@tourismciamis: Siapa nih yang mau hadir meramaikan big match Galendo vs Nasi Padang yuk ramaikan kembali Stadion Galuh Ciamis #tourismciamis #liga2 #psgc#semenpadangfc #andrerosiade

Katalog Pariwisata Ciamis
Katalog Pariwisata Ciamis
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 23 September 2026 08:32:47 GMT
2538
112
7
5

Music

Download

Comments

ngaballfootballcom
NGABALL FOOTBALL :
galendo vs rendang😁
2026-09-23 11:29:25
0
fstianvlst
fstianvlst :
Gass 3 point lagi💜🔥
2026-09-23 08:46:32
1
user305573944050
undang :
mantep ciamis
2026-09-23 23:38:08
0
kangirfan60
Kang Irfan :
bismillah 3 point
2026-09-23 21:10:31
0
maman_kartima
maman kartiman :
Mantap psgc gasken terus👍👍👍
2026-09-24 07:44:15
0
wa.sueb4
Su'eb Algifhari :
moal mundur pedah loba bintang.. singa cala siap meenerkam..
2026-09-24 00:26:03
0
suryadin915
Suryadin91 :
Gaskeun Ciamis ah... sing naik KA liga utama...
2026-09-24 01:05:43
0
To see more videos from user @tourismciamis, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di sebuah sudut tenang di Kampung Gelam, Daik, Kabupaten Lingga, dapur sederhana milik Maryam (72), menjadi saksi hidup tradisi kuliner yang tak lekang oleh waktu. Sore itu, asap tipis perlahan membumbung keluar dari celah ventilasi dapur beratap daun, mengisyaratkan aktivitas yang telah berlangsung puluhan tahun. Begitu melangkah masuk, aroma harum langsung menyergap. Lantainya yang mulai retak dan dinding papan yang sederhana tak mengurangi hangatnya suasana. Justru dari tempat inilah lahir roti bakar yang telah dikenal luas, bahkan hingga ke luar daerah.  Di salah satu sudut, kayu-kayu bakar tersusun rapi, siap memberi nyala pada tungku tradisional yang menjadi jantung dari proses memasak. Di atas tungku, sebuah panci besar bertengger, di dalamnya puluhan roti tersusun rapi. Uniknya, bukan hanya bagian bawah yang dipanaskan, tetapi bagian atas panci juga ditutup dengan bara api dari kayu dan sabut kelapa. Metode memasak tradisional ini menciptakan panas merata, menghasilkan roti dengan kematangan sempurna sekaligus aroma khas yang sulit ditiru. Dengan cekatan, Lansia yang dikenal dengan sapaan Nek Yam sesekali mengatur kayu bakar, memastikan bara tetap menyala stabil.  Tak butuh waktu lama, sekitar lima menit roti-roti itu pun matang, lalu diangkat dan dipindahkan ke
Di sebuah sudut tenang di Kampung Gelam, Daik, Kabupaten Lingga, dapur sederhana milik Maryam (72), menjadi saksi hidup tradisi kuliner yang tak lekang oleh waktu. Sore itu, asap tipis perlahan membumbung keluar dari celah ventilasi dapur beratap daun, mengisyaratkan aktivitas yang telah berlangsung puluhan tahun. Begitu melangkah masuk, aroma harum langsung menyergap. Lantainya yang mulai retak dan dinding papan yang sederhana tak mengurangi hangatnya suasana. Justru dari tempat inilah lahir roti bakar yang telah dikenal luas, bahkan hingga ke luar daerah. Di salah satu sudut, kayu-kayu bakar tersusun rapi, siap memberi nyala pada tungku tradisional yang menjadi jantung dari proses memasak. Di atas tungku, sebuah panci besar bertengger, di dalamnya puluhan roti tersusun rapi. Uniknya, bukan hanya bagian bawah yang dipanaskan, tetapi bagian atas panci juga ditutup dengan bara api dari kayu dan sabut kelapa. Metode memasak tradisional ini menciptakan panas merata, menghasilkan roti dengan kematangan sempurna sekaligus aroma khas yang sulit ditiru. Dengan cekatan, Lansia yang dikenal dengan sapaan Nek Yam sesekali mengatur kayu bakar, memastikan bara tetap menyala stabil. Tak butuh waktu lama, sekitar lima menit roti-roti itu pun matang, lalu diangkat dan dipindahkan ke "Badang", sebuah wadah tradisional. Hangatnya masih terasa, mengundang siapa saja untuk segera mencicipi. Roti bakar buatan Nek Yam bukan sekadar makanan biasa. Di Daik Lingga, nama roti bakar sudah begitu dikenal.

About