@gotallmotivation: Scientifically get taller here👇👇 GoTall is built to help you improve your habits, track progress, and increase your height. Height impacts pay, social interaction, and everyday life. Don’t let your height limit your potential! No video or audio copyright infringement intended. If there are any concerns, please DM for resolution or removal. #shortkings #height #howtogettaller 

GoTallMotivation
GoTallMotivation
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 01 October 2026 17:26:00 GMT
246
8
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @gotallmotivation, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Biasanya karena 1 dari 3 hal ini, Bun: masuknya kurang, serapannya bermasalah, atau keluarnya kebanyakan. 1. Asupan masuk kurang dari kebutuhan - Makan dikit/encer: Porsi kecil + bubur encer = kalori tekor. Lambung bayi kecil, jadi harus padat kalori. - Kurang lemak: MPASI tanpa minyak, santan, keju, mentega. 1 sdm lemak = 90 kalori, ngaruh banget ke BB. - Kebanyakan susu: Usia 9+ bln kalau susu >700ml/hari, anak kenyang susu & nolak makan padat. - Nafsu makan turun: Tumbuh gigi, sariawan, pilek, GTM. Kalau tiap makan cuma 2-3 suap, BB stuck. - Jadwal berantakan: Ngemil terus, jadi nggak pernah laper pas jam makan utama. 2. Makanan masuk tapi nggak terserap - Anemia defisiensi besi: Paling sering. HB rendah bikin lemes, nafsu makan turun, BB seret. - ISK – Infeksi Saluran Kemih: Nggak demam, tapi BB stuck. Bakteri bikin tubuh capek. - Alergi protein susu sapi: Diare kronis, ruam, feses berlendir → asupan nggak terserap optimal. - Cacingan: Udah MPASI + main tanah, kalori dimakan cacing. - Diare/GERD berkepanjangan: Usus terganggu, makanan bisa nggak diserap optimal. - TB/TBC anak: Batuk >2 minggu, keringat malam, BB nggak naik. 3. Tubuh bakar kalori terlalu banyak - Anak hiperaktif: Nggak bisa diem, kalori kebakar cepat. - Penyakit jantung bawaan: Jantung kerja keras = kebutuhan kalori bisa lebih tinggi. - Sakit berulang: Batpil tiap bulan, panas → kalori dipakai buat lawan penyakit. - Gangguan metabolik/tiroid: Jarang, tapi bisa bikin metabolisme cepat. Tanda yang harus langsung cek ke DSA: 1. Garis BB di KMS datar atau turun 2 bulan berturut-turut. 2. BB di bawah garis merah, atau potong 2 pita warna ke bawah. 3. Anak lemes, pucat, sering sakit, nggak aktif. 4. Diare/muntah >2 minggu, feses berdarah/berlendir. Yang bisa kamu cek dulu di rumah: 1. Plot KMS: BB naiknya sesuai garis nggak? Kalau naik meski pelan, biasanya aman. 2. Menu MPASI: Sudah pakai prohe double + lemak tiap makan belum? 3. Susu: Kebanyakan nggak? Usia 1 thn cukup 400-500ml/hari. 4. Aktifitas: Anak lincah & ceria walau kurus = biasanya nggak masalah. Gen juga ngaruh, Bun. Kalau ayah-ibu badannya kecil, anak wajar di persentil bawah asal garisnya naik konsisten. Umur anak berapa & BB lahir + BB sekarang berapa? #viral #parentingtips #fyppppppppppppppppppppppp #anakgtm #explore
Biasanya karena 1 dari 3 hal ini, Bun: masuknya kurang, serapannya bermasalah, atau keluarnya kebanyakan. 1. Asupan masuk kurang dari kebutuhan - Makan dikit/encer: Porsi kecil + bubur encer = kalori tekor. Lambung bayi kecil, jadi harus padat kalori. - Kurang lemak: MPASI tanpa minyak, santan, keju, mentega. 1 sdm lemak = 90 kalori, ngaruh banget ke BB. - Kebanyakan susu: Usia 9+ bln kalau susu >700ml/hari, anak kenyang susu & nolak makan padat. - Nafsu makan turun: Tumbuh gigi, sariawan, pilek, GTM. Kalau tiap makan cuma 2-3 suap, BB stuck. - Jadwal berantakan: Ngemil terus, jadi nggak pernah laper pas jam makan utama. 2. Makanan masuk tapi nggak terserap - Anemia defisiensi besi: Paling sering. HB rendah bikin lemes, nafsu makan turun, BB seret. - ISK – Infeksi Saluran Kemih: Nggak demam, tapi BB stuck. Bakteri bikin tubuh capek. - Alergi protein susu sapi: Diare kronis, ruam, feses berlendir → asupan nggak terserap optimal. - Cacingan: Udah MPASI + main tanah, kalori dimakan cacing. - Diare/GERD berkepanjangan: Usus terganggu, makanan bisa nggak diserap optimal. - TB/TBC anak: Batuk >2 minggu, keringat malam, BB nggak naik. 3. Tubuh bakar kalori terlalu banyak - Anak hiperaktif: Nggak bisa diem, kalori kebakar cepat. - Penyakit jantung bawaan: Jantung kerja keras = kebutuhan kalori bisa lebih tinggi. - Sakit berulang: Batpil tiap bulan, panas → kalori dipakai buat lawan penyakit. - Gangguan metabolik/tiroid: Jarang, tapi bisa bikin metabolisme cepat. Tanda yang harus langsung cek ke DSA: 1. Garis BB di KMS datar atau turun 2 bulan berturut-turut. 2. BB di bawah garis merah, atau potong 2 pita warna ke bawah. 3. Anak lemes, pucat, sering sakit, nggak aktif. 4. Diare/muntah >2 minggu, feses berdarah/berlendir. Yang bisa kamu cek dulu di rumah: 1. Plot KMS: BB naiknya sesuai garis nggak? Kalau naik meski pelan, biasanya aman. 2. Menu MPASI: Sudah pakai prohe double + lemak tiap makan belum? 3. Susu: Kebanyakan nggak? Usia 1 thn cukup 400-500ml/hari. 4. Aktifitas: Anak lincah & ceria walau kurus = biasanya nggak masalah. Gen juga ngaruh, Bun. Kalau ayah-ibu badannya kecil, anak wajar di persentil bawah asal garisnya naik konsisten. Umur anak berapa & BB lahir + BB sekarang berapa? #viral #parentingtips #fyppppppppppppppppppppppp #anakgtm #explore

About