@username1ove1: Алдараспан#creatorsearchinsights #fadipapa4 #алдараспан

Kormegem🎬
Kormegem🎬
Open In TikTok:
Region: KZ
Friday 25 September 2026 18:48:33 GMT
554226
26530
95
2114

Music

Download

Comments

ansssagan
ansssagan :
күлейін десем күлетін жағдай емес та🥲шындық ғой…
2026-09-26 07:31:15
420
almass7965
Almass :
шыжың күшті айтты😂😂😂
2026-09-26 02:03:42
177
genzi0072
𝓤𝓵𝓪𝓼 𝓜𝓾𝔃𝓪𝓹𝓫𝓪𝓻𝓾𝓵 :
🤣🤣🤣🤣 Кереги жогееееййй
2026-09-25 20:48:31
440
nauriztabin
nauriztabin :
шын өмірде жездесіғой негізі
2026-09-26 02:28:40
280
alaidar.17
Alaidar :
2026-09-26 02:20:56
94
maximus_797a
maximus 02 :
😂😂 бұндай адамдар көп қой
2026-09-26 07:04:38
60
kaseke097
Қасым08 :
2026-09-26 05:22:23
22
kuk.1111
TIGR.01 :
2026-09-26 01:42:49
18
user8398709325061
Нұрсұлтан :
шын өмірде бар гои осындай адамдар
2026-09-27 04:35:07
16
asik73333
Асылбек :
2026-09-26 02:48:18
8
madikavto
Мадияр :
2026-09-26 08:09:35
7
meyirzhan10kz
Meyirzhan10kz :
Жатқан жеріңіз жәйлы болсын [Слезы радости][Слезы радости][Слезы радости][Слезы радости]
2026-09-26 16:49:53
2
oo6.beka
Beka_006 :
2026-09-26 03:24:12
0
user840297900265
Бауыржан :
😂😂😂😂
2026-09-26 02:54:06
3
thenordface077
Shokan Aga :
2026-09-26 09:49:25
1
timur19tim087
Тимур 1987 :
2026-09-26 09:03:33
1
syrim_01
Syrym :
2026-09-29 19:37:06
0
erkebulan.kyzdarb
Erkebulan Kyzdarbekov :
2026-09-27 14:05:50
0
kickoff0101
kickoff :
2026-09-26 12:30:22
0
kuk.1111
TIGR.01 :
ка
2026-09-26 15:27:49
0
1ervyi
АЕ :
2026-09-30 08:01:07
0
.20159196
Гүлнар йманбева :
2026-09-26 14:05:46
0
heueiwwk
maralyym :
Ями еемғяи ә
2026-09-27 09:02:23
0
.8876279
Alzhanov.daulet.88 :
2026-09-26 16:30:03
0
To see more videos from user @username1ove1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

