@managermohamedcinq:

manager de iba Montana Moh 5
manager de iba Montana Moh 5
Open In TikTok:
Region: DZ
Wednesday 23 September 2026 00:06:24 GMT
17009
2322
82
24

Music

Download

Comments

kaly02711
kaly :
2026-09-23 07:31:14
1
yacoubatangara9
TANGARA :
MALI
2026-09-23 10:30:21
1
abdoulfatafdiall7
abdoul fataf Diallo :
Afrique uni💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🇬🇳🇧🇫🇮🇳🇬🇭🇪🇹🇩🇿
2026-09-23 09:32:27
1
moussatr104
Azawad ⵣ :
2026-09-23 14:03:03
0
bintou.sow075
bintou sow :
🥰🥰
2026-09-23 10:36:17
0
chicagosko0
SËIGA_Bling SKO🇺🇲 🎤🎧🎙️📮 :
yes
2026-09-23 00:26:59
1
silancie271
SilANCE :
🥰🥰🥰🥰
2026-09-23 05:12:06
0
asa0753
asaà :
❤️❤️❤️
2026-09-23 02:45:10
1
moussatr104
Azawad ⵣ :
2026-09-23 14:02:58
0
moussatr104
Azawad ⵣ :
2026-09-23 14:03:00
0
moussatr104
Azawad ⵣ :
2026-09-23 14:02:55
0
baimnle482
Lm pg👁️666👁️ :
66666666🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰66666666666666666666666👁️🔻👁️🥷
2026-09-23 00:09:08
1
kone24235
kone :
pourquoi lui la ferme le drapeau malien
2026-09-23 09:30:59
0
moussatr104
Azawad ⵣ :
2026-09-23 14:02:52
0
ibe.samake0223
Ibe Samake toujours dabāle :
[Cœur rouge][Cœur rouge][Cœur rouge]
2026-09-23 09:18:03
1
sitaphacoulibaly73
abdoulaye Coulibaly :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏
2026-09-23 08:06:21
1
lassana.scko
Iba Montana :
💪💪💪💪💯💯💯💯🙏
2026-09-23 08:49:40
1
aboubacar.dipkei2
aboubacar Dipkei223@ :
🥰🥰🥰
2026-09-23 09:51:13
1
negehji
Diawoi Diawara :
🥰🥰🥰
2026-09-23 09:54:17
1
sidi.dicko25
sidi dicko :
💗💗💗
2026-09-23 09:57:30
1
user420029456
LASSI SIDIBE :
🥰🥰🥰
2026-09-23 10:02:26
1
komajdna
KomaDJan KamaLe :
🥰🥰🥰
2026-09-23 10:09:56
1
abdullah.djeme
Abdullah Djeme :
🥰🥰🥰
2026-09-23 08:00:42
1
cr7diallo29
CR7 :
🥰🥰🥰
2026-09-23 06:57:50
1
ouedraogo.6660
ouedraogo 666 :
🤲🤲🤲
2026-09-23 08:28:12
1
To see more videos from user @managermohamedcinq, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent
Matthew Gallagher punya ide sederhana: kalau AI bisa ngerjain hampir semua hal, kenapa masih butuh banyak karyawan? Dengan modal sekitar Rp300 juta, dia bikin bisnis bernama MEDVi. Strateginya agresif, pakai AI untuk jualan obat pelangsing, didukung lebih dari 800 akun Facebook palsu yang nyamar jadi dokter, lengkap dengan foto profil hasil AI. Akun-akun ini dipakai buat kasih review dan membangun kepercayaan. Hasilnya kelihatan luar biasa. Bisnis ini diklaim menghasilkan sampai Rp28 triliun. Bahkan sempat dipuji media seperti The New York Times sebagai “kisah sukses” AI-driven company. Tapi di balik itu, masalah mulai muncul. Pada Februari 2026, badan pengawas obat AS, Food and Drug Administration (FDA), mengirim surat peringatan karena metode marketing MEDVi dianggap menyesatkan, seolah-olah produknya sudah disetujui resmi. Ironisnya, ini terjadi hanya sekitar enam minggu sebelum liputan positif media terbit. Lalu muncul kebocoran data besar, sekitar 1,6 juta data pasien terekspos. Kasus ini berujung pada gugatan class action di Delaware. Saat ditelusuri lebih dalam, banyak klaim bisnisnya ternyata tidak bisa diverifikasi. Tidak ada audit independen, dan angka-angka yang diumumkan diragukan. Investigasi dari Futurism mengungkap hal yang lebih serius. Foto before-after pasien ternyata deepfake, dibuat dari hasil editan AI. Pertumbuhan bisnisnya juga didorong oleh ratusan halaman Facebook yang berpura-pura jadi dokter untuk menargetkan perempuan usia 35–55 tahun. Bahkan di bagian kecil situs mereka sendiri, MEDVi mengakui bahwa orang-orang di iklan bisa saja aktor atau hasil AI, bukan tenaga medis sungguhan. Akhirnya, narasi “bisnis miliaran dolar berbasis AI” mulai runtuh. Banyak analis menilai cerita suksesnya jauh lebih besar daripada realitas bisnisnya. #artificialintelligence #aiupdates #aitrends #contentAI #aicontent

About