@user791293550565: #洪门文化 #洪门 #洪门礼仪

茶
茶
Open In TikTok:
Region: TW
Saturday 26 September 2026 02:15:54 GMT
44878
892
31
239

Music

Download

Comments

sea01420ipl
稅稻終武 :
一柱擎天是大哥
2026-09-26 06:20:35
5
patrick.t162
patrick.t162 :
还蛮搞笑的
2026-09-26 12:24:13
1
slender6907gmailc
神奇寶貝訓練濕 :
有點好笑..要背一堆台詞!我記性差.我不想參加了
2026-09-26 10:10:35
2
jena7769949
jena7769949 :
第一次看過女版的
2026-09-27 01:19:43
1
ss526876
SS :
我要男人🥰🥰🥰
2026-09-26 23:34:10
0
sedapsedap
nasi kangkang • Following 🪳 :
大俠愛吃漢堡堡
2026-09-26 07:48:45
0
loo.liong
LOO LIONG :
2026-09-27 02:49:41
0
oppo062550
Ð :
台灣真的有這個嗎😅
2026-09-26 12:18:41
0
user60231553909582
小豬哥 :
天地會陳定南
2026-09-26 10:15:57
0
simonng56
simon :
演義
2026-09-26 04:53:10
0
ranggi99.ahmad
⚡Wary DSJ⚡ :
🤣
2026-09-26 16:25:34
0
user1378353150154
正能量 :
2026-09-26 07:01:38
0
usercvleptiiuf
Ussjj :
這仿的 沒比👍👍👍
2026-09-26 03:46:46
1
ooipingguan_yen
ooi ping guan ( 炳源 )( 黃) :
2026-09-26 09:05:28
1
wongck9060
wongck9060 :
2026-09-26 08:21:07
0
user8505816504625
user8505816504625 :
水滸又沒好下場,幹嘛整體說梁山。
2026-09-26 16:10:00
0
30460363921
Ken :
兩隻老虎喜羊羊。
2026-09-26 07:23:07
1
user2575839607283
user2575839607283 :
why must so many pattern
2026-09-26 15:06:42
0
userhl4rfh8eb4
userhl4rfh8eb4 :
背書能力一極棒[爆笑]
2026-09-26 09:33:12
0
wang0510531228
青帝水晶 :
跟唱戏似的😂
2026-09-27 09:51:14
0
atal813
Zam :
回家做饭呗😁😁
2026-09-26 07:11:53
0
etty3870
ETTY :
[微笑][微笑][微笑][微笑][微笑][微笑][微笑][微笑]
2026-09-26 05:47:28
0
mambolimbo
Mambo Awaken :
😂
2026-09-27 02:11:43
0
lbtcleklohlek
忠義堂二哥🤟水陸平安🤙🤘🤟🙏💥🤝 :
[点赞][点赞][点赞][点赞]
2026-09-26 13:35:25
0
user3484077590232
洪旭 :
金姐姐→你讲的是这个吗? 学这个好 出处 洪门《三把半香》令词,不是水浒 原型 战国·钟离春(钟无艳),齐宣王后 对国家 有功!护国、兴邦、救民 对不起国家? 完全没有! 洪门寓意 女子要学她:明大义、有骨气、能担当 姐妹要学钟娘娘"? 意思是—— - 女子不是依附别人的,一样可以有见识、有担当、能护国 - 像钟娘娘那样:明大义、有骨气、能持家、能报国 - 不是"三从四德"一味顺从,而是有主见、有才干、能顶半边天 所以视频里说"姐妹要学钟娘娘"——是学她爱国、明理、刚强、有见识,不是学坏!
2026-09-27 04:06:14
0
To see more videos from user @user791293550565, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Media Setwan Biak – Drs. Judi Wanma, M. Si mengkonfirmasikan bahwa, Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Biak Numfor menyampaikan laporan pendapat terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.  Laporan tersebut disampaikan oleh Anggota Banggar, Alfrida Pandin Tumanan, dalam Rapat Paripurna ke-2 Masa Sidang III Tahun Sidang 2026, di Ruang Sidang Utama Gedung DPRK Biak, Rabu (24/9/2026). Rapat paripurna tersebut dihadiri Bupati Biak Numfor, pimpinan dan anggota dewan, Sekretaris Daerah, Sekretaris Dewan, serta jajaran pejabat eselon dan OPD terkait. Struktur Perubahan APBD 2026 Banggar melaporkan sejumlah perubahan signifikan dalam postur APBD Kabupaten Biak Numfor Tahun Anggaran 2026 sebagai berikut: Pendapatan dan Belanja Daerah Sumber pendapatan daerah setelah perubahan berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp44,5 miliar, Pendapatan Transfer Rp1,24 triliun, dan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp103,2 miliar. Pembiayaan Daerah Penerimaan pembiayaan meningkat dari Rp75,15 miliar menjadi Rp88,16 miliar, sementara pengeluaran pembiayaan tetap Rp25,57 miliar. Pembiayaan netto setelah perubahan mencapai Rp62,59 miliar dengan sisa lebih pembiayaan anggaran (SLPA) nihil. Catatan dan Rekomendasi Banggar Dalam