@rennnnnn018: #goviral #viralvideo

💔
💔
Open In TikTok:
Region: NG
Thursday 24 September 2026 05:57:32 GMT
1161
104
6
2

Music

Download

Comments

bigm.....01
B'G M🖤 :
I fear my gender frrrrrrr 🤦
2026-09-25 03:32:47
0
queen.sommy85
Fake smile 😹 :
I ga ebe chaii sorry
2026-09-24 23:12:44
0
_onlylissa23
Lisaaaaaaaaaaaaaaaa❤️‍🔥❤️‍🩹 :
Chaiii 🥺sorry
2026-09-24 17:11:11
0
leo.clara223
>>Lostsoul💔 :
Sorry
2026-09-25 01:07:50
0
bintudarling1
❤️ME 💕👌🏻 :
😭 I cry
2026-09-25 00:56:53
0
leo.clara223
>>Lostsoul💔 :
Follow for follow
2026-09-25 01:07:58
0
To see more videos from user @rennnnnn018, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Terbongkar! Modus 179 Troli Indomarco Digelapkan, Dijual ke Pagar Alam, 4 Orang Karyawan Diamankan BENGKULU — Dugaan penggelapan 179 bronjong atau troli milik PT Indomarco Prismatama Cabang Bengkulu terbongkar setelah pihak perusahaan menemukan adanya troli yang tidak kembali ke gudang usai digunakan untuk distribusi barang. Modusnya mulai terendus ketika perusahaan melakukan stok opname. Dalam pengecekan tersebut, ditemukan kendaraan yang telah selesai mengantar barang, namun bronjong atau troli yang dibawa tidak dilaporkan dan tidak dikembalikan sebagaimana prosedur yang berlaku. Setiap kendaraan yang selesai melakukan pengantaran barang seharusnya mengembalikan seluruh bronjong atau troli milik perusahaan. Namun, dalam kasus ini, terdapat troli yang justru keluar dari penguasaan perusahaan dan diduga dialihkan untuk dijual kepada pihak lain. Kecurigaan manajemen kemudian mengarah kepada sopir yang membawa kendaraan tersebut. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan diduga mengakui bahwa bronjong milik perusahaan telah dijual ke wilayah Pagar Alam, Sumatera Selatan. Dari pengakuan awal tersebut, diketahui sedikitnya empat unit bronjong telah dijual. Temuan itu kemudian mendorong perusahaan melakukan audit menyeluruh terhadap keberadaan seluruh troli yang seharusnya berada dalam penguasaan perusahaan. Hasil audit mengungkap fakta yang lebih besar. Sebanyak 179 unit bronjong atau troli tercatat hilang dan diduga telah digelapkan. Nilai kerugian perusahaan ditaksir mencapai Rp87 juta. Unit Reskrim Polsek Selebar kemudian melakukan penyelidikan untuk membongkar bagaimana troli tersebut bisa keluar dari penguasaan perusahaan dan siapa saja yang terlibat dalam proses penjualannya. Dalam penyelidikan, polisi mengamankan empat orang. Dua di antaranya berinisial MA dan BP, yang merupakan karyawan PT Indomarco Prismatama. Sementara AP dan HF diamankan karena diduga berperan sebagai pihak yang menerima atau menampung troli tersebut. Polisi menduga troli yang semestinya digunakan kembali untuk mendukung distribusi barang justru dialihkan dan diperjualbelikan. Dengan demikian, barang milik perusahaan yang seharusnya kembali setelah proses pengantaran diduga berubah fungsi menjadi barang yang menghasilkan keuntungan bagi pihak tertentu. Kapolsek Selebar AKP Bayu Heri P mengatakan, perkara tersebut terbongkar setelah perusahaan menemukan ketidaksesuaian dalam pencatatan dan keberadaan bronjong saat melakukan stok opname.
Terbongkar! Modus 179 Troli Indomarco Digelapkan, Dijual ke Pagar Alam, 4 Orang Karyawan Diamankan BENGKULU — Dugaan penggelapan 179 bronjong atau troli milik PT Indomarco Prismatama Cabang Bengkulu terbongkar setelah pihak perusahaan menemukan adanya troli yang tidak kembali ke gudang usai digunakan untuk distribusi barang. Modusnya mulai terendus ketika perusahaan melakukan stok opname. Dalam pengecekan tersebut, ditemukan kendaraan yang telah selesai mengantar barang, namun bronjong atau troli yang dibawa tidak dilaporkan dan tidak dikembalikan sebagaimana prosedur yang berlaku. Setiap kendaraan yang selesai melakukan pengantaran barang seharusnya mengembalikan seluruh bronjong atau troli milik perusahaan. Namun, dalam kasus ini, terdapat troli yang justru keluar dari penguasaan perusahaan dan diduga dialihkan untuk dijual kepada pihak lain. Kecurigaan manajemen kemudian mengarah kepada sopir yang membawa kendaraan tersebut. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan diduga mengakui bahwa bronjong milik perusahaan telah dijual ke wilayah Pagar Alam, Sumatera Selatan. Dari pengakuan awal tersebut, diketahui sedikitnya empat unit bronjong telah dijual. Temuan itu kemudian mendorong perusahaan melakukan audit menyeluruh terhadap keberadaan seluruh troli yang seharusnya berada dalam penguasaan perusahaan. Hasil audit mengungkap fakta yang lebih besar. Sebanyak 179 unit bronjong atau troli tercatat hilang dan diduga telah digelapkan. Nilai kerugian perusahaan ditaksir mencapai Rp87 juta. Unit Reskrim Polsek Selebar kemudian melakukan penyelidikan untuk membongkar bagaimana troli tersebut bisa keluar dari penguasaan perusahaan dan siapa saja yang terlibat dalam proses penjualannya. Dalam penyelidikan, polisi mengamankan empat orang. Dua di antaranya berinisial MA dan BP, yang merupakan karyawan PT Indomarco Prismatama. Sementara AP dan HF diamankan karena diduga berperan sebagai pihak yang menerima atau menampung troli tersebut. Polisi menduga troli yang semestinya digunakan kembali untuk mendukung distribusi barang justru dialihkan dan diperjualbelikan. Dengan demikian, barang milik perusahaan yang seharusnya kembali setelah proses pengantaran diduga berubah fungsi menjadi barang yang menghasilkan keuntungan bagi pihak tertentu. Kapolsek Selebar AKP Bayu Heri P mengatakan, perkara tersebut terbongkar setelah perusahaan menemukan ketidaksesuaian dalam pencatatan dan keberadaan bronjong saat melakukan stok opname. "Awalnya ditemukan bronjong yang tidak dikembalikan setelah kendaraan selesai melakukan pengantaran. Setelah dikonfirmasi, diketahui ada bronjong yang telah dijual ke Pagar Alam," ujar AKP Bayu Heri P. Dari pengembangan penyelidikan, polisi kemudian mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam penjualan maupun penerimaan troli tersebut. Pemeriksaan terhadap para terduga pelaku juga dilakukan untuk mengungkap peran masing-masing. "Total berdasarkan hasil audit perusahaan ada 179 unit bronjong yang hilang, dengan kerugian sekitar Rp87 juta," katanya. Keempat orang tersebut kini diamankan di Polsek Selebar untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik masih melengkapi administrasi penyidikan serta mendalami rangkaian dugaan penggelapan dan penjualan bronjong tersebut. Polisi juga akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses hukum selanjutnya. Keterlibatan dan peran masing-masing pihak masih didalami berdasarkan alat bukti dan hasil penyidikan. #indomarco #indomaretbengkulu #penggelapan #polsekselebar #kasuspenggelapan

About