Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@veroo_delgado: Y quien diga lo contrario no sabe lo que dice, en fin ya vieron mis tacones suela roja?, están preciosos!🥰🥰✨
VDysky🤍
Open In TikTok:
Region: MX
Friday 25 September 2026 03:02:03 GMT
12344
600
0
9
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.99MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.89MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @veroo_delgado, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
#miraculous #miraculousladybug #miraculousladybugandcatnoir #miraculousshorts #miraculousseason6
#ViralForJustice #StopKekerasanTerhadapPerempuandanAnak #JustiveForYuvita #SanksiOptimalTaufikHidayat KASUS TAUFIK HIDAYAT: STOP SALAH ALAS HUKUM! SIKAP KOMNAS PEREMPUAN BLUNDER, JANGAN BERI CELAH LUPUT BAGI PELAKU KBG EKSTREM Kasus kekerasan berbasis gender ekstrem yang dilakukan Taufik Hidayat bukan sekadar tindak pidana biasa. Peristiwa ini merupakan bentuk intimate femicide yang ditandai dengan penyekapan bertahun-tahun, penganiayaan fisik berulang hingga menyebabkan disabilitas permanen, serta kekerasan seksual berat yang memanfaatkan ketimpangan relasi kuasa. Karena itu, saya menilai penggunaan Konvensi Anti-Penyiksaan (CAT) sebagai dasar utama penanganan kasus ini kurang tepat. Secara doktrinal, CAT mengatur penyiksaan yang dilakukan oleh atau atas persetujuan aparat negara (state actor). Jika diterapkan pada pelaku sipil, fokus perkara justru bergeser dari kekerasan berbasis gender yang dialami korban dan berpotensi menimbulkan kekeliruan dalam konstruksi hukum. Kasus ini seharusnya dibingkai dengan Konvensi CEDAW yang telah diratifikasi melalui UU No. 7 Tahun 1984 dan menjadi landasan penting dalam UU TPKS serta KUHP Baru. Aparat Penegak Hukum perlu menyusun dakwaan kumulatif-berlapis menggunakan ketentuan KUHP Baru dan UU TPKS agar seluruh rangkaian kejahatan dapat dipertanggungjawabkan secara maksimal. Saya mendesak Komnas Perempuan untuk mereposisi narasi hukum agar tidak menimbulkan kekeliruan dalam penegakan hukum. Saya juga meminta Kepolisian dan Jaksa Penuntut Umum menuntut hukuman maksimal, memperjuangkan restitusi bagi korban, serta menutup rapat segala peluang restorative justice mengingat tingkat kekerasan dalam kasus ini sangat ekstrem. Mari dukung Aparat Penegak Hukum untuk menegakkan keadilan tanpa kompromi demi perlindungan hak asasi perempuan dan kepastian hukum bagi korban. Salam Sopan Indonesia!
Brad's original story arc! with Eden and Brock from The Middle! #themiddle
Remember this song??
#novembrebleu #novembre #octobrerose🎀 #tiktokcotedivoire🇨🇮 #cotedivoire🇨🇮 @TOUTOU
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy