@hagminz: những thước phim quý giá về Bác Hồ. #VietNam

hag
hag
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 25 September 2026 10:04:59 GMT
125954
12945
2021
1312

Music

Download

Comments

user669701195
Lạc Đường5360 :
😇🙏🙏😇😇🙏😇🙏😇🙏😇🙏😇😇😇😇😇🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏😇😇😇😇😇😇😇😇🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰😁😁😁😁😁😁😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇. 😇😇😇😇😇 con đã lớn lên ở nhà con xẽ chăm chỉ học tập
2026-09-25 14:26:13
31
keo.chan4
keo chan :
😭vxhc cccvccccccdcc CB đcvv đc c DV f đh VN g FC VN h😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
2026-09-26 04:14:16
16
ngoc.anh..364
bao thúi :
bác hồ muôn năm 🥰🥰
2026-09-27 02:33:55
7
user607294471
fan hiha và yummie :
🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺 con yêu bác hồ 🥺🥺🥺🥺🥰🥰🥰🥰🥰 con sẽ cố học giỏi🥺🥺🥰🥰🥰🥰🥰
2026-09-26 05:01:59
18
khnh.thy5123
Khánh Thy :
🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
2026-09-26 02:55:54
10
boy49769
. :
💌😞😞😞😞😞😞😞😞😞🇻🇳🇻🇳🇻🇳🇻🇳🇻🇳🇻🇳🇻🇳🇻🇳🇻🇳🇻🇳🇻🇳 bác Hồ ơi con yêu
2026-09-26 04:47:53
7
trm.bch705
Trâm Bích :
Việt Nam ơi
2026-09-26 13:12:18
12
fanj9769
chaucule :
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😇😇😇😇 Yêu bác hồ
2026-09-27 01:55:04
4
rychoe3
rychoe3 :
bác Hồ ơi nếu bác Hồ còn sống thì mãi mãi để ghi anh được bạn này của con nghe con rất là buồn luôn chú và bác Hồ con sẽ gửi ba bông hoa và ba bông sao cho chúa và bác Hồ nếu con nghỉ 🌹🌹🌹🪷🪷🪷🌹🌹😺🌹🥹❤️🌹🪷😺🥹⭐⭐🥹😺🪷🌹❤️❤️
2026-09-27 12:04:01
2
monxinhgai2018
mon cute :
con yêu bác Hồ kính yêu của con.🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹😭😭😭😭😭😭😭.
2026-09-26 23:47:54
4
phucthinh306
Bin nhỏ🙉 :
😭😭😭🫡🫡🫡🫡😲🫡🫡🫡🫡🩸🙂‍↕️🙂‍↕️
2026-09-25 15:41:19
5
banhbaonhoi0
l love you :
con chỉ hỏi Bác Hồ còn sống nữ ko con sẽ cố gắng học tập thấp chăm chỉ và Bác Hồ mái định con nhớ Bác Hồ lắm
2026-09-27 00:37:57
2
nh17445
Như Ý :
Con sẽ cố gắng học hành thật chăm chỉ ạ bác hồ chí minh 😭😭😭😭
2026-09-26 07:47:26
5
gu546038
gấu :
😳🚑🥹😞🫂🫰🤞🫰😭😰👔💍🪪📨🚑🚑🚑🚑🚑🚑🚑🚑🚑🚑🚑🚑🚑🚑🚑🚑🏥🏥🏥🏥🏥🏥🏥🏥🏥🏚️🏥🏥🏥🏥🧨🪔🧧
2026-09-27 03:56:31
1
ngchoa901
Ngọc :
con yêu bác Hồ con gắn học giỏi để bác Hồ vui
2026-09-26 11:46:55
4
tuyetlaco1992
tuyetlaco1992 :
Bác hồ ơi bác đẹp trai quá
2026-09-26 13:44:05
3
bay.nguyen142
Bay Nguyen :
bác Hồ vẫn nhớ chúng con chứ 😢🫶🏻🫶🏻🫶🏻
2026-09-26 08:42:15
3
pham.thi.ly4
Anh Tuấn :
bác Hồ đã hi sinh của cho các em 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭❤️
2026-09-26 05:53:31
3
nhung.hong5437
Nhung Hoàng :
Bác ho
2026-09-26 02:25:32
2
c.kh.sang.giu
em út :
bác cũng chỉ muốn đất nước bình yên🥺🥺🥺🥺🥺
2026-09-27 00:39:57
2
trm.bch705
Trâm Bích :
Việt Nam ơi mau nói đi
2026-09-26 13:12:50
2
_naya._cloudy_57
﹒⌗﹒𝓝𝓪𝔂𝓪/𝓚𝓪𝓲 1k🐾﹒౨ৎ˚₊‧ :
😇🙏🙏😇😇🙏😇🙏😇🙏😇🙏😇😇😇😇😇🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏😇😇😇😇😇😇😇😇🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰😁😁😁😁😁😁😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇. 😇😇😇😇😇 con đã lớn lên ở nhà con xẽ chăm chỉ học tập
2026-09-26 23:53:07
1
user355210693
ngô5192 :
[Khóc][Khóc][Khóc][Khóc][Khóc][Khóc][Khóc][Khóc][Khóc][Khóc][Khóc][Khóc][Khóc][Khóc] tôi yêu bác Hồ và con sẽ trăm chỉ
2026-09-27 02:56:18
2
kim.khanh.95
khanh 95 :
Ai yêu Bác hồ chính mình🌷🇻🇳🫰🏻🫰🏻😇
2026-09-27 09:22:50
1
anhmaiphan96
👉anhmai💯🐲 :
siêu nhân vào đừng buồn nữa bác Hồ là số 1 của đất nước này mà🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-09-26 14:58:43
4