laporannya, Banggar memberikan sejumlah catatan kritis dan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor: Kepatuhan Terhadap Regulasi Pusat Banggar menyoroti bahwa defisit anggaran sebesar Rp62,59 miliar melampaui batas maksimal defisit yang diperkenankan menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101 Tahun 2025, yaitu 2,5 persen dari perkiraan pendapatan daerah atau Rp34,76 miliar. Akibatnya, belanja daerah harus dikurangi minimal Rp27,83 miliar agar sesuai ketentuan. Penguatan PAD dan Inventarisasi UMKM Banggar mendorong pemerintah daerah untuk: Menginventarisir dan menertibkan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) yang beroperasi di wilayah Biak Numfor, termasuk memastikan kepemilikan NPWPD. Memaksimalkan aset daerah seperti Pasar Lama dan Laboratorium DLH untuk meningkatkan PAD. Menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) dan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) bagi OPD pemungut. Menindaklanjuti temuan BPK mengenai aset pemda yang tidak tercatat dan piutang pajak serta retribusi daerah. Dana Otonomi Khusus (OTSUS) Banggar menekankan agar dana OTSUS dialokasikan tepat sasaran dan tidak berulang untuk penerima manfaat yang sama. Dana OTSUS pendidikan diarahkan untuk SD Yayasan, bukan SD Negeri atau SD Inpres, guna menunjang kualitas dasar siswa asli orang Papua (OAP). Infrastruktur dan Pelayanan Publik Beberapa usulan perbaikan infrastruktur dan pelayanan publik yang disampaikan Banggar meliputi: Perbaikan lapangan Gelanggang Olahraga Cenderawasih, termasuk garis lintasan atletik dan pagar barat. Penyediaan tempat permanen untuk event pariwisata agar tidak membangun lokasi baru setiap tahun. Penyelesaian pembangunan Tugu TIFA di pusat kota yang terbengkalai. Pengadaan mobil tanki bagi PDAM untuk penyaluran air bersih, menanggapi pencemaran Sumur Snerbo. Perbaikan mobil penarik tinja Dinas Pekerjaan Umum yang rusak. Tenaga Kesehatan dan Pendidikan Banggar menyoroti minimnya ketersediaan dokter spesialis di Biak Numfor dan meminta perhatian khusus pemerintah daerah. Terkait pendidikan, Banggar menanyakan regulasi yang diperlukan agar guru negeri dapat mengisi jabatan di sekolah YPK pasca purnatugasnya guru sebelumnya. Banggar DPRK Biak Numfor menutup laporannya dengan ucapan selamat Hari Tani Nasional 2026 dan harapan agar Biak Numfor dapat berperan sebagai penyalur hasil pertanian untuk dapur rumah tangga dan bisnis kuliner.
Media Setwan Biak – Drs. Judi Wanma, M. Si mengkonfirmasikan bahwa, Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Biak Numfor menyampaikan laporan pendapat terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Laporan tersebut disampaikan oleh Anggota Banggar, Alfrida Pandin Tumanan, dalam Rapat Paripurna ke-2 Masa Sidang III Tahun Sidang 2026, di Ruang Sidang Utama Gedung DPRK Biak, Rabu (24/9/2026). Rapat paripurna tersebut dihadiri Bupati Biak Numfor, pimpinan dan anggota dewan, Sekretaris Daerah, Sekretaris Dewan, serta jajaran pejabat eselon dan OPD terkait. Struktur Perubahan APBD 2026 Banggar melaporkan sejumlah perubahan signifikan dalam postur APBD Kabupaten Biak Numfor Tahun Anggaran 2026 sebagai berikut: Pendapatan dan Belanja Daerah Sumber