oversized expensive clothes 2. * * Dark & neutral color: * * Black, navy, - ash, olive = auto firm - 3. * * Neat from the ends of the hair: * * Hair, - nails, clean shoes. Messy = authority drop - 4. * * Do not most accessories: * * 1 watch is enough - * #BadDay Edition * - If you want to post OOTD fitting again bad day but still authoritative: - '#BerwibawaDuluBadDayKemudian - #OutfitTegas #CleanLook - @mehartahmoor8"/> oversized expensive clothes 2. * * Dark & neutral color: * * Black, navy, - ash, olive = auto firm - 3. * * Neat from the ends of the hair: * * Hair, - nails, clean shoes. Messy = authority drop - 4. * * Do not most accessories: * * 1 watch is enough - * #BadDay Edition * - If you want to post OOTD fitting again bad day but still authoritative: - '#BerwibawaDuluBadDayKemudian - #OutfitTegas #CleanLook - @mehartahmoor8 - Tikwm"/> oversized expensive clothes 2. * * Dark & neutral color: * * Black, navy, - ash, olive = auto firm - 3. * * Neat from the ends of the hair: * * Hair, - nails, clean shoes. Messy = authority drop - 4. * * Do not most accessories: * * 1 watch is enough - * #BadDay Edition * - If you want to post OOTD fitting again bad day but still authoritative: - '#BerwibawaDuluBadDayKemudian - #OutfitTegas #CleanLook - @mehartahmoor8"/>

@mehartahmoor8: You mean "authoritative guy outfit" for ngatasin_ bad day _ yes? ** Let it still look firm + confident even though again _ bad mood _, the key: simple, neat, and neutral color. Authoritative outfit = make people auto reluctant. # # #* 3 Formula Outfit Boy Anti Bad Day * * * 1. Smart Casual CEO Mode * * Make college, work, or hang out but still respected - ** Top: ** Plain oxford shirt navy, black, or white color. Roll up the sleeves a little. - ** Subordinate: * * Chino pants / ankle pants khaki color, charcoal, or black. No torn. - ** Shoes: * * Loafers, chelsea boots, or clean white sneakers. - * * Extra: * * Leather / steel watch + sunglasses. * * * Vibes: * * * Calm but dominant. Bad day immediately stepped aside. * * 2. Minimalist Monochrome * * The easiest but the effect is strong - ** Top: * * Black crew neck / henley shirt fit on body, do not oversized -* * Bottom: * * Black material pants or black wash slim fit jeans - - ** Outer: * * Overshirt or chore jacket matching color - * * Shoes: * * Boots or full black sneakers * ** Vibes: *** Mysterious, focused, not much drama. * * 3. Old Money Clean Look ** Expensive look without big logo - * * Tops: * * Neat polo shirt or earth tone linen shirt: olive, cream, mocca - ** Bottom: * * Pants material straight cut beige / off-white color - ** Shoes: * * White premium sneakers or penny loafers - ** Extra: * * Leather belt, smooth hair neat *** Vibes: * * * Adult, classy, bad day so don't dare to disturb. # # #* Authoritative Key Let Bad Day Lose: * 1. * * Fit is king: ** Clothes that fit on the body > oversized expensive clothes 2. * * Dark & neutral color: * * Black, navy, - ash, olive = auto firm - 3. * * Neat from the ends of the hair: * * Hair, - nails, clean shoes. Messy = authority drop - 4. * * Do not most accessories: * * 1 watch is enough - * #BadDay Edition * - If you want to post OOTD fitting again bad day but still authoritative: - '#BerwibawaDuluBadDayKemudian - #OutfitTegas #CleanLook

ᕙ[・its King 👑💖・]ᕗ
ᕙ[・its King 👑💖・]ᕗ
Open In TikTok:
Region: PK
Friday 25 September 2026 22:24:42 GMT
313
155
5
7

Music

Download

Comments

ahmad.mirza902
Ahmad Mirza :
🥰🥰🥰
2026-09-26 17:08:01
0
awaisibajwa0
باجوہ 🚩 :
[Red heart][Red heart][Red heart]
2026-09-26 03:15:35
0
adil.cheema.cheem12
Adil Greece ala 🇬🇷 :
[Heartwarming][Heartwarming][Heartwarming]
2026-09-25 23:10:21
1
billa_gujjar11
شاہ جمال 🦁 :
❤️❤️
2026-09-26 00:45:39
1
To see more videos from user @mehartahmoor8, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