To see more videos from user @hagminz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Video berdurasi sekitar enam menit ini membahas perubahan kurikulum sekolah Arab Saudi, terutama dalam menggambarkan Israel, Yahudi, Yerusalem, dan hubungan dengan non-Muslim. 1. Pembukaan: perubahan kalimat tentang Yerusalem Video dibuka dengan temuan bahwa kalimat: > “Umat Islam tidak akan pernah menyerahkan Yerusalem” telah dihapus dari buku Bahasa Arab kelas 11 Arab Saudi. Penghapusan tersebut sebenarnya sudah dilakukan pada edisi tahun ajaran 2024–2025 dan dipertahankan dalam edisi 2025–2026. Temuan itu kemudian dipublikasikan dalam laporan IMPACT-se pada Juli 2026. Kalimat tersebut sebelumnya hanya digunakan sebagai contoh dalam latihan tata bahasa. Namun, menurut laporan itu, muatannya tetap dianggap politis karena menggambarkan Yerusalem sebagai objek perjuangan permanen antara umat Islam dan kelompok lain. 2. Ini bukan perubahan yang berdiri sendiri Narasumber, Dalia Ziada, kemudian menjelaskan bahwa perubahan tersebut merupakan bagian dari reformasi kurikulum yang lebih luas. Arab Saudi secara bertahap menghapus atau memperhalus materi yang dianggap: bermusuhan terhadap Yahudi dan Israel; merendahkan agama atau kelompok non-Muslim; mengagungkan jihad kekerasan dan kematian sebagai martir; menyerang kelompok Syiah dan Sufi; menghalangi toleransi serta pemikiran kritis. Artinya, bukan hanya satu kalimat tentang Yerusalem yang diubah. Pemerintah Saudi sedang membentuk cara berpikir generasi baru agar lebih terbuka dan tidak mudah dipengaruhi ideologi ekstrem. 3. Perubahan cara menyebut Israel Video kemudian menyoroti perubahan istilah dalam buku sejarah Saudi. Sebutan “musuh Zionis” diganti menjadi “pendudukan Israel.” Perbedaannya penting: “Musuh Zionis” menggambarkan Israel sebagai musuh ideologis permanen. “Pendudukan Israel” tetap merupakan istilah negatif, tetapi mengarahkan kritik pada konflik dan kebijakan politik, bukan kebencian menyeluruh terhadap Yahudi atau eksistensi Israel. Beberapa peta juga tidak lagi memberi label “Palestina” pada seluruh wilayah Israel. Namun, Israel belum diberi nama atau diakui secara jelas dalam peta-peta tersebut. 4. Tujuan utama: reformasi masyarakat Saudi Dalia Ziada menghubungkan perubahan pendidikan ini dengan agenda modernisasi Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Saudi Vision 2030. Untuk membangun negara yang menjadi pusat investasi, perdagangan, teknologi, dan pariwisata, Arab Saudi membutuhkan masyarakat yang: mampu berinteraksi dengan dunia internasional; lebih toleran kepada penganut agama lain; menolak ekstremisme; mengutamakan kehidupan dan pembangunan; mampu berpikir kritis. Dengan demikian, reformasi buku sekolah bukan hanya menyangkut Israel. Ini merupakan bagian dari perubahan sosial dan ekonomi Arab Saudi. 5. Apakah Saudi sedang mempersiapkan normalisasi? Pertanyaan besar dalam video adalah apakah perubahan tersebut merupakan persiapan menuju hubungan resmi Saudi–Israel. Jawabannya: perubahan kurikulum dapat membantu menyiapkan masyarakat untuk kemungkinan normalisasi, tetapi belum menjadi bukti bahwa kesepakatan diplomatik sudah diputuskan. Saudi tampaknya sedang mengurangi hambatan ideologis yang selama puluhan tahun membentuk Israel sebagai musuh abadi. Generasi muda dipersiapkan agar lebih mudah menerima perdamaian dan kerja sama regional apabila pemerintah nantinya mengambil keputusan politik tersebut. 6. Batas perubahan Saudi Video juga tidak berarti bahwa Arab Saudi telah menjadi pro-Israel. Menurut laporan yang menjadi dasar pembahasan: Israel masih tidak dicantumkan pada banyak peta; beberapa buku masih menyebut Israel sebagai negara pendudukan; narasi Palestina tetap dipertahankan; dukungan Saudi terhadap hak-hak Palestina belum dihapus; materi mengenai Holocaust masih belum dibahas secara memadai. Jadi, perubahan ini lebih tepat disebut moderasi bertahap, bukan penghapusan dukungan kepada Palestina.
