@danikmma_: Gaethje opponents 💀 #justingaethje #mma #paddypimblett #mmaedit #ufcedit

𝐃𝐚𝐧𝐢𝐤𝐌𝐌𝐀
𝐃𝐚𝐧𝐢𝐤𝐌𝐌𝐀
Open In TikTok:
Region: UA
Friday 25 September 2026 15:01:27 GMT
50071
3147
90
91

Music

Download

Comments

dgomtnzzz
Gosco :
peak edit bro🔥🔥🔥
2026-09-25 18:41:50
0
sonoioiosoio
il...bro :
no problem
2026-09-25 18:20:07
0
abood90748
UFC :
And Dustin twice
2026-09-25 16:24:45
0
morganuuuuwwww_pr
†-morganuuuuwwww_privatttt-† :
ezz win
2026-09-25 17:00:31
3
artinjgv91x
𝔟𝔯𝔬𝔱𝔞𝔩𝔦𝔱𝔬𝔯 :
And is still lightweight champ
2026-09-25 15:09:53
24
iring._
ant :
dustin?
2026-09-25 16:03:49
1
abdul_kerem_777
Abdul_kerem_777 :
контра:
2026-09-25 16:58:19
3
knox_ufc2
KNOX :
namo fazil
2026-09-25 15:17:35
11
park1vv
tuch1n :
забыл альвареса и порье, фергюсана, барбозу, сероне и чендлера
2026-09-25 16:08:56
3
mg.i613
仝 ✧ l FRXXX ✔ :
first
2026-09-25 15:03:39
3
vepaa_oof7
Farhadovvv_777⚡ :
2026-09-25 15:04:09
1
maktrakher121u
ABSD.Editz :
Он почти всех не осилил
2026-09-25 15:05:13
1
cinarrmehmt
M.Ç🌪 :
2026-09-25 16:01:48
0
tvink_yj4
yj :
только двоих осилил,и то с топурией лаки,топурия во 2 раунде тупанул сильно когда в партер пошел,и ниче не сделал
2026-09-25 16:00:03
2
spike.player0
nishi ⚡⚡ :
2026-09-25 15:06:47
1
irba006
??$$?? :
2026-09-25 15:26:31
1
user5257683428808
Нурали Дулатулы :
контра
2026-09-25 19:04:16
0
kh_borz7
borz :
21 ko
2026-09-25 16:19:26
0
angelcamacho6006
el consejo :
victory
2026-09-25 15:35:20
6
arman_blatnoy227
🥋Arman_blatnoy777🇦🇲 :
ешё ислам и порье
2026-09-25 15:36:40
0
hola.offcial4
🐾🦦 :
2026-09-25 18:45:08
0
wfeng.ong
WFeng ong :
gg
2026-09-25 18:50:15
0
sheikhminicola
sheikhminicola :
2026-09-25 19:20:13
0
hamza_40387
Hamza_ :
2026-09-25 18:43:20
0
hamza_40387
Hamza_ :
2026-09-25 18:43:15
0
To see more videos from user @danikmma_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Hubungan itu sudah berjalan bertahun-tahun. Dia seorang laki-laki yang telah berumah tangga. Dan dia seorang perempuan yang masih sendiri. Mereka tahu sejak awal bahwa hubungan itu bukan sesuatu yang seharusnya dipertahankan. Tapi perasaan sering kali tidak mau mengerti tentang benar dan salah. Awalnya hanya percakapan biasa. Lalu menjadi kebiasaan. Kemudian berubah menjadi kebutuhan. Bertahun-tahun mereka saling mencari ketika rindu datang, saling bercerita ketika dunia terasa berat, dan saling menjadi tempat pulang meski mereka tahu, pada akhirnya mereka tidak pernah benar-benar bisa pulang satu sama lain. Sampai suatu hari, semuanya berubah. Perempuan itu mulai diam. Teleponnya tak pernah lagi diangkat. Pesannya tak pernah lagi dibalas. Tidak ada pertengkaran. Tidak ada kalimat perpisahan. Tidak ada alasan. Hanya diam. Laki-laki itu berkali-kali mencoba menghubungi, berharap suatu hari perempuan itu akan menjawab seperti dulu. Namun tidak pernah ada jawaban. Dan akhirnya, dia mengerti... Mungkin perempuan itu tidak sedang membencinya. Mungkin justru karena terlalu menyayanginya, perempuan itu akhirnya memilih pergi. Sebab ada hubungan yang semakin dipertahankan, semakin banyak hati yang harus dikorbankan. Hari-hari berlalu. Mereka yang dulu begitu dekat, perlahan menjadi asing. Tidak lagi saling menyapa. Tidak lagi saling mencari. Tidak lagi tahu bagaimana keadaan masing-masing. Namun anehnya... Mereka masih saling memantau. Masih melihat status satu sama lain. Masih membaca kalimat-kalimat yang sebenarnya tidak pernah ditujukan secara langsung, tetapi keduanya tahu siapa yang dimaksud. Sesekali laki-laki itu membuat status tentang seseorang yang belum bisa dilupakan. Perempuan itu melihatnya. Lalu beberapa waktu kemudian, perempuan itu membuat status tentang seseorang yang masih tinggal di hati meski sudah tidak lagi hadir dalam kehidupan. Laki-laki itu membacanya. Tidak ada yang berani bertanya. Tidak ada yang berani mengatakan,
Hubungan itu sudah berjalan bertahun-tahun. Dia seorang laki-laki yang telah berumah tangga. Dan dia seorang perempuan yang masih sendiri. Mereka tahu sejak awal bahwa hubungan itu bukan sesuatu yang seharusnya dipertahankan. Tapi perasaan sering kali tidak mau mengerti tentang benar dan salah. Awalnya hanya percakapan biasa. Lalu menjadi kebiasaan. Kemudian berubah menjadi kebutuhan. Bertahun-tahun mereka saling mencari ketika rindu datang, saling bercerita ketika dunia terasa berat, dan saling menjadi tempat pulang meski mereka tahu, pada akhirnya mereka tidak pernah benar-benar bisa pulang satu sama lain. Sampai suatu hari, semuanya berubah. Perempuan itu mulai diam. Teleponnya tak pernah lagi diangkat. Pesannya tak pernah lagi dibalas. Tidak ada pertengkaran. Tidak ada kalimat perpisahan. Tidak ada alasan. Hanya diam. Laki-laki itu berkali-kali mencoba menghubungi, berharap suatu hari perempuan itu akan menjawab seperti dulu. Namun tidak pernah ada jawaban. Dan akhirnya, dia mengerti... Mungkin perempuan itu tidak sedang membencinya. Mungkin justru karena terlalu menyayanginya, perempuan itu akhirnya memilih pergi. Sebab ada hubungan yang semakin dipertahankan, semakin banyak hati yang harus dikorbankan. Hari-hari berlalu. Mereka yang dulu begitu dekat, perlahan menjadi asing. Tidak lagi saling menyapa. Tidak lagi saling mencari. Tidak lagi tahu bagaimana keadaan masing-masing. Namun anehnya... Mereka masih saling memantau. Masih melihat status satu sama lain. Masih membaca kalimat-kalimat yang sebenarnya tidak pernah ditujukan secara langsung, tetapi keduanya tahu siapa yang dimaksud. Sesekali laki-laki itu membuat status tentang seseorang yang belum bisa dilupakan. Perempuan itu melihatnya. Lalu beberapa waktu kemudian, perempuan itu membuat status tentang seseorang yang masih tinggal di hati meski sudah tidak lagi hadir dalam kehidupan. Laki-laki itu membacanya. Tidak ada yang berani bertanya. Tidak ada yang berani mengatakan, "Aku masih merindukanmu." Karena mereka tahu, satu kalimat saja bisa membuka kembali pintu yang susah payah mereka tutup. Mereka memilih berpura-pura sudah baik-baik saja. Padahal diam-diam, keduanya masih menyimpan cerita yang sama. Tentang seseorang yang pernah begitu dekat, lalu pergi tanpa benar-benar pergi. Tentang rindu yang tidak pernah disampaikan. Tentang perasaan yang tidak pernah benar-benar selesai. Dan mungkin, yang paling menyakitkan bukan karena mereka sudah menjadi asing. Tetapi karena setelah bertahun-tahun bersama, mereka akhirnya harus belajar menjadi asing kepada seseorang yang dulu begitu mereka kenal. Tidak ada perpisahan. Tidak ada ucapan terakhir. Tidak ada kesempatan untuk mengatakan, "Terima kasih sudah pernah hadir." Yang tersisa hanya status-status yang saling mereka lihat dari kejauhan. Seolah keduanya sedang berkata: "Aku masih ingat kamu." "Aku juga." "Aku masih belum bisa melupakan." "Aku pun begitu." Tapi tidak satu pun dari mereka benar-benar berani kembali. Sebab terkadang, masih mencintai seseorang bukan berarti harus kembali kepadanya. Ada perasaan yang memang harus disimpan sendiri. Ada rindu yang cukup dirasakan tanpa harus disampaikan. Dan ada seseorang yang mungkin akan selalu tinggal di hati... meski dalam kehidupan nyata, kita harus belajar menjalani hari seolah-olah tidak pernah saling mengenal.

About