@vertizone.tv: Selama masa pemerintahan Bashar al-Assad, pemerintah Suriah menerapkan sensor ketat terhadap berbagai jenis buku dan materi yang dianggap sensitif. Buku yang dianggap mengkritik pemerintah atau membawa pemikiran tertentu dapat dilarang beredar, bahkan sejumlah buku keagamaan juga pernah menjadi perhatian aparat. Di tengah situasi seperti itu, ada seorang pria bernama Abdullah Mustafa Khalid Ulvan yang memilih menyelamatkan perpustakaannya dengan cara yang tidak biasa. Pada 2011, ketika konflik mulai terjadi di Suriah, Abdullah khawatir rumahnya akan digeledah atau bahkan dihancurkan. Ia memiliki lebih dari seribu buku yang telah dikumpulkannya selama bertahun-tahun. Buku-buku itu bukan sekadar koleksi. di dalamnya terdapat kitab tafsir, kumpulan hadis, ilmu-ilmu Al-Qur'an, sejarah Islam, kisah para sahabat, sejarah sebelum Islam, hingga buku tentang budaya dan kehidupan sosial.
Vertizone.news
Region: ID
Wednesday 23 September 2026 08:33:31 GMT
Music
Download
Comments
dias dias :
g
2026-09-23 10:24:12
0
Jamal Datu :
MaashaAllah
2026-09-23 09:05:56
0
To see more videos from user @vertizone.tv, please go to the Tikwm
homepage.