🇮🇩 Memperingati Peristiwa G30S 30 September 1965 Penjelasan: 30 September 1965 menjadi salah satu tanggal kelam dalam perjalanan sejarah Indonesia. Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) terjadi di tengah situasi politik yang memanas dan berujung pada pencul1kan serta pemb4nt4ian sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia dan menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah nasional. Pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, pasukan yang terlibat dalam gerakan tersebut bergerak menuju kediaman sejumlah perwira tinggi TNI AD di Jakarta. Mereka berupaya membawa para perwira tersebut, tetapi operasi itu berakhir dengan gugurnya enam jenderal dan seorang perwira pertama TNI AD. Kronologi: Pada malam 30 September 1965, pasukan yang terlibat dalam Gerakan 30 September mulai bergerak untuk melaksanakan operasi terhadap sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat. Gerakan ini dipimpin oleh Letkol Untung Syamsuri, yang saat itu menjabat sebagai komandan Batalyon I Resimen Cakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Soekarno. Memasuki dini hari 1 Oktober 1965, pasukan mendatangi kediaman para perwira yang menjadi sasaran. Jenderal Ahmad Yani, Menteri/Panglima Angkatan Darat, ditemb4k di rumahnya setelah menolak ikut dibawa. Sementara itu, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen M.T. Haryono, Mayjen S. Parman, Mayjen D.I. Panjaitan, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo dibawa oleh pasukan dari kediaman masing-masing. Sasaran lainnya adalah Jenderal A.H. Nasution. Namun, ia berhasil meloloskan diri dari upaya pencul1kan. Dalam insiden tersebut, putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, tertemb4k dan kemudian meninggal dunia. Ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean, turut ditangkap setelah disangka sebagai Nasution. Para perwira yang dicul1k kemudian dibawa ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Mereka dib4nt4i dan jenazahnya dimasukkan ke dalam sebuah sumur tua. Ketujuh perwira tersebut kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi. Pada 1 Oktober 1965, kelompok tersebut juga menguasai sejumlah fasilitas penting di Jakarta, termasuk Radio Republik Indonesia (RRI), dan mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi. Pada hari yang sama, Mayjen Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat dan mengerahkan pasukan untuk merebut kembali lokasi-lokasi strategis. Pada 4 Oktober 1965, jenazah ketujuh perwira berhasil diangkat dari sumur tua di Lubang Buaya. Sehari kemudian, pada 5 Oktober 1965, mereka dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur: •Jenderal Ahmad Yani •Letnan Jenderal R. Soeprapto •Letnan Jenderal M.T. Haryono •Letnan Jenderal S. Parman •Mayor Jenderal D.I. Panjaitan •Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo •Kapten Czi. Pierre Andreas Tendean Selain itu, Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun gugur ketika menjalankan tugas pengamanan di kediaman Dr. J. Leimena. Dalam rangkaian peristiwa di Yogyakarta, Kolonel Katamso Darmokusumo dan Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto juga menjadi korban. Peristiwa G30S menjadi pengingat akan pentingnya mempelajari sejarah secara cermat, menghargai para korban, serta menjaga persatuan bangsa. Berbagai peristiwa kelam di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran bagi generasi penerus agar tragedi serupa tidak terulang kembali. JAS MERAH — Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. 🇮🇩 #G30S #G30SPKI #30September1965 #PahlawanRevolusi #SejarahIndonesia
🇮🇩 Memperingati Peristiwa G30S 30 September 1965 Penjelasan: 30 September 1965 menjadi salah satu tanggal kelam dalam perjalanan sejarah Indonesia. Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) terjadi di tengah situasi politik yang memanas dan berujung pada pencul1kan serta pemb4nt4ian sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia dan menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah nasional. Pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, pasukan yang terlibat dalam gerakan tersebut bergerak menuju kediaman sejumlah perwira tinggi TNI AD di Jakarta. Mereka berupaya membawa para perwira tersebut, tetapi operasi itu berakhir dengan gugurnya enam jenderal dan seorang perwira pertama TNI AD. Kronologi: Pada malam 30 September 1965, pasukan yang terlibat dalam Gerakan 30 September mulai bergerak untuk melaksanakan operasi terhadap sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat. Gerakan ini dipimpin oleh Letkol Untung Syamsuri, yang saat itu menjabat sebagai komandan Batalyon I Resimen Cakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Soekarno. Memasuki dini hari 1 Oktober 1965, pasukan mendatangi kediaman para perwira yang menjadi sasaran. Jenderal Ahmad Yani, Menteri/Panglima Angkatan Darat, ditemb4k di rumahnya setelah menolak ikut dibawa. Sementara itu, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen M.T. Haryono, Mayjen S. Parman, Mayjen D.I. Panjaitan, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo dibawa oleh pasukan dari kediaman masing-masing. Sasaran lainnya adalah Jenderal A.H. Nasution. Namun, ia berhasil meloloskan diri dari upaya pencul1kan. Dalam insiden tersebut, putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, tertemb4k dan kemudian meninggal dunia. Ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean, turut ditangkap setelah disangka sebagai Nasution. Para perwira yang dicul1k kemudian dibawa ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Mereka dib4nt4i dan jenazahnya dimasukkan ke dalam sebuah sumur tua. Ketujuh perwira tersebut kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi. Pada 1 Oktober 1965, kelompok tersebut juga menguasai sejumlah fasilitas penting di Jakarta, termasuk Radio Republik Indonesia (RRI), dan mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi. Pada hari yang sama, Mayjen Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat dan mengerahkan pasukan untuk merebut kembali lokasi-lokasi strategis. Pada 4 Oktober 1965, jenazah ketujuh perwira berhasil diangkat dari sumur tua di Lubang Buaya. Sehari kemudian, pada 5 Oktober 1965, mereka dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur: •Jenderal Ahmad Yani •Letnan Jenderal R. Soeprapto •Letnan Jenderal M.T. Haryono •Letnan Jenderal S. Parman •Mayor Jenderal D.I. Panjaitan •Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo •Kapten Czi. Pierre Andreas Tendean Selain itu, Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun gugur ketika menjalankan tugas pengamanan di kediaman Dr. J. Leimena. Dalam rangkaian peristiwa di Yogyakarta, Kolonel Katamso Darmokusumo dan Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto juga menjadi korban. Peristiwa G30S menjadi pengingat akan pentingnya mempelajari sejarah secara cermat, menghargai para korban, serta menjaga persatuan bangsa. Berbagai peristiwa kelam di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran bagi generasi penerus agar tragedi serupa tidak terulang kembali. JAS MERAH — Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. 🇮🇩 #G30S #G30SPKI #30September1965 #PahlawanRevolusi #SejarahIndonesia

About