pendapatan daerah setelah perubahan berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp44,5 miliar, Pendapatan Transfer Rp1,24 triliun, dan Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp103,2 miliar. Pembiayaan Daerah Penerimaan pembiayaan meningkat dari Rp75,15 miliar menjadi Rp88,16 miliar, sementara pengeluaran pembiayaan tetap Rp25,57 miliar. Pembiayaan netto setelah perubahan mencapai Rp62,59 miliar dengan sisa lebih pembiayaan anggaran (SLPA) nihil. Catatan dan Rekomendasi Banggar Dalam laporannya, Banggar memberikan sejumlah catatan kritis dan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor: Kepatuhan Terhadap Regulasi Pusat Banggar menyoroti bahwa defisit anggaran sebesar Rp62,59 miliar melampaui batas maksimal defisit yang diperkenankan menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101 Tahun 2025, yaitu 2,5 persen dari perkiraan pendapatan daerah atau Rp34,76 miliar. Akibatnya, belanja daerah harus dikurangi minimal Rp27,83 miliar agar sesuai ketentuan. Penguatan PAD dan Inventarisasi UMKM Banggar mendorong pemerintah daerah untuk: Menginventarisir dan menertibkan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) yang beroperasi di wilayah Biak Numfor, termasuk memastikan kepemilikan NPWPD. Memaksimalkan aset daerah seperti Pasar Lama dan Laboratorium DLH untuk meningkatkan PAD. Menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) dan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) bagi OPD pemungut. Menindaklanjuti temuan BPK mengenai aset pemda yang tidak tercatat dan piutang pajak serta retribusi daerah. Dana Otonomi Khusus (OTSUS) Banggar menekankan agar dana OTSUS dialokasikan tepat sasaran dan tidak berulang untuk penerima manfaat yang sama. Dana OTSUS pendidikan diarahkan untuk SD Yayasan, bukan SD Negeri atau SD Inpres, guna menunjang kualitas dasar siswa asli orang Papua (OAP). Infrastruktur dan Pelayanan Publik Beberapa usulan perbaikan infrastruktur dan pelayanan publik yang disampaikan Banggar meliputi: Perbaikan lapangan Gelanggang Olahraga Cenderawasih, termasuk garis lintasan atletik dan pagar barat. Penyediaan tempat permanen untuk event pariwisata agar tidak membangun lokasi baru setiap tahun. Penyelesaian pembangunan Tugu TIFA di pusat kota yang terbengkalai. Pengadaan mobil tanki bagi PDAM untuk penyaluran air bersih, menanggapi pencemaran Sumur Snerbo. Perbaikan mobil penarik tinja Dinas Pekerjaan Umum yang rusak. Tenaga Kesehatan dan Pendidikan Banggar menyoroti minimnya ketersediaan dokter spesialis di Biak Numfor dan meminta perhatian khusus pemerintah daerah. Terkait pendidikan, Banggar menanyakan regulasi yang diperlukan agar guru negeri dapat mengisi jabatan di sekolah YPK pasca purnatugasnya guru sebelumnya. Banggar DPRK Biak Numfor menutup laporannya dengan ucapan selamat Hari Tani Nasional 2026 dan harapan agar Biak Numfor dapat berperan sebagai penyalur hasil pertanian untuk dapur rumah tangga dan bisnis kuliner. "Petani Berdaya, Biak Numfor Berjaya," tulis Banggar dalam laporannya. Raport paripurna dilanjutkan dengan tanggapan Pemerintah Daerah atas catatan dan rekomendasi Banggar sebelum pengambilan keputusan terhadap Raperda Perubahan APBD 2026. *****

About