pemahaman hadits oleh ulama ahli fiqih,di kalah oleh pemahaman orang yg pakai terjemah itupun pakai huruf latin dg freming pilih nabi atau ulama
2026-09-23 03:38:22
1
v :
apakah ulama tersebut tahu hadist tu turun..
2026-09-23 04:00:42
0
Talking Person :
Sufyan bin ‘Uyainah رحمه الله bukan orang yang ma‘shum, sehingga beliau bisa mengalami kekeliruan, baik dalam periwayatan maupun dalam pendapat. Para ulama hadis sendiri tidak menganggap seorang imam besar bebas dari kesalahan.
Beberapa bukti yang cukup jelas:
1. Imam Ahmad bin Hanbal menilai beliau sangat kuat dalam hadis, tetapi tetap menyebut adanya kekeliruan:
"Beliau seorang hafizh, tetapi beliau memiliki kekeliruan dalam beberapa hadis orang-orang Kufah, dan juga keliru dalam beberapa perkara pada hadis orang-orang Hijaz"
2. Beliau sendiri mengakui bahwa hafalannya tidak lagi seperti sebelumnya. Ketika ditanya mengenai riwayat yang dahulu beliau sampaikan tetapi sekarang tidak lagi beliau ingat, beliau mengatakan: “Benar mereka. Dahulu aku lebih kuat hafalannya daripada sekarang."
3. Ada pula pembahasan ulama tentang perubahan hafalan beliau pada usia lanjut. Ibn Hajar dalam Taqrib menyebut: "Beliau tsiqah, hafizh, faqih, imam dan hujjah, hanya saja hafalannya mengalami perubahan pada masa akhir kehidupannya.”
2026-09-23 06:41:29
0
yuonoo93 :
mantap ustadz
2026-09-23 03:58:20
0
ABCman :
ijin ustadz....minta penjelasan ttg ulama su" ulama yg lebih jahat drpd dajjal biar lebih seimbang.makasih
2026-09-23 06:05:20
0
user4358543818102 :
terimakasih.. izin save
2026-09-23 00:13:45
0
Talking Person :
Ulama tersebut khusus untuk yang ajarannya sama dengan yang diajarkan oleh Nabi, bukan ulama yang diklaim oleh ormas dan berbeda dengan ajaran Nabi..
2026-09-23 06:36:23
0
KOPDES ♓️ MBG :
gak ada kewajiban beriman pada hadist
krn gk ada di rukun iman
2026-09-23 02:07:04
0
AdeK 🇮🇩🇸🇦 :
Bagi infonya,, bagaimana cara sujud agar bisa menghasilkan jidat hitam seperti itu.?
2026-09-23 05:08:32
0
cik_adi :
Sekarang pedapat ulamak duduk di atas
2026-09-23 05:58:06
0
stevejack960 :
an nahl 43 itu maksudnya ahlu dikr, pakar sejarah yahudi.