4 SD. Saat anak lain bermain. Karung di punggungnya. Jari-jari kecil memilah sampah. Botol plastik masuk karung. Kardus ia sisihkan. Satu per satu. Sampah diperiksa. Yang bisa dijual, dikumpulkan. Tangannya terus bergerak di antara tumpukan barang bekas. Sesekali, ia membungkuk. Mengambil sesuatu dari tanah. Memeriksanya sebentar. Lalu memasukkannya ke dalam karung. _12 Desember 1991, Wahyu lahir di Bekasi. Ayahnya, Mija. Ibunya, Fatmawati. Keduanya petani. Menggarap lahan kosong milik orang lain. Kelas 4 SD. Uang jajan masuk celengan ayam. Sedikit demi sedikit. Celengan itu terisi. Ayahnya dikenal tegas. Wahyu takut bercerita. Kakaknya tidak bisa melanjutkan sekolah. Wahyu mengenal Ani, tetangga yang bekerja sebagai pemulung bersama anaknya, Jery. Ia minta ikut. “Biar dapat duit supaya bisa sekolah. Dulu saya tidak tahu itu mulung, saya tahunya ngumpul sampah jadi duit.” Pukul 01.00 dini hari. Wahyu mulai memulung. Pagi. Ia masuk sekolah. Pukul 22.00. Kembali memulung. Pukul 02.00. Baru selesai. Ia terkadang tidur di atas tumpukan karung. Karung menampung sampah, tempatnya merebahkan tubuh. Minyak kayu putih atau balsam dioleskan dekat mata. Pelajaran berlangsung. Ia berusaha tetap melek. Uang hasil memulung ia gunakan untuk membeli anak ayam. Anak-anak ayam itu dipelihara. Hasilnya ditabung. Terkumpul sekitar Rp 1 juta. Biaya masuk SMPN 28 Bekasi. Di SMP, ia kembali memulung untuk membayar SPP dan uang jajan. Nenek memberinya sepasang anak kambing. Wahyu memeliharanya. Hasil ternak membantu biaya masuk SMA 7 Bekasi. Di sela kegiatan sekolah, ia juga berjualan gorengan. Gorengan dijajakan. Sampah tetap dikumpulkan. Teman-temannya tahu ia pemulung. Ia kesal dan malu. Ia tidak bercerita kepada orang lain. Saat libur sekolah, ia makin giat memulung. Ia takut tidak bisa kuliah. Sehari, Rp 30.000–Rp 50.000. Sebulan, Rp 300.000–Rp 500.000 bisa disisihkan. Di Taman Laguna Bekasi, Wahyu dikenal sejak kecil. Hanya dia yang diizinkan memulung di sana. Saimin, satpam kompleks itu, mengenalnya. “Di sini cuma dia doang yang boleh mulung sampah. Soalnya dia sudah dikenal dari kecil sebagai pemulung.” Wahyu kuliah di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Beasiswa kampus dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta membantu biaya kuliah. Ia tetap memulung. _2013, Wahyu lulus S1 dengan predikat cumlaude. Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud membawanya ke program MBA di ITB. Di ITB Kampus Jakarta, ia menyelesaikan S2. Wahyudin, S.E., M.B.A. Berikutnya, S3 ke luar negeri. Bahasa Inggris perlu dikuasai. Ia pergi ke Jatinegara tanpa alas kaki. Mencari turis asing. Berlatih berbicara langsung. _ Karung di punggungnya. Gelar Magister di namanya. _ by AJRaharjo #ITB #inspirasi #pemulungsukses#fyp #keren

About