Video berdurasi sekitar enam menit ini membahas perubahan kurikulum sekolah Arab Saudi, terutama dalam menggambarkan Israel, Yahudi, Yerusalem, dan hubungan dengan non-Muslim. 1. Pembukaan: perubahan kalimat tentang Yerusalem Video dibuka dengan temuan bahwa kalimat: > “Umat Islam tidak akan pernah menyerahkan Yerusalem” telah dihapus dari buku Bahasa Arab kelas 11 Arab Saudi. Penghapusan tersebut sebenarnya sudah dilakukan pada edisi tahun ajaran 2024–2025 dan dipertahankan dalam edisi 2025–2026. Temuan itu kemudian dipublikasikan dalam laporan IMPACT-se pada Juli 2026. Kalimat tersebut sebelumnya hanya digunakan sebagai contoh dalam latihan tata bahasa. Namun, menurut laporan itu, muatannya tetap dianggap politis karena menggambarkan Yerusalem sebagai objek perjuangan permanen antara umat Islam dan kelompok lain. 2. Ini bukan perubahan yang berdiri sendiri Narasumber, Dalia Ziada, kemudian menjelaskan bahwa perubahan tersebut merupakan bagian dari reformasi kurikulum yang lebih luas. Arab Saudi secara bertahap menghapus atau memperhalus materi yang dianggap: bermusuhan terhadap Yahudi dan Israel; merendahkan agama atau kelompok non-Muslim; mengagungkan jihad kekerasan dan kematian sebagai martir; menyerang kelompok Syiah dan Sufi; menghalangi toleransi serta pemikiran kritis. Artinya, bukan hanya satu kalimat tentang Yerusalem yang diubah. Pemerintah Saudi sedang membentuk cara berpikir generasi baru agar lebih terbuka dan tidak mudah dipengaruhi ideologi ekstrem. 3. Perubahan cara menyebut Israel Video kemudian menyoroti perubahan istilah dalam buku sejarah Saudi. Sebutan “musuh Zionis” diganti menjadi “pendudukan Israel.” Perbedaannya penting: “Musuh Zionis” menggambarkan Israel sebagai musuh ideologis permanen. “Pendudukan Israel” tetap merupakan istilah negatif, tetapi mengarahkan kritik pada konflik dan kebijakan politik, bukan kebencian menyeluruh terhadap Yahudi atau eksistensi Israel. Beberapa peta juga tidak lagi memberi label “Palestina” pada seluruh wilayah Israel. Namun, Israel belum diberi nama atau diakui secara jelas dalam peta-peta tersebut. 4. Tujuan utama: reformasi masyarakat Saudi Dalia Ziada menghubungkan perubahan pendidikan ini dengan agenda modernisasi Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Saudi Vision 2030. Untuk membangun negara yang menjadi pusat investasi, perdagangan, teknologi, dan pariwisata, Arab Saudi membutuhkan masyarakat yang: mampu berinteraksi dengan dunia internasional; lebih toleran kepada penganut agama lain; menolak ekstremisme; mengutamakan kehidupan dan pembangunan; mampu berpikir kritis. Dengan demikian, reformasi buku sekolah bukan hanya menyangkut Israel. Ini merupakan bagian dari perubahan sosial dan ekonomi Arab Saudi. 5. Apakah Saudi sedang mempersiapkan normalisasi? Pertanyaan besar dalam video adalah apakah perubahan tersebut merupakan persiapan menuju hubungan resmi Saudi–Israel. Jawabannya: perubahan kurikulum dapat membantu menyiapkan masyarakat untuk kemungkinan normalisasi, tetapi belum menjadi bukti bahwa kesepakatan diplomatik sudah diputuskan. Saudi tampaknya sedang mengurangi hambatan ideologis yang selama puluhan tahun membentuk Israel sebagai musuh abadi. Generasi muda dipersiapkan agar lebih mudah menerima perdamaian dan kerja sama regional apabila pemerintah nantinya mengambil keputusan politik tersebut. 6. Batas perubahan Saudi Video juga tidak berarti bahwa Arab Saudi telah menjadi pro-Israel. Menurut laporan yang menjadi dasar pembahasan: Israel masih tidak dicantumkan pada banyak peta; beberapa buku masih menyebut Israel sebagai negara pendudukan; narasi Palestina tetap dipertahankan; dukungan Saudi terhadap hak-hak Palestina belum dihapus; materi mengenai Holocaust masih belum dibahas secara memadai. Jadi, perubahan ini lebih tepat disebut moderasi bertahap, bukan penghapusan dukungan kepada Palestina.

About