𝗣𝗮𝘁𝗶𝗲𝗻𝘁*𝗶𝗻𝗻𝗲𝗻 𝘃𝗲𝗿𝗵𝗼̈𝗵𝗻𝗲𝗻 𝗳𝘂̈𝗿 𝗞𝗹𝗶𝗰𝗸𝘀?😡🚑 Das Video wurde mir die Tage auf TikTok angezeigt! Und ehrlicherweise ist es bei mir böse aufgestoßen! Ich will der Creatorin (oder Privatperson mit öffentlichen Profil), garkeine boshafte Intention unterstellen, ganz im Gegenteil. Wahrscheinlich wollte sie (wie in den Kommentaren von ihr beschrieben) zeigen, dass hinter den Rettungskräften die zu Einsätzen fahren auch Menschen stecken. Allerdings zeigt es einen Humor der für außenstehende, Patient*innen und deren Angehörige von schnell so aufgefasst werden kann. Und ja auch unsere Patient*innen scrollen durch Social Media und bekommen vielleicht genau dieses Video angezeigt… Es geht mir nicht allein nur um dieses eine Video (deswegen auch verpixelt - es geht nicht um Hass), sondern vielmehr darum, dass man mit Uniform und auch im Dienst eine gewisse Verantwortung trägt - Und diese auch wenn man auf Social Media damit auftritt, nach Dienstende noch hat! Das gilt ebenso für die Würde unserer Patient*innen!  Bitte denkt nach, bevor ihr Dinge postet - gerade in Uniform! Und gerade da sollte die Würde und Verschwiegenheit unserer Patient*innen im Vordergrund stehen und nicht „lustige“ schnell aufgenommene Videos 🫱🏻‍🫲🏼🚑 Quelle: https://vm.tiktok.com/ZGdxmN4eN/ | x_vanessa.a_x | 13.08.2026  👉🏼 Oder wie siehst du das? 🤍 Folge mir, für mehr rund um den Rettungsdienst ✨🚑 #rettungsdienst #paramedic #notfallsanitäterin #ambulance #emergency
𝗣𝗮𝘁𝗶𝗲𝗻𝘁*𝗶𝗻𝗻𝗲𝗻 𝘃𝗲𝗿𝗵𝗼̈𝗵𝗻𝗲𝗻 𝗳𝘂̈𝗿 𝗞𝗹𝗶𝗰𝗸𝘀?😡🚑 Das Video wurde mir die Tage auf TikTok angezeigt! Und ehrlicherweise ist es bei mir böse aufgestoßen! Ich will der Creatorin (oder Privatperson mit öffentlichen Profil), garkeine boshafte Intention unterstellen, ganz im Gegenteil. Wahrscheinlich wollte sie (wie in den Kommentaren von ihr beschrieben) zeigen, dass hinter den Rettungskräften die zu Einsätzen fahren auch Menschen stecken. Allerdings zeigt es einen Humor der für außenstehende, Patient*innen und deren Angehörige von schnell so aufgefasst werden kann. Und ja auch unsere Patient*innen scrollen durch Social Media und bekommen vielleicht genau dieses Video angezeigt… Es geht mir nicht allein nur um dieses eine Video (deswegen auch verpixelt - es geht nicht um Hass), sondern vielmehr darum, dass man mit Uniform und auch im Dienst eine gewisse Verantwortung trägt - Und diese auch wenn man auf Social Media damit auftritt, nach Dienstende noch hat! Das gilt ebenso für die Würde unserer Patient*innen! Bitte denkt nach, bevor ihr Dinge postet - gerade in Uniform! Und gerade da sollte die Würde und Verschwiegenheit unserer Patient*innen im Vordergrund stehen und nicht „lustige“ schnell aufgenommene Videos 🫱🏻‍🫲🏼🚑 Quelle: https://vm.tiktok.com/ZGdxmN4eN/ | x_vanessa.a_x | 13.08.2026 👉🏼 Oder wie siehst du das? 🤍 Folge mir, für mehr rund um den Rettungsdienst ✨🚑 #rettungsdienst #paramedic #notfallsanitäterin #ambulance #emergency
🇮🇩 Memperingati Peristiwa G30S 30 September 1965 Penjelasan: 30 September 1965 menjadi salah satu tanggal kelam dalam perjalanan sejarah Indonesia. Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) terjadi di tengah situasi politik yang memanas dan berujung pada pencul1kan serta pemb4nt4ian sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia dan menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah nasional. Pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, pasukan yang terlibat dalam gerakan tersebut bergerak menuju kediaman sejumlah perwira tinggi TNI AD di Jakarta. Mereka berupaya membawa para perwira tersebut, tetapi operasi itu berakhir dengan gugurnya enam jenderal dan seorang perwira pertama TNI AD. Kronologi: Pada malam 30 September 1965, pasukan yang terlibat dalam Gerakan 30 September mulai bergerak untuk melaksanakan operasi terhadap sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat. Gerakan ini dipimpin oleh Letkol Untung Syamsuri, yang saat itu menjabat sebagai komandan Batalyon I Resimen Cakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Soekarno. Memasuki dini hari 1 Oktober 1965, pasukan mendatangi kediaman para perwira yang menjadi sasaran. Jenderal Ahmad Yani, Menteri/Panglima Angkatan Darat, ditemb4k di rumahnya setelah menolak ikut dibawa. Sementara itu, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen M.T. Haryono, Mayjen S. Parman, Mayjen D.I. Panjaitan, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo dibawa oleh pasukan dari kediaman masing-masing. Sasaran lainnya adalah Jenderal A.H. Nasution. Namun, ia berhasil meloloskan diri dari upaya pencul1kan. Dalam insiden tersebut, putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, tertemb4k dan kemudian meninggal dunia. Ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean, turut ditangkap setelah disangka sebagai Nasution. Para perwira yang dicul1k kemudian dibawa ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Mereka dib4nt4i dan jenazahnya dimasukkan ke dalam sebuah sumur tua. Ketujuh perwira tersebut kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi. Pada 1 Oktober 1965, kelompok tersebut juga menguasai sejumlah fasilitas penting di Jakarta, termasuk Radio Republik Indonesia (RRI), dan mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi. Pada hari yang sama, Mayjen Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat dan mengerahkan pasukan untuk merebut kembali lokasi-lokasi strategis. Pada 4 Oktober 1965, jenazah ketujuh perwira berhasil diangkat dari sumur tua di Lubang Buaya. Sehari kemudian, pada 5 Oktober 1965, mereka dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur: •Jenderal Ahmad Yani •Letnan Jenderal R. Soeprapto •Letnan Jenderal M.T. Haryono •Letnan Jenderal S. Parman •Mayor Jenderal D.I. Panjaitan •Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo •Kapten Czi. Pierre Andreas Tendean Selain itu, Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun gugur ketika menjalankan tugas pengamanan di kediaman Dr. J. Leimena. Dalam rangkaian peristiwa di Yogyakarta, Kolonel Katamso Darmokusumo dan Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto juga menjadi korban. Peristiwa G30S menjadi pengingat akan pentingnya mempelajari sejarah secara cermat, menghargai para korban, serta menjaga persatuan bangsa. Berbagai peristiwa kelam di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran bagi generasi penerus agar tragedi serupa tidak terulang kembali. JAS MERAH — Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. 🇮🇩 #G30S #G30SPKI #30September1965 #PahlawanRevolusi #SejarahIndonesia
🇮🇩 Memperingati Peristiwa G30S 30 September 1965 Penjelasan: 30 September 1965 menjadi salah satu tanggal kelam dalam perjalanan sejarah Indonesia. Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) terjadi di tengah situasi politik yang memanas dan berujung pada pencul1kan serta pemb4nt4ian sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia dan menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah nasional. Pada malam 30 September hingga dini hari 1 Oktober 1965, pasukan yang terlibat dalam gerakan tersebut bergerak menuju kediaman sejumlah perwira tinggi TNI AD di Jakarta. Mereka berupaya membawa para perwira tersebut, tetapi operasi itu berakhir dengan gugurnya enam jenderal dan seorang perwira pertama TNI AD. Kronologi: Pada malam 30 September 1965, pasukan yang terlibat dalam Gerakan 30 September mulai bergerak untuk melaksanakan operasi terhadap sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat. Gerakan ini dipimpin oleh Letkol Untung Syamsuri, yang saat itu menjabat sebagai komandan Batalyon I Resimen Cakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Soekarno. Memasuki dini hari 1 Oktober 1965, pasukan mendatangi kediaman para perwira yang menjadi sasaran. Jenderal Ahmad Yani, Menteri/Panglima Angkatan Darat, ditemb4k di rumahnya setelah menolak ikut dibawa. Sementara itu, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen M.T. Haryono, Mayjen S. Parman, Mayjen D.I. Panjaitan, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo dibawa oleh pasukan dari kediaman masing-masing. Sasaran lainnya adalah Jenderal A.H. Nasution. Namun, ia berhasil meloloskan diri dari upaya pencul1kan. Dalam insiden tersebut, putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, tertemb4k dan kemudian meninggal dunia. Ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean, turut ditangkap setelah disangka sebagai Nasution. Para perwira yang dicul1k kemudian dibawa ke kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Mereka dib4nt4i dan jenazahnya dimasukkan ke dalam sebuah sumur tua. Ketujuh perwira tersebut kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi. Pada 1 Oktober 1965, kelompok tersebut juga menguasai sejumlah fasilitas penting di Jakarta, termasuk Radio Republik Indonesia (RRI), dan mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi. Pada hari yang sama, Mayjen Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat dan mengerahkan pasukan untuk merebut kembali lokasi-lokasi strategis. Pada 4 Oktober 1965, jenazah ketujuh perwira berhasil diangkat dari sumur tua di Lubang Buaya. Sehari kemudian, pada 5 Oktober 1965, mereka dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur: •Jenderal Ahmad Yani •Letnan Jenderal R. Soeprapto •Letnan Jenderal M.T. Haryono •Letnan Jenderal S. Parman •Mayor Jenderal D.I. Panjaitan •Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo •Kapten Czi. Pierre Andreas Tendean Selain itu, Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun gugur ketika menjalankan tugas pengamanan di kediaman Dr. J. Leimena. Dalam rangkaian peristiwa di Yogyakarta, Kolonel Katamso Darmokusumo dan Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto juga menjadi korban. Peristiwa G30S menjadi pengingat akan pentingnya mempelajari sejarah secara cermat, menghargai para korban, serta menjaga persatuan bangsa. Berbagai peristiwa kelam di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran bagi generasi penerus agar tragedi serupa tidak terulang kembali. JAS MERAH — Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. 🇮🇩 #G30S #G30SPKI #30September1965 #PahlawanRevolusi #SejarahIndonesia

About