Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@limitlessfy: Kendiniz olun yeter..... ~ ~ #keşfet #bmw #reels #tik_tok #keşfetbeniöneçıkar
LIMITLESSFY
Open In TikTok:
Region: TR
Wednesday 23 September 2026 05:42:51 GMT
3840
216
5
21
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.85MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.75MB
)
Watermark .mp4 (
1.55MB
)
Music .mp3
Comments
🇹🇷AYLIN🇹🇷 :
2026-09-24 17:43:57
1
A.Aly.D :
aslan
2026-09-23 07:46:29
1
Halil İbrahim :
🥰🥰🥰
2026-09-23 06:30:36
0
Fatih Karaduman :
[Tamam işareti][Tamam işareti][Tamam işareti]
2026-09-23 07:36:20
0
To see more videos from user @limitlessfy, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Sejumlah warga Kampung Ledoksari yang kini tengah memperjuangkan nasibnya karena terdampak perluasan Stasiun Jebres melakukan aksi protes ketika beberapa petugas PT KAI Daop 6 Yogyakarta menggelar pemagaran seng di salah satu bangunan di sana. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Dari pantauan TribunSolo.com di lokasi, salah satu bangunan yang merupakan bekas warung makan tersebut dipagar menggunakan bahan seng. Petugas PT KAI pun sudah tidak terlihat di lokasi, meski sejumlah warga masih tampak berjaga di sekitar bangunan sesaat setelah pemagaran berlangsung. Kuasa Hukum Warga Ledoksari, Bekti Pribadi, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat informasi dari kliennya mengenai adanya sejumlah petugas PT KAI Daop 6 Yogyakarta yang tengah melakukan pemasangan pagar seng di salah satu bangunan warung di sana. Bekti menyebut warga sempat mencegah pemasangan tersebut lantaran pada waktu yang sama akan dilaksanakan sidang perdana gugatan warga Ledoksari terhadap PT KAI dan ATR/BPN Kota Solo di Pengadilan Negeri (PN) Solo. Bekti menilai tindakan PT KAI yang memagari salah satu bangunan yang tengah disengketakan tersebut keterlaluan. "Jadi ini kejadian yang sangat di luar dugaan kami selaku kuasa hukum warga Ledoksari, di mana pada saat ini, hari ini, jam ini, kita masih akan mengikuti jalannya gugatan persidangan antara warga Ledoksari dengan PT KAI Daop 6 Yogyakarta. Tapi di saat kami akan melaksanakan persidangan di Pengadilan Negeri Surakarta, saya diinfo oleh warga bahwa dari PT KAI memasang pagar untuk dibatasi kalau pelaksanaan daripada persidangan ini yang menurut saya dilanggar," urai Bekti saat ditemui di lokasi. Menurutnya, dengan adanya gugatan yang tengah berproses di PN Solo, wilayah yang disengketakan tersebut berkedudukan sebagai status quo. "Karena kita harus semua berproses untuk mengikuti ranah hukum yang sudah kita daftarkan gugatan," lanjutnya. Bekti menyebut PT KAI Daop 6 Yogyakarta berdalih bahwa pemagaran tersebut dilakukan setelah adanya pembicaraan dengan pihak terkait, yakni salah satu warga Ledoksari. Belum Sepakat Namun, menurut Bekti, belum ada kesepakatan. Bahkan, salah satu bangunan yang dipagar tersebut masuk dalam kawasan SHP 23 yang kini tengah digugat di pengadilan. "Kedua dengan pemasangan ini menurut kami PT KAI melakukan perbuatan melawan hukum, di mana PT KAI mengklaim bahwasanya ada warga yang sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Tetapi perlu diingat ini adalah bagian dari SHP 23 yang merupakan alas hak dari PT KAI. Artinya kalau ini bagian dari SHP 23 tahun 1996, itu ya sama-sama kita menghormati di proses persidangan karena ini adalah bagian dari SHP 23. Jadi nggak boleh dipisah-pisah. Jadi klaimnya KAI seperti itu," tegas Bekti. Menurutnya, PT KAI seharusnya menghormati proses hukum yang berlaku setelah sejumlah warga Ledoksari melayangkan gugatan ke PN Solo. "Kalau kami, ayo sama-sama menghormati proses hukum. Jangan merasa benar, semua dibuktikan di pengadilan," kata dia. Bekti menuturkan, dirinya mengetahui kejadian pemagaran seng di salah satu bangunan tersebut setelah warga melihat aktivitas sejumlah petugas berseragam yang berada di lokasi dan tengah melakukan pemagaran. Sebagian warga mencoba menghentikan aktivitas tersebut, sementara beberapa lainnya memberi tahu dirinya terkait kejadian tersebut. Saat Bekti tiba di lokasi, aktivitas pemagaran oleh petugas PT KAI tersebut telah berhenti. "Tidak ada surat pemberitahuan, dengan adanya pemagaran ini, warga atau kuasa hukum tidak ada pemberitahuan kalau mau memasang seng ini. Tahu-tahu sudah memasang seperti ini, diketahui oleh warga kok ada seragam-seragam dari Polsuska dan KAI. Akhirnya menentang, menelepon saya dengan kejadian pemagaran objek dari SHP 23," pungkasnya. (*)
جدة التاريخية تهتز بصوت الجماهير السعودية 🇸🇦🔥 الحماس بدأ مبكرًا قبل مواجهة قطر في نصف النهائي! #السعودية #قطر #خليجي27
لايك #ومتابعه #💔🔋🚬 #🥺🚬🖤😒
jhmuah Mubarak ✨🥹 Ameen 🤲❤️🩹 first Friday of October 🤍 . . . . . . . #reels #explorepage✨ #reelsinstagram #trendingreels #tanvi_writex
Comell😭🤍🫶🏻 #epplehub #saura
It feels to good to be true
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy