@la_.5.17: عرسة العيد چا شيريد اذا مثل الگمر مرتههه#explor #viraltiktok #العراق #اكسبلورexplore #explorepage

– Лия ’
– Лия ’
Open In TikTok:
Region: IQ
Friday 25 September 2026 16:56:03 GMT
57722
6269
98
1690

Music

Download

Comments

h_m7211
حنو||𒄩𒈾𒀭 :
قاعة العرس قدام بيتنا
2026-09-25 19:12:33
52
bras16613
. :
احنه يمنه صالون يوميه هلهوله من الصالون
2026-09-25 17:51:14
182
joda24412
جّبًسِ لَيَزٍ ✨🍄 :
عزةة باييكييننةطارمتنةة
2026-09-25 19:38:27
17
5_lliee
. :
باجر الزفه وراح اروح
2026-09-25 23:04:27
8
sr._.e0
4 :
مره سويتها واجت هاي الدرون مدري شسمها صورتني
2026-09-26 14:02:10
4
l_ag81
رسائل مجهـولـه🤧 :
فوكاها يشغلون نتعذر من الجيران الصوت العالي 😂😂
2026-09-25 19:03:15
2
rognm2010
.!؟ :
اني اشتغل بصالون يوميه زفه يمنه وكعد اركص من ينزلون العروسة
2026-09-25 22:23:10
13
light87436
𝒍𝒊𝒈𝒉𝒕.. 🕷 :
يلا وياييي
2026-09-25 19:14:08
1
ha2011_h
لـَجوטּ. 🐱🪐 :
اخخ فشله مره دا اركوص بلطرمه باوعت فوك شفت طياره درون فشلهههه ولجننن فشلههههه ياااا فشله فشلهههه عزاااااا جنت افكر من ركصت ولجن عزاااااااااا
2026-09-26 01:34:31
3
fa_m3811
~Ŗi𝖋ⓜa̶^ :
حقيقي☝🏻😭
2026-09-25 17:00:16
5
mndri.7
ملاك | 𝑴𝒂𝒍𝒂𝒌 𐙚 :
يمه هاذا بيت وحده من بنات صفناا
2026-09-25 18:16:31
5
zhliglkj
Maki :
ما اروح لان ما احب اركص جدام عالم
2026-09-26 07:35:55
3
user2820473880091
💎زمردة💎 :
جبتلكم صاحبه الرگصه الشهيره
2026-09-25 21:18:44
7
_s5.4r2
𐙚 𝑵𝑨𝑹𝑱𝑰𝑺 || ﮼نَرجِسَ :
ابداع
2026-09-25 19:13:24
1
vt_16k
ڪـَواثـࢪ 𓍼 :
2026-09-25 18:33:02
2
93.h__
طيّوب🎀 :
ويكون اكو درون دتصور وتطلعين بالتصوير
2026-09-26 10:20:42
3
fyli.2
Asima :
هاياني البارحه
2026-09-26 10:15:54
1
pink.rosee3
𝓡𝓸𝓼𝓮🌸🤍 :
ذاك اليوم ناس زفو يم شقتنا طلعت عروستنا ماكو مثلها و كعدت اركص بغرفتي
2026-09-26 00:59:05
2
f7__964
˚₊‧ 𝐹𝒶𝓉𝒾𝓂𝒶‧₊˚ ✨ :
شوفو ستوري
2026-09-26 10:23:23
0
mfr130.2.26
مَ فَ★ :
اي شيريد غير مثل الگمر مرته
2026-09-27 14:00:30
0
_eng.d_11
Eng.D :
وشرط وي الفاينل مالتي
2026-09-25 21:30:13
4
4ihi11
ايوتات :
عرسه العيد جاشيريد اذا مثل الگمر مرتهه
2026-09-26 00:19:43
2
t9rnni16
yMilla🪽 :
يحدث الان 😭😭😭😭
2026-09-26 19:39:23
1
fr_jj99
🪩fatma🕸️ :
شنو حوش اكو حداه يفهمني لان اني هستوني اتعلمت اللغه العربيه لان انا عايشه باتركيا
2026-09-26 01:48:05
1
.sj1q32
.sj1q :
مره صارت واحنه واخواتي نركص والدرونن تطير فوقنهه وتصوررر🥰
2026-09-25 19:18:58
0
To see more videos from user @la_.5.17, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Bertahun-tahun setelah berhasil lepas dari Sunghoon—malam ketika kamu akhirnya memutuskan untuk memotong satu-satunya rantai yang mengikatmu. Kini, kamu mencoba mengecap sisa-sisa kewarasan dengan membuka sebuah toko bunga kecil di sudut kota yang tenang.  Kamu hanya ingin hidup sederhana. Merawat kelopak-kelopak rapuh, menghirup aroma tanah basah, dan memberikan cinta pada orang-orang melalui buket yang kamu susun.  Kamu mengira ini adalah akhir dari segalanya. Tapi... kamu salah. Lagi. Ingatanmu kembali pada hari itu. Sebuah toko perhiasan tua di pasar yang sepi menjadi saksi bisu kecemasanmu. Gelang pelacak lokasi itu—yang bagi orang kira hanyalah perhiasan perak yang indah, namun bagimu adalah borgol tak kasat mata—terpaksa harus dipotong paksa.  Kamu ingat betapa gemetarnya tanganmu saat gergaji kecil itu mulai menyentuh logam dingin di pergelangan tanganmu. Kamu berbohong pada si tukang emas, mengatakan bahwa kuncinya hilang dan kulitmu mulai membengkak karena alergi. Sepanjang proses itu, matamu tak pernah lepas dari pintu masuk. Setiap bunyi lonceng di pintu toko membuat jantungmu hampir melompat keluar.  Begitu logam itu terputus, kamu segera pergi tanpa menoleh, meninggalkan gelang pelacak itu di sana dengan rencana agar Sunghoon melacak toko tersebut, bukan dirimu. Namun, kamu meremehkannya. Sunghoon selalu selangkah di depan. Dengan kekuasaan yang ia miliki, mustahil baginya untuk membiarkanmu pergi hanya karena sebuah gelang yang hancur.  — Di balik senyum menawannya yang sering muncul di layar televisi, ada wajah penuh kekuasaan yang diam-diam tergila-gila untuk mendapatkanmu kembali. Sunghoon membiarkanmu merasa bebas. Ia memberimu ilusi ketenangan, menunggumu hingga kamu benar-benar lengah dan percaya bahwa permainan ini telah usai. Namun beberapa minggu terakhir, hawa di sekitarmu mulai terasa ganjil. Toko bungamu yang baru saja dibuka tiba-tiba laku keras. Setiap hari, ada saja orang yang datang dan memborong seluruh stok bungamu hingga tak bersisa.  Anehnya, pembelinya selalu berganti-ganti—orang asing yang berbeda setiap harinya, namun memiliki pola yang sama, mereka tidak banyak bicara dan membayar tunai, seolah-olah mereka diperkerjakan oleh seseorang untuk melakukan tugas itu. Tanpa kamu sadari, setiap bunga yang terjual adalah cara Sunghoon untuk memberitahumu bahwa meski tanpa gelang perak itu, kamu tidak pernah benar-benar lepas dari jangkauannya. Dia sedang menontonmu dari kegelapan, menikmati ketakutanmu yang perlahan mulai tumbuh kembali. • • •  Hari itu hampir berakhir. Kamu sedang membersihkan sisa-sisa kelopak di lantai toko, merasa lelah namun sedikit lega karena stok bunga hari ini habis terjual lagi. Namun, rasa cemas itu tetap merayap pada perasaan mu. Di sudut meja kasir, tersisa satu buket mawar putih yang belum diambil oleh pembeli terakhir—seorang pria berpakaian serba hitam yang membayar sepuluh kali lipat dari harga aslinya, lalu pergi begitu saja tanpa membawa bunganya. Saat kamu cek, ternyata ada sebuah kartu kecil yang terselip di antara duri-duri mawar yang tajam. Dengan tangan gemetar, jemarimu menyentuh kertas itu, jantungmu seolah berhenti berdetak. Di sana, tertulis dengan tinta hitam yang rapi dan tegas—tulisan tangan yang dulu sering mengisi pesan-pesan singkat di meja riasmu:
POV : Bertahun-tahun setelah berhasil lepas dari Sunghoon—malam ketika kamu akhirnya memutuskan untuk memotong satu-satunya rantai yang mengikatmu. Kini, kamu mencoba mengecap sisa-sisa kewarasan dengan membuka sebuah toko bunga kecil di sudut kota yang tenang. Kamu hanya ingin hidup sederhana. Merawat kelopak-kelopak rapuh, menghirup aroma tanah basah, dan memberikan cinta pada orang-orang melalui buket yang kamu susun. Kamu mengira ini adalah akhir dari segalanya. Tapi... kamu salah. Lagi. Ingatanmu kembali pada hari itu. Sebuah toko perhiasan tua di pasar yang sepi menjadi saksi bisu kecemasanmu. Gelang pelacak lokasi itu—yang bagi orang kira hanyalah perhiasan perak yang indah, namun bagimu adalah borgol tak kasat mata—terpaksa harus dipotong paksa. Kamu ingat betapa gemetarnya tanganmu saat gergaji kecil itu mulai menyentuh logam dingin di pergelangan tanganmu. Kamu berbohong pada si tukang emas, mengatakan bahwa kuncinya hilang dan kulitmu mulai membengkak karena alergi. Sepanjang proses itu, matamu tak pernah lepas dari pintu masuk. Setiap bunyi lonceng di pintu toko membuat jantungmu hampir melompat keluar. Begitu logam itu terputus, kamu segera pergi tanpa menoleh, meninggalkan gelang pelacak itu di sana dengan rencana agar Sunghoon melacak toko tersebut, bukan dirimu. Namun, kamu meremehkannya. Sunghoon selalu selangkah di depan. Dengan kekuasaan yang ia miliki, mustahil baginya untuk membiarkanmu pergi hanya karena sebuah gelang yang hancur. — Di balik senyum menawannya yang sering muncul di layar televisi, ada wajah penuh kekuasaan yang diam-diam tergila-gila untuk mendapatkanmu kembali. Sunghoon membiarkanmu merasa bebas. Ia memberimu ilusi ketenangan, menunggumu hingga kamu benar-benar lengah dan percaya bahwa permainan ini telah usai. Namun beberapa minggu terakhir, hawa di sekitarmu mulai terasa ganjil. Toko bungamu yang baru saja dibuka tiba-tiba laku keras. Setiap hari, ada saja orang yang datang dan memborong seluruh stok bungamu hingga tak bersisa. Anehnya, pembelinya selalu berganti-ganti—orang asing yang berbeda setiap harinya, namun memiliki pola yang sama, mereka tidak banyak bicara dan membayar tunai, seolah-olah mereka diperkerjakan oleh seseorang untuk melakukan tugas itu. Tanpa kamu sadari, setiap bunga yang terjual adalah cara Sunghoon untuk memberitahumu bahwa meski tanpa gelang perak itu, kamu tidak pernah benar-benar lepas dari jangkauannya. Dia sedang menontonmu dari kegelapan, menikmati ketakutanmu yang perlahan mulai tumbuh kembali. • • • Hari itu hampir berakhir. Kamu sedang membersihkan sisa-sisa kelopak di lantai toko, merasa lelah namun sedikit lega karena stok bunga hari ini habis terjual lagi. Namun, rasa cemas itu tetap merayap pada perasaan mu. Di sudut meja kasir, tersisa satu buket mawar putih yang belum diambil oleh pembeli terakhir—seorang pria berpakaian serba hitam yang membayar sepuluh kali lipat dari harga aslinya, lalu pergi begitu saja tanpa membawa bunganya. Saat kamu cek, ternyata ada sebuah kartu kecil yang terselip di antara duri-duri mawar yang tajam. Dengan tangan gemetar, jemarimu menyentuh kertas itu, jantungmu seolah berhenti berdetak. Di sana, tertulis dengan tinta hitam yang rapi dan tegas—tulisan tangan yang dulu sering mengisi pesan-pesan singkat di meja riasmu: "Bunga-bunga ini cantik, tapi mereka akan layu jika tidak berada di tempat yang tepat. Sama sepertimu, Sayang." Darahmu terasa membeku. Kamu menoleh dengan cepat ke arah pintu kaca toko, menembus kegelapan jalanan di luar. Di seberang jalan, di bawah temaram lampu jalan yang berkedip, sebuah mobil hitam mewah terparkir diam. Kaca jendela belakangnya perlahan turun, memperlihatkan separuh wajah pria yang selama bertahun-tahun ini menghantui setiap mimpi burukmu. Sunghoon tidak perlu lagi gelang itu untuk melacakmu. Dia hanya butuh satu perintah untuk membuat seluruh duniamu bertekuk lutut di bawah kakinya lagi. (comsec) 🗨++ #sunghoon #povs #enhypen

About