Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@ahmadhamdan.3: #يافا_تل_ابيب #نتانيا_عكا #حيفا_فلسطين_عرب_48 #fypシ #capcut
يافا عروس البحر
Open In TikTok:
Region: IL
Thursday 24 September 2026 14:49:36 GMT
12468
550
2
74
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.15MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2.09MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
Ali Bsoul :
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم قمه فخامه هيبه طيبه ذوق احساس الله محي أهلنا في يافا عروس البحر
2026-09-24 18:19:37
0
قصي 🦅🖤 :
🤍
2026-09-24 14:51:34
0
To see more videos from user @ahmadhamdan.3, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
@allu.oficial O objetivo não é vender pra quem ja tem ##allucy ##allu #negocios #empreendedorismo
#ninho #trend #rap
شـدوس والفـت احسـاسـك؟🩶 #اسراء_الاصيل #اسويلك_سحر #اسراء_الاصيل_في_القمه #اسراء_الاصيل_نمبر_ون
Gubernur Sumsel Herman Deru saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (24/9/2026). Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru turun langsung memadamkan api setelah melihat warga membakar sampah atau rumput kering di halaman rumah di kawasan permukiman. Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video. Dalam video itu, Herman Deru terlihat turun dari mobil dan menghampiri lokasi pembakaran. Ia kemudian memadamkan api sekaligus menegur warga yang membakar sampah atau rumput kering tersebut. "Kita sibuk memadamkan asap, kok malah membakar. Kamu bisa tertangkap polisi, nggak boleh ini,” kata Deru dalam video tersebut. Saat dikonfirmasi, Herman Deru mengatakan kejadian itu ditemuinya ketika ia dalam perjalanan pulang setelah mengantar cucunya sekolah. "Ceritanya setelah antar cucu sekolah, saya pulang. Pas pulangnya, saya lihat ada warga yang seenaknya membakar sampah di tengah permukiman. Entah sampah atau bekas dia membersihkan kebunnya,” kata Deru saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (24/9/2026). Menurutnya, kejadian tersebut menjadi perhatian penting karena menunjukkan masih adanya persoalan kesadaran masyarakat terhadap bahaya membakar sampah atau rumput kering, terutama di kawasan permukiman. "Yang jadi poin penting adalah ternyata keadaan ini lemah. Jadi ini menjadi buah pemikiran saya untuk mengingatkan kembali warga, kepala daerah, bupati, wali kota, sampai dengan tingkat RT dan RW untuk mengingatkan warga,” katanya. Deru menegaskan, larangan membakar sampah di permukiman bukan hanya berkaitan dengan persoalan pencemaran udara, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. "Bukan hanya sekadar pencemarannya, isunya, tapi bahayanya. Membakar di permukiman, ketika apinya membesar, siapa yang mau menangani?" ujarnya. Ia juga menyoroti kondisi ketika pembakaran ditinggalkan oleh orang yang menyalakan api. Menurutnya, hal tersebut berpotensi membuat api membesar. “Ditinggal lagi orangnya, malah mengantar anaknya sekolah. Artinya ada kurang perhatian di sana,” kata Deru. Karena itu, ia meminta pemerintah kabupaten dan kota hingga struktur pemerintahan di tingkat bawah kembali mengingatkan masyarakat mengenai bahaya pembakaran sampah secara sembarangan. "Inilah poin pentingnya. Saya ingin segera mengingatkan kembali kepada wali kota dan strukturnya, dan semua masyarakat, untuk sadar akan bahayanya," tegasnya. Deru mengatakan, kejadian yang ditemukannya tersebut tidak semata-mata dilihat dari besar atau kecilnya api. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran di kawasan permukiman. “Jangan dilihat kecil besarnya apa yang saya temukan tadi pagi. Persoalannya adalah masalah kesadaran. Apakah informasinya belum sampai? Kalau rasanya dia sengaja melawan aturan, tidak. Saya lihat ini masalah kesadaran. Saya betul-betul terkejut, dan ini di kota,” katanya.
New Attitude Arabic Remix Song Feel Arabic Vibes Turn The Volume And Enjoy The Song💫💫Ise Headphone For Better experience 🎧🎧🎧🎧#foryourpage #milliebobbybrown #unfreezemyaccount #videoviral #viral_video Thanks for watching
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy